The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 29 - Sebuah Benda


__ADS_3

Di dalam kamar Zeon.


Syeran tidak benar-benar hanya diam duduk di atas ranjang, dia pun berinisiatif untuk menyiapkan baju ganti sang suami.


Jadi wanita bertubuh mungil itu sedikit berlari menuju lemari pakaian, tanpa canggung sedikitpun Syeran memilih-milih baju.


Namun kemudian bibirnya mencekik saat melihat di dalam lemari itu hanya ada baju berwarna hitam saja.


Bahkan baru ingat juga jika hoodie yang dia kenakan tadi pagi pun warnanya hitam.


"Ya ampun, apa tuan Zeon tidak merasa bosan jika bajunya hitam semua seperti ini," gumam Syeran, dia jadi enggan untuk memilih, sebab baju apapun yang dia pilihkan akan tetap sama saja, warnanya hitam.


Jadi Syeran memilih 1 dengan asal, lalu celana juga dan dia bawa ke ranjang, kembali duduk di sana dan menunggu suaminya keluar.


Tak lama kemudian dia melihat pintu kamar mandi itu terbuka, Syeran langsung bangkit dari duduknya dan tersenyum lebar, lalu berlari menghampiri sang suami yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi tersebut.


Syeran bahkan langsung memeluk tuan Zeon begitu saja, untunglah tubuh Sang suami sudah tidak basah hanya saja terasa dingin, namun rasanya sangat menyegarkan.


"Syeran, jangan terus memelukku seperti ini," ucap Zeon, lama-lama Syeran seperti Dom.


"Kenapa? Aku sangat suka memeluk Tuan seperti ini, sangat suka," jawab Syeran, dia mendongak dan menatap kedua mata Sang suami dengan matanya yang sendu.


Selalu sedih tiap kali mendapatkan penolakan, padahal yang Syeran harapkan adalah balasan. Perlakuan lembut yang penuh dengan kasih sayang.

__ADS_1


Zeon seketika terdiam ketika melihat dua mata sendu itu. Lagi-lagi tak bisa menolak demi menghindari perdebatan.


"Tapi aku harus pakai baju dulu," kilah Zeon.


"Ayo, aku yang akan memakaikan bajunya," ajak Syeran dengan antusias, bahkan langsung menarik tangan sang suami untuk mendekati ranjang dan mengambil baju yang sudah dia pilihkan.


"Apa kamu juga akan membantuku memakai celana?" tanya Zeon.


Syeran seketika mencebik, rasanya terlalu masyum untuk dia lakukan, tapi kenapa pula harus malu-malu, saat mereka sudah berulang kali menyatu dan saling melihat tubuh satu sama lain.


Justru hal-hal sederhana seperti ini bisa menjalin hubungan diantara mereka.


Dan melihat bibir Syeran yang mencebik, Zeon langsung tersenyum miring. Tentu saja Syeran tidak akan berani melakukannya.


"Baiklah, aku juga akan memakaikan Tuan celana. Lepas handuknya," titah Syeran.


Deg! Zeon sontak tercengang ketika mendengar ucapan wanita itu, seketika merasa dia lah yang mendapatkan peleccehan sekssual.


Astaga, bagaimana bisa kalimat itu terucap dari mulutnya. Batin Zeon.


"Ayo, lepas handuknya," kata Syeran lagi, saat dilihatnya sang suami malah hanya diam.


Syeran bahkan langsung menggerakkan kedua tangannya untuk melepas lilitan handuk itu di pinggang sang suami.

__ADS_1


Zeon yang terkejut sontak mundur, buru-buru menahan tangan Syeran agar tidak melepaskan handuknya.


"Kenap ditahan? ayo lepas sekarang, aku akan membantu suamiku memakai celana."


"Tidak perlu Ran, aku bisa melakukannya sendiri." Tolak Zeon, Dia sedang menahan diri agar tidak membentak. Zeon juga terus mundur tapi Syeran pun maju dan terus berusaha untuk melepaskan handuknya.


"Jangan begitu, pokoknya aku yang pakaikan celana."


"Syeran."


"Tidak apa-apa suamiku."


"Sejak kapan Kamu memanggilku dengan sebutan seperti itu?"


"Sejak sekarang."


"Aku tidak suka mendengarnya."


"Harus dibiasakan, ayo lepas," titah Syeran lagi, sampai tubuh Zeon terpojok dan akhirnya Syeran berhasil melepaskan handuk itu.


Tapi kemudian Syeran malah menjerit, saat melihat sebuah benda yang menegang.


"KYA!! Apa itu!!" pekiknya seraya menutup mata, namun sedikit mengintip.

__ADS_1


__ADS_2