
"Apa kamu tau siapa wanita itu?" tanya Erland. Dia adalah Erland Davidson keturunan darah biru yang kekayaannya kekal sepanjang masa. Salah satu keluarga paling terpandang di kota Servo, satu-satunya pemilik tambang minyak bumi untuk negara tersebut. Tambang Mas dan berlian, bisnis pertambangan di negara ini dikuasai oleh keluarga Davidson.
"Wajahnya nampak tidak asing Tuan. Jika tidak salah dia adalah istri tuan Zeon," terang Todi-asisten pribadi Erland.
Semua penghuni di Beautiful Hill sudah dia hapal dengan baik, satu-satunya penghuni baru adalah istri dari Tuan Zeon.
Saat pernikahan keduanya, keluarga Davidson juga diundang namun tak bisa menghadiri. Wajah gadis itu terlihat mirip seperti yang tersebar dalam surat undangan pernikahan.
Erland tersenyum miring saat mendengar penjelasan sang asisten.
Jelas ada sesuatu yang terjadi pada Gadis itu hingga berkeliaran di tengah hutan seperti ini. Erland lantas melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, jam 3 sore.
Ku pikir, Zeon tidak memperlakukannya dengan baik. Batin Erland. Lagi-lagi dia tersenyum, senyum dengan banyak maksud.
Di mansion Zeon, pria itu mengusap wajahnya frustasi saat melihat Syeran telah hilang lagi.
Hari ini dia sangat penat, kembali meninjau semua kerugian karena korupsi tersebut, tetap menyeimbangkan kestabilan perusahaan. Itulah kenapa Zeon tak bisa pulang lebih cepat.
__ADS_1
"Tau begitu ku ajak saja dia pergi," gumam Zeon, yang sungguh tak ingin kembali berdebat dengan Syeran.
Zeon lantas mengambil ponselnya dan melihat keberadaan Syeran saat ini, wanita itu sudah kabur jauh sekali, sampai nyaris tiba di mansion keluarga Davidson.
"Astaga!" geram Zeon.
Secepat yang dia bisa Zeon berlari keluar dan mengambil mobilnya.
Diena yang tengah membawakan minuman segar untuk sang Tuan seketika mendelik saat melihat tuan Zeon pergi lagi.
"Loh ini minumannya bagaimana? dimana Nyonya Syeran?" tanya Diena, bertanya pada dirinya sendiri karena di sana tidak ada siapapun, selain dia.
Jelas saja itu adalah mobil milik salah satu keluarga Davidson.
Zeon makin mengeram kesal, karena Syeran pasti jadi pusat perhatian. Wanita itu jalan sendiri di tengah hutan.
"Awas kamu Ran," gumam Zeon. Dia menekan pedal gas lebih dalam, melaju dalam kecepatan tinggi. Dan tak butuh waktu lama terlihatlah Syeran di ujung sana.
__ADS_1
Suara mobil yang berhenti mendadak mengagetkan Syeran, wanita itu bahkan sampai menyingkir hingga kakinya menginjak rerumputan. Syeran takut dia tertabrak.
Mobil yang berhenti tepat di sampingnya adalah mobil asing yang tak pernah dia lihat, takut itu orang jahat Syeran sontak mundur dan berlari.
Dia takut sekali.
Padahal tadi sudah sangat berani saat keluar dari Mansion, tapi ternyata sekarang dia begitu takut. apalagi ketika sadar dia tidak bisa menghentikan waktu tanpa melihat wajah tuan Zeon.
"Syeran!!" pekik Zeon saat melihat wanita itu malah berlari.
Suara yang tak asing membuat Syeran menoleh ke belakang, dan dia begitu lega ketika melihat sang suami berdiri di sana.
Syeran kini memutar badan dan balik berlari ke arah sang suami, dia langsung memeluk Zeon erat.
"Tuan, aku takut, aku pikir kamu adalah orang jahat," ucap Syeran, dia sudah menangis.
Zeon membuang nafasnya kasar, Syeran yang kabur Syeran pula yang ketakutan sendiri
__ADS_1
Jika seperti ini bagaimana Zeon bisa marah?