The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 55 - Sudah Saatnya


__ADS_3

Selama ini Theor merasa kalau ibunya adalah kesatria dibuang karena Arnette yang seorang perempuan. Apalagi hidup mereka jauh dari kata layak.


Namun, sekarang anak itu mengerti, kenapa Arnette bisa mendapatkan gelar sword master.


Theor ikut berlutut bersama Tristan dan dia juga siap menerima perintah.


"Ka... kalian?" batin Arnette. Dia merasa terharu, perjuangannya selama ini ternyata tidak dipandang sebelah mata.


Arnette pun memberi perintah pada kesatria suci untuk melawan pasukan Aragon.


Kini pasukan Bavaria merasa unggul dan raja iblis bisa melihat dari mata Agam.


"Hahaha..." Agam yang masih dikendalikan tertawa karena merasa mempunyai banyak tumbal untuk dia makan.


Tapi, dia harus menyingkirkan Theor.


Ketika semua sibuk berperang, Agam akan mencari Theor dan membunuh anak itu.


"Tidak akan semudah yang kau pikirkan," Simon tiba-tiba muncul.


Ternyata pemburu hantu itu menghilang karena bertemu dengan Ditrian, dia belajar caranya untuk mengendalikan kekuatan teleportasinya.


Dan Simon juga mempelajari tentang bagaimana mencabut kutukan iblis.


"Bersiaplah!" Simon mencoba memasuki alam bawah sadar Agam dan melepas rantai yang membelenggu tubuh pemuda itu.

__ADS_1


"Kau kemana saja?" Agam bertanya ketika melihat Simon baru saja muncul.


"Itu tidak penting, sekarang tahanlah!" balas Simon seraya mendekati Agam untuk melepas segel raja iblis.


Namun, tidak semudah itu karena raja iblis juga berusaha menghentikan Simon.


Raja iblis memasang perisai supaya Simon tidak bisa mendekat.


"Simon!" teriak Agam supaya berhati-hati.


"Aku cukup berpengalaman untuk menangani ini," sahut Simon percaya diri.


Simon menggunakan sebagian energinya untuk menembus perisai raja iblis dan dia sekuat tenaga melepaskan Agam seraya menghilangkan stigma iblis yang ada pada pemuda itu.


"Setelah ini, kau tidak akan bisa melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat. Kau akan hidup normal," ucap Simon.


Saat Simon berhasil menghilangkan kutukan iblis itu, Agam langsung sadar tapi kesadarannya menipis karena sebelumnya kehilangan banyak darah.


"Aku harus membantu istri dan anakku," Agam berkata dengan nada lemah.


Simon merasa lega karena Agam sudah lepas dari kendali raja iblis.


"Kau harus pulih terlebih dahulu," ucap Simon membuka kekuatan teleportasinya untuk membawa Agam ke tempat para penyihir.


Di sana Ditrian sudah menunggu kedatangan Agam, baru pertama kali melihat saja dia langsung paham kalau pemuda itu memang ayahnya Theor.

__ADS_1


"Aku akan berusaha mengobatinya," ucap Ditrian yang akan menggunakan sihir penyembuhan.


Sementara Arnette dan para pasukan kesatria suci masih sibuk menyerang pasukan Aragon serta para monster.


Kini pasukan Bavaria yang dibantu oleh kesatria suci lebih unggul, pasukan Aragon dan para monster mulai kalah satu persatu.


Bahkan mereka ada yang sengaja menyerahkan diri tanpa perlawanan.


Para monster yang tersisa terbang meninggalkan medan perang.


Semua bersorak dengan mengangkat pedang mereka karena merasa menang.


"Jangan senang dulu," ucap Arnette memberi peringatan.


Karena mereka harus menghadapi hal yang lebih berbahaya lagi.


Dan memang benar, raja iblis menampakkan dirinya dengan menaiki monster dan mengerahkan lebih banyak lagi pasukan monster iblis.


"Kau merubah bentukmu dengan baik," komentar Arnette yang melihat raja iblis dengan bentuk manusia.


Raja iblis menikmati aroma anyir darah yang berada di medang perang itu.


"Selanjutnya adalah kalian semua," ucapnya seraya menatap Arnette dan para kesatria suci.


"Tidak akan aku biarkan!" Theor menantang dan keluar dari kerumunan orang-orang dewasa.

__ADS_1


__ADS_2