The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 43 - Sang Penggoda


__ADS_3

Kelakuan Arnette itu membuat Agam terkekeh geli, dibalik Arnette yang galak, perempuan itu mempunyai sisi polos dan menggemaskan seperti sekarang.


"Maafkan aku baru datang sekarang," ucap Agam kemudian.


Arnette tidak menyangka kalau Agam akan mengucapkan kalimat itu. Dari awal dia tidak mau kalau Agam terlibat.


"Kenapa kau harus minta maaf dan sebaiknya kau tidak ada di sini," balas Arnette.


"Bagaimana mungkin aku hanya diam saja ketika tahu kalau istri dan anakku dalam bahaya!" tegas Agam.


"Kami baik-baik saja jadi cepatlah pergi!" Arnette masih berusaha mengusir pemuda itu.


Agam mendengus kasar, dia tentu tahu apa yang menjadi keresahan Arnette. "Apapun yang akan terjadi, aku juga ingin berusaha melindungi Theor!"


"Dia sangat mirip denganku, apa kau benar-benar tidak merindukan aku?"


"Tidak," jawab Arnette cepat.


Agam berusaha membalik badan Arnette supaya menghadap padanya. "Kau semakin kurus istriku, apa kau makan dengan baik?"


"Bagaimana rasanya melahirkan? Pasti menyakitkan dan kau pasti kesepian karena sendirian?"


"Kenapa pergi tanpa berpamitan padaku?"


Arnette mendapat pertanyaan bertubi-tubi yang sulit untuk dijawabnya.


Namun, Agam juga tidak menuntut jawaban dari perempuan yang masih dianggapnya istri itu. Dia sudah tahu semuanya, dia hanya merasa kecewa.

__ADS_1


"Awalnya aku memang menolakmu dan berusaha membuat persyaratan tidak masuk akal supaya kita tidak bisa menikah. Tapi, semua berubah setelah kita menghabiskan waktu berdua," ucap Agam.


"Maksudmu waktu berdua di atas ranjang?" balas Arnette. Karena memang waktu mereka lebih banyak digunakan untuk membuat anak.


"Sebagian besar memang itu tapi aku begitu kacau setelah kau pergi, istriku," ungkap Agam.


"Aku tidak mau kau hanya menjadi istriku seminggu saja," lanjutnya.


"Jangan bercanda! Aku tidak ada waktu untuk memikirkan hubungan penuh emosi, aku menyetujui kau bergabung tapi aku juga tidak akan segan-segan menghabisimu jika kau adalah ancaman bagi kami," Arnette berkata dengan penuh penekanan supaya Agam mengerti kalau dia tidak main-main.


Dia berharap Agam berhenti menggodanya dan tidak membicarakan hal pribadi. Namun, pemuda itu selalu saja pantang menyerah.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kau mengakuiku sebagai ayah dari Theor," balas Agam tak kalah tegas.


"Kau salah langkah, kau seharusnya memulai hidup barumu dan tidak pernah menyusulku kemari," ucap Arnette.


Agam menggelengkan kepalanya, dia merasa yakin akan langkah yang sudah dia ambil. "Aku tidak akan menyesalinya!"


"Tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang memiliki kekurangan. Namun, meskipun begitu semua orang itu berharga!"


Karena takut tergoda, Arnette ingin pergi meninggalkan Agam.


Tapi, dengan cepat Agam berusaha menahan Arnette. Dia menarik tangan perempuan itu lalu merentangkan tubuh Arnette di atas meja.


"Jadi, percayalah padaku karena kau berharga di mataku," lanjut Agam.


Agam menunduk karena ingin mencium Arnette lagi untuk melanjutkan perang lidah mereka di sungai seperti sebelumnya.

__ADS_1


Tangan Arnette berusaha mendorong dada Agam tapi pemuda itu justru merangsang istrinya di daerah sensitifnya.


Otak Arnette dibuat beku, apalagi Agam terus meraba tubuhnya.


"Lepaskan tanggung jawabmu yang besar dan ikutlah bersamaku," pinta Agam.


Arnette merasa Agam meminta sesuatu yang mustahil.


"Aku akan menunggu jawabannya setelah kita bisa mengalahkan raja iblis itu," lanjut Agam terus menggoda Arnette.


_


Rekomendasi Author


Cerita baru dedek anu, jangan lupa diramein ya ayang...


Judul : Forced Marriage With Badboy


Napen : ntaamelia



Blurb :


Karena sebuah tragedi penggrebekan, mereka terpaksa menikah dan menjalani rumah tangga tanpa cinta. Apalagi status sebagai guru dan murid, membuat mereka menyembunyikan ikatan suci itu di depan orang lain.


Lantas bagaimana bahtera rumah tangga mereka akan berjalan? Sementara sang pemegang kendali hanyalah seorang pemuda SMA yang dikenal brutal dan nakal.

__ADS_1


__ADS_2