The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 52 - Butuh Alasan Untuk Lembur


__ADS_3

Zeon mendatangi kandang sang anjing kesayangan. Saat itu Dom nampak sedikit menghindar darinya, saat Zeon hendak menyentuh kepala Dom, Dom justru memalingkan wajah. Terus seperti itu sampai beberapa kali.


"Hei, kenapa dengan mu?" tanya Zeon.


Zeon tidak tahu bahwa saat itu Dom sedang menunjukkan kekesalannya, semenjak ada wanita bernama Syeran di mansion ini sang Tuan berubah. tidak lagi selalu menyayanginya setiap hari tapi selalu datang Jika ada masalah saja.


seperti saat ini, Dom yakin 100 persen jika Tuannya datang karena sedang pusing gara-gara Syeran, bukan datang karena benar-benar merindukan dia.


Dom marah, Kenapa justru diperlakukan seperti selir, yang hanya akan disambangi ketika dibutuhkan saja.


Tapi Dom hanya bisa marah sedikit, dia tak punya keberanian untuk menunjukkan banyak rasa marah. Bagaimana pun tuan Zeon adalah yang paling dia patuhi.


Jadi pada akhirnya dia luluh juga dan mau saat kepalanya di sentuh.


"Huh!" Zeon membuang nafasnya kasar. Tangan kanannya terus mengelus kepala Dom. "Jika aku mengurung Syeran, wanita itu akan hilang dan kabur. Karena itulah sekarang aku mau saja dia pergi-pergi, tapi bersama Diena."

__ADS_1


"Tapi kenapa? kenapa aku jadi sangat ingin tau!" kesal Zeon, dia utarakan itu semua pada Dom.


Anjing yang tak akan pernah bisa menjawab semua ucapannya.


Saat malam datang. Syeran sudah lebih dulu berbaring di atas ranjang, tapi suaminya tak kunjung datang ke kamar.


Syeran jadi turun lagi dan mendatangi ruang kerja suaminya tersebut. Mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk.


"Tuan, kenapa masih di sini? belum mau tidur?" tanya Syeran, dia hanya melongokkan kepala setelah membuka pintu, tidak benar-benar masuk ke dalam ruang kerja itu.


Sebenarnya selama ini Zeon tidak pernah membaca semua dokumen itu, dia acuhkan saja dan menyerahkan semua masalah kantor pada Hanzo. tapi entah kenapa malam ini dia seperti butuh alasan untuk lembur, karena itulah Zeon membaca dokumen tersebut.


"Iya sih, tapi kan kita bisa saja jadi teman," kata Syeran. meskipun tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing, tapi Syeran tetap ingin hubungan mereka baik-baik saja, tidak menjadi dingin Seperti dulu saat pertama kali.


Karena suaminya tidak ingin kembali ke kamar, jadi Syeran membuka pintu itu lebih lebar, lalu masuk. Dan pilih untuk duduk di sofa, tak ingin terlalu mendekati sang suami dan berakhir menganggu.

__ADS_1


Zeon tetap diam, memasang wajahnya yang dingin.


"Mau ku buatkan kopi?"


"Diam!" ketus Zeon.


Syeran lantas mengulum mulutnya sendiri, seperti menelan tawarannya barusan. Tidur sendirian di dalam kamar pun terasa tak menyenangkan baginya, dan meski sang suami bersikap dingin seperti ini tapi entah kenapa terasa lebih nyaman.


Jadi Syeran mengangkat kedua kakinya untuk naik ke atas sofa itu dan memilih tidur di sana.


15 menit tak ada suara dari Syeran membuat Zeon penasaran, jadi dia putuskan untuk melihat ke arah wanita itu, dan alangkah terkejutnya saat melihat Syeran yang sudah tertidur di atas sofa.


Tidur dengan lingerie berwarna merah.


"Shiitt!" umpat Zeon.

__ADS_1


__ADS_2