The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 22 - Keluar


__ADS_3

Keluar dari dalam kamar Syeran, Zeon membuat semua penjaga terkejut.


Kenapa sang Tuan keluar dari dalam kamar? padahal pria itu baru saja masuk.


Kenapa sang Tuan keluar dengan raut wajah marah seperti itu?


Kenapa?


Tapi satupun diantara mereka tidak ada yang berani bertanya. Namun ketika sang Tuan sudah pergi menjauh, mereka semua segera memeriksa kamar tersebut, dan ternyata sang nona tidak ada.


Wanita itu menghilang, karena jelas sekali mereka sadar Nona Syeran tidak pernah keluar dari kamar ini.


"Astaga, kemana nona Syeran pergi?"


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Tapi tuan Zeon tidak memerintahkan apapun."


Bingung, hanya itu yang saat ini mereka rasakan. Dan pada akhirnya hanya pasrah dan tetap berdiri di sana.


Di lantai 1, Zeon melangkahkan kakinya dengan lebar menuju kamar. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal kuat.

__ADS_1


Dia membuka pintu kamar itu dengan sangat kasar, sampai Syeran yang berada di dalam sana seketika terkejut.


Nafas Zeon makin memburu saat melihat wanita itu. Dia masuk dan menutup pintu, lalu menguncinya. Kamar ini dikunci menggunakan password.


Saat keluar tadi Zeon memang tidak menguncinya, karena itulah Syeran bisa masuk.


Tapi sekarang sudah dipastikan bahwa Syeran tidak akan bisa keluar dengan mudah.


"Bagaimana cara mu pindah ke sini?" tanya Zeon, suaranya terdengar penuh kekesalan. Tingkah Syeran membuatnya merasa dipermainkan.


Dan tentu saja dia merasa sangat marah.


Syeran duduk bersila di atas ranjang dan bersandar, sementara Zeon terus melangkah mendekati ranjang itu. Sampai akhirnya dia duduk di tepian, tepat di samping Syeran.


"Kamu bukan manusia?" tanya Zeon langsung, Syeran nyaris tertawa terbahak saat mendengarnya, namun untunglah dia berhasil menahan diri.


"Jika aku bukan manusia apa Tuan akan menceraikan aku?" balas Syeran pula.


Kini Zeon tidak menjawab lagi, dia menatap Syeran lekat. Wanita yang telah membuatnya frustasi karena sering sekali tiba-tiba menghilang, lalu dalam sekejap berada di tempat lain.


"Sekarang kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini," kata Zeon, dia tersenyum miring hingga membuat Syeran menelan ludah.

__ADS_1


Zeon mendorong Syeran hingga tertidur dan dia menindihnya dengan cepat.


Syeran yang terkejut dengan segera menghentikan waktu, lalu bersusah payah keluar dari tindihan pria itu.


"Hihh! jahat! kata siapa aku tidak bisa keluar! aku akan terus pergi jika tuan tetap seperti ini!" kesal Syeran. Dia berlari ke arah pintu lalu tergugu.


Syeran tak bisa membuka pintu tersebut.


"Astaga, ini menggunakan password! oh ya Tuhan, kenapa aku memilih tempat ini untuk sembunyi," rengak Syeran, mengutuk kebodohannya sendiri.


Saat masuk tadi Syeran tidak memperhatikan pintu tersebut, dia asal saja masuk.


"Sekarang bagaimana?" cemas Syeran pula, meski gugup namun dia coba cari solusi. Tapi nyatanya pikiran dia buntu.


Syeran pilih bersembunyi di sofa dan mulai menjalankan waktu.


Jelas sekali dia mendengar sang suami yang berteriak memanggil namanya..


"Syeran!" kesal Zeon, dia melihat pintu yang masih terkunci dan jelas langsung menerka bahwa Syeran ada di sini. Saat dilihat ponselnya, ternyata gadis itu meringkuk di dekat sofa.


"Keluar," titah Zeon.

__ADS_1


__ADS_2