The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 80 - Artis Baru


__ADS_3

Walaupun masakan Arnette belum enak seperti masakan ibunya, Agam tetap menghargai masakan buatan istrinya.


"Aku akan berusaha lebih keras lagi," ucap Arnette. Dia juga merasa kalau masakannya banyak kekurangan.


"Ini enak," balas Agam. Lalu dia menoleh ke arah Theor yang duduk di sampingnya. "Iya, 'kan?"


"Benar, akhirnya aku bisa merasakan masakan ibu," ucap Theor.


Arnette merasa senang, dua laki-laki yang bersamanya saat ini adalah harta yang dia miliki.


"Oh ya, bagaimana dengan kuliah dan sekolahnya?" tanya Arnette.


Dengan antusias Theor dan Agam bercerita bergantian, walaupun mereka semua masih menyesuaikan diri tapi komunikasi adalah hal utama.


Agam tidak menyembunyikan apapun dari Arnette bahkan puluhan surat cinta dari satu angkatannya dan kakak tingkatnya, pemuda itu berikan pada istrinya setiap hari.


Karena cemburu, Arnette memberikan banyak tanda cinta di leher Agam dan pemuda itu harus memperlihatkan pada satu kampus kalau Agam sudah punya istri.


"Aku malu dengan dosen, istriku," ucap Agam yang ingin menutupi tanda cinta Arnette.


Namun, Agam tetap menuruti istrinya dan hari itu terjadi patah hati masal di kampus.


Agam sudah sold out!


Berita itu dengan cepat menyebar dan Agam merasa tidak masalah.

__ADS_1


Toh, dia memang tidak tertarik lagi dengan perempuan selain istrinya. Bibit setia sudah mendarah daging dari keturunan ayah Theo.


Jika Theor sekolah dan Agam kuliah, Arnette menjadi kesepian.


Untuk mengusir kesepian itu, Arnette ikut kelas yoga bersama Ara.


Suatu hari, sewaktu Arnette pulang dari tempat yoga, dia mendapati ibu-ibu kecopetan dan Arnette mengejar pencopet itu.


Rupanya aksi pengejaran yang keren dilihat oleh seorang produser film.


Produser itu menawari Arnette untuk memainkan film action, akhirnya perempuan itu menemukan passionnya.


Walaupun tergolong pendatang baru di dunia perfilman, Arnette mendapat banyak atensi karena kedua mertuanya mempromosikan menantu mereka habis-habisan.


Bukan hanya Megan dan Theo tapi Zester juga menjadi sponsor untuk film Arnette.


Tentu saja hal pencapaian Arnette itu membuat Theor dan Agam menjadi bangga. Walaupun mereka sering ditinggal syuting oleh Arnette tapi mereka setia menunggu.


"Ayah, jam berapa ibu pulang?" tanya Theor.


"Mungkin sebentar lagi," jawab Agam sambil melihat jam di dinding. "Bagaimana kalau kita memasak sesuatu?"


"Ayo kita membuat spageti!" ajak Theor.


Karena Theor bersekolah di sekolah internasional, anak itu menjadi suka makanan bule.

__ADS_1


Justru Kaizen yang anak bule menyukai makanan lokal, mereka berdua seperti mempunyai jiwa yang tertukar.


"Baiklah, sepertinya ada spageti instan di kulkas," ucap Agam.


Sudah hampir dua semester pemuda itu kuliah, selama itu pula kehidupan pernikahannya berjalan baik-baik saja.


Walaupun kadang mereka semua sibuk tapi komunikasi terus berjalan dengan lancar.


"Aku akan mengaduk saosnya," Theor yang sudah semakin besar dan berhasil beradaptasi di dunia ayahnya, sudah menjalani kehidupan yang normal. Hanya saja sering kali orang-orang mengira kalau dia adalah adik Agam.


Tangan Theor mengaduk saos spageti lalu anak itu menuang saos ke atas spageti yang sudah direbus ayahnya.


Bersamaan dengan itu, Arnette pulang dan mencium aroma makanan dari dapur.


"Istriku, kami memasak spageti," ucap Agam sambil melambaikan tangannya supaya Arnette mendekat.


Arnette perlahan mendekat seraya menutup hidungnya. "Bau apa ini?"


Perempuan itu jadi mual dan langsung berlari ke wastafel, dia tidak tahan lagi. Sudah beberapa hari ini dia akan mual jika mencium bau makanan.


_


Rekomendasi karya baru geng ratu...


Judul : Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

__ADS_1


Napen : Itta Haruka07



__ADS_2