The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 49 - Jika


__ADS_3

"Ke-kenapa buka baju? kita kan sedang bicara serius," tanya Syeran, kini kedua pipinya sudah merah merona. Tuan Zeon telah menindihnya dan bahkan satu tangan pria itu sudah menyusup ke dalam gaun yang dia kenakan. Meraba apapun dengan lembut.


Syeran hanya mampu menelan ludah saat melihat tatapan tuan Zeon yang sudah sayup, seperti gairrah telah menguasai pria itu.


"Tu-tuan_ emhh." Syeran tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya, karena mulutnya sudah dibungkam oleh ciuman yang begitu dalam. Ciuman kasar yang membuat Syeran sampai kehabisan udara.


**


Di tempat lain.


Di dalam sebuah mobil yang melaju, keluarga Davidson sedang asik membicarakan seorang wanita yang memiliki paras seperti mendiang ibu mereka.


"Tante Syeran sangat mirip dengan Mama, dia juga baik seperti Mama," ucap Serafina, bahagia sekali ketika ingat pertemuannya tadi.


Rasanya jika boleh, dia pun ingin membawa Tante Syeran untuk pulang ke rumah mereka. Tinggal bersama.

__ADS_1


"Benar, aku juga merasa sangat hangat saat Tante Syeran memeluk ku, aku merindukan Mama," sahut Albert, anak kedua Erland.


"Tapi kalian harus ingat, Tante Syeran bukanlah mama kalian. Tante Syeran sudah memiliki keluarganya sendiri, bahkan sekarang dia sudah mengandung anak pertamanya," jelas Erland, tak ingin anak-anaknya menaruh banyak harapan. Karena bagaimanapun Ibu mereka telah meninggal.


Erland mengajak anak-anaknya untuk makan malam kali ini hanya ingin sedikit mengobati rindu, tak lebih.


"Papa benar, mama sudah meninggal," sahut Betrand. Anak tertua Erland itu memang begitu dewasa dan mengayomi adik-adiknya. "Tapi Pa, Apa kami boleh bertemu lagi dengan Tante Syeran?" tanyanya kemudian, dia lihat dengan jelas raut wajah adik-adiknya yang penuh harap atas pertanyaan itu.


"Tanyakan saja pada Tante Syeran, dia mau bertemu lagi dengan kalian atau tidak," jawab sang papa dengan bibir tersenyum lebar.


Malam pun bergulir.


Pagi ini Syeran lelah sekali, semalaman dihajar oleh sang suami. "Jahat," kata Syeran.


"Hari ini aku mau pergi ke suatu tempat, kamu mau ikut atau tidak?" tanya Zeon, malah mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Ayo kita bahas lagi pembicaraan semalam, kita buat surat kontrak pernikahan lagi," ucap Syeran, dia belum menyerah. Bingung dengan Apa yang dirasakan oleh tuan Zeon, karena itulah dia ingin membuat surat kontrak ini lagi.


"Memangnya apa yang sangat kamu inginkan? sampai harus membuat surat kontrak itu." Zeon duduk di tepi ranjang dengan dadda yang terbuka. Selesai mandi dia hanya menggunakan celana.


Sementara istrinya itu masih tertidur dengan tubuh polosnya, bersembunyi di balik selimut.


"Aku mau bebas, pergi kemana pun aku mau, menemui siapapun aku mau. Sebagai gantinya aku akan jadi istri tuan selamanya, menjadi pencetak anak tanpa mengharapkan cinta. Sekarang aku tidak apa-apa seperti itu." jelas Syeran, seperti wanita yang plin plan.


Zeon sampai mengerutkan dahi, pikirannya langsung tertuju pada Erland Davidson. Pasti Syeran kini ingin mengejar cinta pria itu, bukan cintanya lagi.


"Jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu, apa kamu masih akan menuntut surat kontrak pernikahan itu?" tanya Zeon kemudian.


Sebuah balasan yang membuat Syeran melebarkan mata, tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Jangankan Syeran, Zeon sendiri pun tak mempercayai dia bisa mengucapkan kalimat itu.

__ADS_1


__ADS_2