The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 38 - Sisi Gelap Zeon


__ADS_3

Jam 5 sore.


Syeran saat itu sedang mandi, sementara Zeon sudah mendatangi kandang Dom. Mengelus anjing yang telah dia rawat sejak kecil dengan sayang.


Mendapatkan sentuhan seperti ini, Dom bahagia sekali. Demi tuan Zeon dia akan mengorbankan apapun dalam hidupnya, termasuk nyawanya sendiri.


Masih mengelus Dom seperti itu, tiba-tiba terasa ponselnya di saku celana bergetar. Zeon segera mengambilnya dan melihat ada panggilan masuk dari Hanzo.


"Tuan, aku sudah melepas mereka di hutan," kata Hanzo, 2 tikus yang telah menggerogoti harta perusahaan Zeon.


Tanpa menjawab apapun, Zeon memutus sambungan telepon itu.


Beberapa tahun lalu Zeon adalah seorang mafia yang paling ditakuti di kota Servo. Demi sang adik-Zena, Zeon bertekad keluar dari dunia gelap tersebut. Zeon tak ingin setelah dia tiada, adiknya justru jadi incaran para musuh.


Namun meski begitu, Zeon tak sepenuhnya bisa terlepas dari jati dirinya yang kejam, jika ada yang mengusiknya seperti ini, maka Zeon tak akan segan untuk membalas dengan balasan setimpal, atau justru lebih parah.


"Suamiku!" pekik Syeran di ujung sana, dia baru saja selesai mandi dan tidak melihat sang suami di dalam kamar.


Syeran yang tak tenang langsung keluar, mencari dimana keberadaan tuan Zeon meski masih menggunakan handuk kimono.


Dia berjalan dengan kakinya yang polos, handuk kecil sebagai penutup kepala.


Astaga bayi itu. Batin Zeon.

__ADS_1


Dia segera bangkit dan menghampiri Syeran. Tiba di hadapan wanita itu, Zeon langsung menarik pinggang Syeran dan di dekapnya erat.


"Pakai baju mu," titah Zeon.


"Pakaikan," pinta Syeran manja.


Zeon sontak menggendong Syeran seperti biasa dan dia bawa kembali masuk ke kamar.


Fantasi keduanya tentang hubungan baddan jadi makin liiar, ternyata Syeran bukan hanya akan melewati penyatuan yang ketiga, tapi juga keempat, kelima dan entah ke berapa.


Merasakan candu satu sama lain.


Jam 4 subuh saat Syeran masih tidur, Zeon pergi.


Hanzo sudah menunggu di sana.


"Ayo cari mereka Dom," ucap Zeon.


Sang Anjing langsung menggonggong dengan antusias. berburu adalah salah satu hal yang paling menyenangkan untuknya.


Hanzo sengaja membuang kedua orang itu di tengah hutan, dibiarkan luntang lantung semalaman tanpa tau jalan keluar.


Sekuat apapun mereka berteriak tidak akan ada satupun orang yang mendengarnya.

__ADS_1


Penyiksaan secara perlahan seperti ini adalah hal yang disukai oleh Zeon, sebelum mengeksekusi secara langsung.


Setelah mencium dua baju milik tikus itu, akhirnya Dom mulai bergerak. Zeon dan Hanzo mengikuti di belakang.


Jam 5 subuh barulah mereka menemukan dua tikus itu, dalam keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya lusuh dan nampak tak berdaya, kehausan dan kelaparan yang menyiksa.


"Tuan Zeon," ucap salah satunya dengan merintih, mereka langsung jatuh di bawah kaki Zeon.


"Bagaimana rasanya setelah menikmati uangku? enak?" tanya Zeon, dia pun menginjak kedua tangan pria itu menggunakan kedua kakinya. Diinjak kuat sampai keduanya menjerit kesakitan, jari-jari itu seperti patah meski masih terpasang.


"Maafkan kami Tuan, maafkan kami," mohonnya dengan sangat.


Namun kali ini Zeon tak menjawab, dia memberi isyarat pada Dom melalui matanya.


Gigit kaki mereka.


Gonggongan Dom seketika menggema di dalam hutan itu, sebelum akhirnya digantikan oleh teriakan kedua orang tersebut.


AKH!! pekiknya begitu melengking.


Selesai dengan kedua kaki yang terluka karena gigitan Dom.


Inilah sisi gelap Zeon.

__ADS_1


__ADS_2