The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 33 - Bayi Tampan


__ADS_3

Di sebuah gua, Arnette merasakan sakit dengan perutnya yang membesar. Dia harus bersembunyi supaya tidak ketahuan.


Sembilan bulan lalu saat dia kembali, keadaan kekaisaran Bavaria sudah porak poranda.


Kekaisaran Bavaria diserang oleh para monster iblis dan pasukan Arnette banyak yang mati dalam insiden itu.


"Di mana Tristan?" tanya Arnette mencari anak buahnya.


Namun, dia mendapati kenyataan bahwa Tristan menghilang dan kemungkinan sudah tiada.


Dan Arnette mendapati kenyataan bahwa kedua putra mahkota yang memimpin pasukannya pada saat itu.


Ketika perempuan itu protes karena pasukannya banyak yang mati, ayah bahkan kedua kakaknya itu menyalahkan Arnette karena pergi setahun lamanya dan menyebabkan Kekaisaran Bavaria kalah perang.


Ternyata apapun usaha Arnette tidak akan pernah membuat mereka memandang dirinya.


"Untuk membangkitkan raja iblis membutuhkan tumbal yang besar selain pasukanmu, bangsa peri juga menjadi tumbalnya," jelas Ditrian. Dia semakin geram akan tindakan mantan muridnya bernama Kane itu.

__ADS_1


"Kane melakukan perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan kekuatan yang besar dan bersekutu dengan Aragon!" lanjutnya.


Kekaisaran Aragon memang dari dulu ingin menghancurkan Kekaisaran Bavaria supaya bisa menguasai semua wilayahnya yang subur dan penuh dengan tambang emas.


"Sampai kapan raja iblis itu akan muncul?" tanya Arnette seraya mengusap perutnya. Dia harus menjaga anaknya dengan baik kalau dia benar-benar hamil.


"Untuk itu aku belum bisa memastikan, yang jelas kita hanya bisa mencegah Kane supaya tidak memberi tumbal lagi," balas Ditrian.


Semenjak saat itu, Arnette berusaha menghentikan aksi Kane supaya raja iblis tidak bangkit dan memakan banyak tumbal.


Sebulan kemudian, Arnette benar-benar hamil dan dia masih tetap berperang melawan anak buah Kane dan pasukan Aragon. Perempuan itu akan melakukan segala cara untuk mencegah raja iblis bangkit sebelum anaknya lahir dan tumbuh besar.


Namun, jika ada yang mengetahui kalau Arnette hamil dan anak itu bisa membunuh raja iblis, keadaan akan semakin berbahaya.


Arnette pikir, dia adalah wanita kuat yang bisa menahan apapun tapi dalam keadaan seperti sekarang, dia membutuhkan sosok Agam di sampingnya.


Perempuan itu mengecup cincin di jari manisnya dan berusaha kuat untuk melahirkan seorang diri.

__ADS_1


Di dalam gua itu tidak ada siapapun, keadaan gelap yang membuatnya takut ditambah rasa sakit yang mendera seperti tulangnya terlepas satu persatu.


Semua perasaan itu terbayarkan saat bayi laki-laki lahir dan menangis kencang di sana. Tangan Arnette yang berlumuran darah mencoba menggendong bayi itu.


"Aku harus melepaskan tali pusatnya," gumam Arnette yang mengingat bagaimana proses kelahiran Jennie.


Perlahan tapi pasti, Arnette bisa melakukan penanganan pertama pada bayinya dan dia buru-buru membungkusnya dengan kain seadanya


Bayi itu diam seakan tahu bagaimana ibunya kehabisan tenaga setelah melahirkannya, wajah bayi itu sangat tampan dan mirip dengan Agam.


"Kapten Arnette..."


Tiba-tiba suara bariton itu terdengar, sedari tadi Ditrian mencoba mencari panglima perang itu dan akhirnya dia berhasil menemukan Arnette yang sudah melahirkan.


"Sepertinya aku terlambat," ucap Ditrian. Dia melirik ke arah samping di mana istrinya berada.


Ditrian memang sengaja membawa istrinya untuk membantu Arnette.

__ADS_1


"Hai, aku Fiona. Serahkan bayinya padaku, aku akan membantumu," ucap Fiona memperkenalkan diri.


Mau tidak mau Arnette menyerahkan bayinya dan sedetik kemudian pingsan karena kehilangan banyak darah.


__ADS_2