
Theor merasa bertanggung jawab atas semua nyawa yang akan diambil oleh raja iblis, dia tidak bisa membiarkan kehancuran di seluruh benua karena dia yang tidak bisa membunuh raja iblis itu.
"Artinya kau yang pertama," ucap raja iblis seraya menggunakan kekuatannya untuk menarik tubuh kecil Theor.
Anak itu melayang dan tubuhnya terbang mendekati raja iblis.
Leher Theor langsung dicengkram yang membuat anak itu kesulitan bernafas.
"Aaa... aargh!" Theor merasa kesakitan tapi anak itu tetap berusaha mengangkat pedang di tangannya kemudian menebas tangan raja iblis.
Berhasil, walaupun tubuhnya langsung terjun ke bawah.
"Theor!" teriak Arnette berlari untuk menolong putranya.
Arnette buru-buru mengangkat tubuh kecil Theor dan mereka merasa terkejut karena tangan raja iblis sudah kembali seperti semula.
"Semua percuma, yang bisa membuatnya mati adalah jantungnya," ucap Arnette.
"Apa letak jantungnya ada di kiri?" tanya Theor.
Sebenarnya Arnette sendiri tidak tahu di mana letak jantung raja iblis yang sesungguhnya.
"Kita akan mencari tahu," balas Arnette.
Perempuan itu berencana akan menyerang para monster dan membedah salah satunya untuk melihat letak jantung iblis.
__ADS_1
"Tidak perlu melakukan hal semacam itu," ucap Simon yang ikut bergabung bersama mereka.
"Apa kau bisa membaca pikiranku?" tanya Arnette memastikan.
"Ya begitulah," jawab Simon.
"Jadi, apa rencanamu?" tanya Arnette lagi.
Simon tidak menjawab tapi meminta Arnette melihat jari telunjuknya mengarah.
Tak lama ada portal terbuka dan Agam keluar dari portal itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Paman malaikat!" seru Theor merasa antusias.
Ternyata bukan hanya satu tapi portal lainnya terbuka dan para penyihir putih berdatangan untuk membantu.
Sempat-sempatnya pemuda itu tebar pesona setelah membuat Arnette cemas setengah mati.
"Aku tidak akan mati, istriku," lanjutnya yang fokus pada Arnette sekarang.
Buru-buru perempuan itu memalingkan wajah, awas saja dia pasti akan membalas dendam karena telah berani menggodanya di saat keadaan genting.
Arnette tidak ingin kehilangan kendali, dia membawa Theor untuk menemui Ditrian.
"Apa kau tahu letak jantung iblis?" tanya Arnette pada penyihir agung itu.
__ADS_1
"Theor harus menusuknya tepat di kepalanya," jawab Ditrian yakin.
"Tapi, tenang saja. Aku sudah mempunyai cara untuk bisa menjangkaunya," Agam menyela pembicaraan mereka berdua.
"Apa kali ini akan berhasil?" tanya Arnette meragu mengingat rencana Agam terakhir kali yang berujung kegagalan.
"Aku sangat yakin," jawab Agam. Dia tidak boleh gagal lagi.
Kali ini rencananya pasti berhasil, hanya saja mereka harus mencegah raja iblis merubah tubuh aslinya.
"Apa kalian sudah menemukan jalan keluar?" tanya raja iblis sambil membawa salah satu kesatria suci dan melemparnya.
"Percuma saja, apapun rencana kalian tidak akan ada yang bisa menghentikan aku!"
Tiba-tiba awan hitam yang bergumpal di langit mulai membentuk pusara dan rintik-rintik hujan turun ditambah suara petir yang menggelegar.
"Jangan takut," Agam mendekati Theor supaya anak itu bisa bertahan apapun yang terjadi.
Lalu Agam berbisik di telinga Theor tentang rencana yang akan mereka lakukan.
"Bagaimana kalau bentuknya sangat besar?" Theor menanyakan wujud asli raja iblis, dia pasti akan kesulitan menusuknya.
"Dan paman malaikat..."
Theor menyentuh pipi Agam dengan haru. "Aku senang paman malaikat selamat, kalau terjadi sesuatu denganku, apa paman mau menjaga ibuku?"
__ADS_1
_
Maaf ya ayangku, othor slow up banget karena di real life juga kerja, tapi tenang aja besok udah final battle jadi tetep stay tune, ya... Luv❤