The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 61 - Takdir Yang Baru


__ADS_3

Di dalam hutan itu Syeran terjatuh dua kali, pertama membuat kepala dan tangannya terluka. Kedua dia tergelincir dan berakibat Syeran keguguran.


Sebuah takdir yang tak pernah terjadi di masa lalu.


Apa yang Syeran alami sekarang adalah takdirnya yang baru.


Setelah mendapatkan penanganan, Syeran dipindahkan ke ruang perawatan. Zeon terus menunggu tak ingin meninggalkan meski hanya sedetik. Dia tak ingin Syeran hilang lagi.


"Maaf Tuan, lebih baik anda ganti baju lebih dulu," ucap Hanzo, dia ada di sana dan justru menatap iba pada sang Tuan.


"Ambil baju ganti ku, aku akan ganti di kamar ini," balas Zeon, tanpa menatap sedikitpun ke arah sang asisten.


Tapi seperti itu saja sudah berhasil membuat Hanzo bernafas lega, karena jika sang Tuan tetap menggunakan baju basahnya itu bisa saja Tuan Zeon akan jatuh sakit.


"Baik Tuan," balas Hanzo patuh.


setelah menyerahkan baju ganti, Hanzo pun keluar dari ruang rawat tersebut. Dia tetap setia berada di luar, jaga-jaga jika sang Tuan membutuhkan bantuanmu.


Zeon kemudian menuju ke arah mandi, tapi dia tidak menutup pintunya. Dia membasuh tubuhnya yang kotor seraya terus menetap ke arah ranjang sang istri. Bahkan matanya tak terpejam ketika mengguyur menggunakan air.

__ADS_1


Sungguh, Zeon benar-benar takut Syeran akan menghilang.


Sudah bersih tubuhnya, Zeon pun kembali duduk di kursi samping ranjang itu, kembali menggenggam erat tangan sang istri.


"Ran, bangun lah. Kata dokter kamu akan segera sadar," ucap Zeon.


"Jika kamu bangun sekarang, aku akan mengatakan tentang cinta sebanyak yang kamu mau," kata Zeon lagi. Mengajukan penawaran agar Syeran segera bangun.


Suara berisik Zeon itu benar-benar tiba sampai ke alam bawah sadar Syeran, sampai akhirnya membuat wanita cantik itu perlahan membuka kedua matanya.


"Dasar istri nakal, aku bicara seperti itu baru kamu mau sadar," balas Zeon lagi, tak tahukah Syeran dia sudah sangat cemas.


"Tuan," panggil Syeran dengan lirih, seingatnya tadi dia jatuh dan tak sadarkan diri di hutan, diselimuti ketakutan tak bisa ditemukan oleh tuan Zeon.


"Apa ini di surga?" tanya Syeran kemudian, dia pikir dia telah mati. Itulah kenapa dia bertemu dengan tuan Zeon di sini. Jika di dunia nyata, rasanya tak mungkin tuan Zeon bisa menemukannya. Syeran telah terlalu jauh tersesat di dalam hutan.


"Iya, ini di surga," balas Zeon, dia langsung menyesap bibir sang istri. Ciuman yang begitu dalam dan penuh cinta, ciuman paling takut kehilangan.


Sampai Syeran mendelik karena kehabisan udara. Syeran pukul lengan sang suami dengan cukup kuat.

__ADS_1


"Emh, ahk ... Tuan!" pekik Syeran, "Tuan ingin membunuh ku?" cerca Syeran lagi dengan suara yang sudah terengah.


"Membunuh bagaimana? bukannya kamu sudah mati?" tanya Zeon pula, dia memang paling suka menggoda Syeran.


Dan pertanyaan itu membuat Syeran tergugu, kembali menatap sekitar dan baru sadar jika ini adalah rumah sakit.


"Tuan berhasil menemukan aku?" tanya Syeran, mendadak haru. Dia bahkan sampai ingin menangis.


Zeon tak langsung menjawabi pertanyaan itu, dia lebih dulu duduk di tepi ranjang dan memeluk Syeran erat.


"Ya, aku menemukan mu," balas Zeon. "Setelah ini jangan menghilang lagi. Aku tidak ingin kamu pergi Ran, aku sangat mencintai kamu," ucapnya lagi.


Sebuah kalimat panjang yang membuat Syeran tercengang.


Cinta? batinnya dengan haru.


Seolah tak percaya jika dia bisa mendengar kata itu terucap dari mulut sang suami.


Syeran menangis tersedu, "Jangan bohong," kata Syeran.

__ADS_1


Dan malam itu Zeon terus bicara cinta sampai Syeran yakin dia tidak salah dengar.


"Aku mencintaimu, sangat."


__ADS_2