
Kebahagiaan Zeon tidak berlangsung lama, karena dia langsung disuguhkan dengan wajah Syeran yang ditekuk. Wajah wanita itu nampak jelas jika tidak senang dengan kabar bahagia ini.
Itu sedikit menyakiti hati Zeon, harusnya semua orang bahagia menyambut anaknya.
Zeon lantas mengusir dokter Emma dari dalam kamar ini, hingga kembali menyisahkan dia dan Syeran saja.
Syeran yang justru tidur meringkuk di atas ranjang, seolah tak ada semangat untuk hidup.
"Ran," panggil Zeon.
Syeran tak menjawab, hanya menoleh dan menatap dengan kedua matanya yang sendu.
"Kamu kenapa?"
"Nanti kalau anakku sudah 3 aku akan bunnuh dirri," jawab Syeran lesu.
Zeon mengusap wajahnya frustasi, lama-lama bisa gila hanya gara-gara semua halusinasi Syeran. Wanita itu bersikap seolah dia adalah cenayang yang bisa melihat masa depan.
Omongan Syeran makin lama makin ngelantur.
"Berhenti lah bersikap konyol seperti itu! ayo bangun!" ajak Zeon, namun suaranya yang tinggi makin membuat Syeran sendu.
Ternyata memang benar, suaminya tidak mencintainya lagi. Bahkan Zeon bersikap lebih parah dari Raja Lorry, dulu raja Lorry masih bicara cukup lembut saat kehamilan pertamanya.
Syeran makin meringkuk, memeluk tubuhnya sendiri di atas ranjang itu.
"Astaga Ran, jangan memancing amarah ku!"
__ADS_1
"Buat apa memancing, Tuan kan memang sudah marah," balas Syeran lesu. "Marahlah terus, lagi pula setelah anakku nanti ada 3 aku akan mati." Syeran menutupi wajahnya dengan lengan tangan.
Dan Zeon sampai menjambak rambutnya sendiri agar tetap bisa berpikir waras saat menghadapi Syeran.
Pria itu lantas melangkahkan kaki maju, hingga akhirnya duduk di tepi ranjang di dekat Syeran. Tanpa kata-kata Zeon langsung menyentuh perut wanita ini, sampai membuat Syeran kaget dan menatap ke arah sang suami.
"Aku ingin menyentuh dia Ran," kata Zeon.
"Tuan tenang saja, dia akan lahir dengan selamat, dia adalah bayi laki-laki."
"Berhentilah bersikap seperti itu, kamu seolah bisa membaca masa depan."
"Tapi aku memang bisa," balas Syeran dengan bibir mencebik.
"Banyak sekali keahlianmu, bisa menghentikan waktu lalu hilang dan sekarang bisa membaca masa depan_"
"Tapi aku tidak tahu apa aku bisa membuat Tuan jatuh cinta padaku," ucap Syeran, dia bahkan sampai memotong ucapan Zeon.
Zeon belum sempat menjawab lagi, tapi malah terdengar suara pintu yang diketuk dari luar.
Pria itu terpaksa bangkit dan membuka pintu, melihat Diena berdiri di sana dengan membawa sebuah kotak entah apa di tangannya.
"Maaf Tuan, ini ada kiriman dari tetangga kita, Tuan Erland Davidson. Tapi ini bukan untuk Anda, melainkan untuk nyonya Syeran," jelas Diena gamblang, meski sangat-sangat bingung kenapa bisa pria berdarah biru itu mengirim paket ini untuk nyonya Syeran namun dia tipis dalam-dalam rasa penasaran itu. Lebih ingin melihat reaksi Tuan Zeon saat melihat paket ini.
Apa marah?
Apa langsung membuangnya?
__ADS_1
Mengirim hadiah untuk istri orang bukankah itu sangat tidak sopan?
"Erland Davidson?" tanya Zeon dengan dahi berkerut.
"Benar Tuan!" jawab Diena mantap.
Zeon lantas mengambil kotak itu dan membuka bungkusnya dengan kasar. Di dalam kotak itu terdapat sepasang sepatu sneaker khusus wanita berwarna putih.
Ada pesan yang tertulis di kertas kecil.
'Gunakan sepatu ini saat ingin mengelilingi hutan, jangan menggunakan sandal rumahan.'
"Bakkar semua ini!" titah Zeon.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi bacaan baru jangan lupa mampir ya ...
Judul : Hidden Baby In School
By : Dhevis Juwita
Blurb :
Blurb :
__ADS_1
Karena takut dikeluarkan dari sekolah dan dicabut beasiswanya, Dara terpaksa menyembunyikan kehamilan dan melahirkan bayinya di sekolah.
Dara tidak sendirian tapi dibantu oleh ayah sang bayi dan anggota geng motornya. Bisakah mereka menyembunyikan dan membesarkan bayi itu sampai mereka semua lulus sekolah?