
Karena pikiran Agam sudah dikuasai oleh raja iblis, dia justru menyerang anak buah Arnette dan mencoba mencari Theor berada.
Pasukan Arnette kini jadi berusaha melawan Agam dan amunisi mereka sudah mulai menipis.
Jadi, mereka kembali menggunakan senjata manual.
Sebelumnya semua sudah diperhitungkan oleh pasukan Aragon, sisa pasukan bersembunyi dan akan menyerang pasukan Bavaria di saat seperti ini.
Tak kalah strategi, sebelum hilang kesadaran Agam memang sudah menyiapkan situasi seperti sekarang.
Dari atas, pasukan pemanah bersiap untuk meluncurkan kembang api.
"A... apa itu?" panglima Aragon yang tidak pernah melihat kembang api jadi meragu pasti itu adalah salah satu kekuatan surga.
"Itu pasti salah satu trik sihir!"
Mereka tidak akan terkecoh dan tetap maju untuk menyerang pasukan Bavaria.
Ternyata serangan psikis sudah tidak mempan lagi apalagi mereka mempunyai bantuan dari Agam.
"Paman malaikat jadi jahat," komentar Theor yang melihat Agam bertarung melawan pasukan Bavaria di bawah sana.
__ADS_1
Arnette tidak bisa tinggal diam, dia harus turun ke bawah supaya Agam berhenti menyerang pasukannya.
"Bersembunyilah, apapun yang terjadi kau tidak boleh keluar sampai raja iblis muncul," ucap Arnette. Dia pergi ke tempat persembunyian yang memang sudah dipersiapkan untuk Theor.
Dengan berat hati, Arnette harus meninggalkan putranya untuk menghentikan Agam.
Bukan hanya pikiran tapi tubuh Agam sudah dikuasai oleh raja iblis, pemuda itu tiba-tiba saja mempunyai kekuatan yang membuat pasukan Bavaria banyak yang tumbang.
"Di mana kalian menyembunyikan anak itu!?" Agam berkata dengan suara raja iblis yang merasuki tubuhnya.
Agam ingin memotong leher salah satu anak buah Arnette yang sedari tadi dia injak dadanya, ketika mengayunkan pedang, ada seseorang yang menghentikan aksinya itu.
Trang!
"Kalau ingin anak itu, hadapi aku dulu!" Arnette menantang setelah berhasil menggagalkan aksi Agam yang notabene tubuhnya sudah dikendalikan raja iblis.
Agam tersenyum smirk karena melihat Arnette muncul, dia tidak sabar untuk menghabisi perempuan itu.
Salah satu alasan kenapa raja iblis membunuh Kane karena penyihir hitam itu terlalu lama melakukan ritual. Dan hal itu disebabkan oleh Arnette yang selalu menggagalkan aksi Kane mencari tumbal.
"Akhirnya kau datang juga," ucap Agam.
__ADS_1
"Apa kau mengenalku? Sepertinya kau memang menunggu kedatanganku," balas Arnette. Dia mengeratkan genggaman tangan yang memegang pedang.
"Aku tidak mengenalmu tapi orang ini pasti mengenalmu," Agam tiba-tiba saja menusuk perutnya sendiri.
Arnette membelalakkan mata karena melihat Agam melukai dirinya sendiri.
"Sekarang kau pilih, laki-laki ini mati atau serahkan anak itu?" Raja iblis yang masih menusuk perut Agam mencoba memberikan pilihan sulit.
Pilihannya Agam atau Theor yang akan mati.
"Kau mau mengujiku," Arnette berusaha menguatkan hatinya. Apapun yang terjadi dia tidak akan memberikan Theor.
Namun, dia juga tidak bisa melihat Agam mati di depan matanya.
"Sepertinya laki-laki ini memang tidak berarti bagimu, dia akan menjadi budakku selamanya," ucap sang raja iblis.
Raja iblis itu menarik pedang dari perut Agam kemudian akan menusuknya lagi supaya Agam bisa mati dan mengabdi penuh padanya.
"Dasar iblis!" umpat Arnette seraya maju untuk menghentikan aksi raja iblis yang merasuki tubuh Agam itu.
Arnette kembali menangkis pedang yang berada di tangan Agam.
__ADS_1
"Aku bilang, hadapi aku dulu!" tantang Arnette.