
Agam ingin mencetak sejarah baru sekarang juga, dia membalik posisi di atas tubuh Arnette dan ingin mencium istrinya itu.
Namun, baru saja bibir keduanya akan menempel terdengar pintu kamar yang diketuk tanpa henti.
Rupanya Theor memanggil kedua orang tuanya untuk makan karena Zester sudah datang.
Zester datang dengan membawa berbagai makanan yang sekiranya belum pernah dimakan oleh Theor dan Arnette.
"Apa kau sudah memanggil ayah dan ibumu?" tanya Zester pada Theor yang sudah kembali.
"Sudah," jawab Theor seraya duduk di meja makan.
Zester memberikan pizza dan burger pada anak itu. "Apa di duniamu ada makanan seperti ini?"
"Tidak ada," Theor mengambil satu potong pizza dan langsung memakannya. "Ini enak, aku suka makanan di dunia ini!"
"Apa yang kau lakukan setiap hari? Apa kau terus berperang?" tanya Zester penasaran.
"Aku menghabiskan waktu di pondok yang berada di hutan dan berlatih bersama ibu," jawab Theor.
"Kau tidak bermain sama sekali? Bagaimana rasanya hidup di hutan? Apa kau tidak takut ada hewan buas yang akan memakanmu? Bagaimana caranya mencuci baju? Kau kan tidak punya mesin cuci," Zester terus saja memberi pertanyaan bertubi-tubi pada keponakan barunya.
__ADS_1
Ara langsung mendekati suaminya itu dan memintanya untuk berhenti mengungkit masa lalu Theor. "Zee..."
"Iya, iya, Yank," balas Zester. Padahal dia hanya penasaran saja.
Malam itu, keluarga pak kades berkumpul di kota dan Ara diminta menginap di penthouse yang akan ditinggali oleh keluarga kecil Agam.
"Tidak apa-apa, 'kan? Kai dan Jennie akan tidur bersama opa omanya, kita bisa tidur di depan ruang tamu," ucap Ara pada suaminya.
"Tidak masalah asal bisa terus bersamamu, Yank," balas Zester.
Keduanya benar-benar tidur di depan ruang tamu sambil menonton film sebelum tidur.
"Bukankah unit itu disewakan?" tanya Ara.
"Memang benar, tapi sebulan ini sudah kosong dan masih mencari penyewa yang baru, kita bisa tidur di sana selagi anak-anak ada yang menjaga," jelas Zester seraya bermain dengan rambut Ara dan menciumnya.
Dari sini Ara sudah bisa mengerti apa yang diinginkan suaminya, semenjak melahirkan Jennie memang Zester belum melilitkan ularnya pada Ara lagi.
"Kalau begitu, ayo melihatnya," ucap Ara setuju.
Wajah Zester langsung berubah sumringah, dia tidak akan melepaskan Ara malam ini.
__ADS_1
Pada saat mereka akan keluar, Agam menahan langkah mereka sebentar.
"Ada apa? Kami sedang buru-buru," ucap Zester tidak tahan.
"Aku cuma ingin tanya, ranjang di kamar aman, 'kan? Aku takut ranjangnya roboh," Agam yang ingin membuat sejarah di ranjang itu jadi meragu.
Mengingat Arnette adalah wanita amazone, Zester jadi ikut meragu juga.
"Apa yang kalian pikirkan? Memangnya bagaimana cara kalian bermain sampai membuat ranjang roboh?" Ara ikut menyela karena merasa pembahasan suami dan adiknya tidak penting.
"Perlakukan wanita dengan lembut," lanjut Ara.
Agam mengerti dan tidak perlu takut lagi kalau ranjangnya akan roboh, dia segera mendatangi Arnette yang sudah menunggunya.
Sementara Arnette sendiri merasa kesal karena sedari tadi tidak jadi bercinta.
"Sebenarnya dia niat atau tidak?" gerutu Arnette.
"Kalau begitu biar aku saja yang memulai!"
Perempuan itu akan menunjukkan kekuatan sword master.
__ADS_1