The Red Moon

The Red Moon
TRM BAB 39 - Mendarat Di Atas Ayang


__ADS_3

Arnette masih dalam mode waspada karena takut ada benda misterius yang jatuh lagi. Namun, dia mendapatkan hal mengejutkan karena perlahan perempuan itu melihat portal waktu terbuka dari atas sana.


Tak lama keluar dua sosok dari portal waktu itu yang langsung terjun dari atas ke bawah.


"Aaaa..." teriak Agam yang terjun bebas ke bawah. Dia tidak tahu kalau tempat pendaratannya adalah sungai.


Sebelumnya, setelah berkata jujur pada kedua orang tuanya, Agam segera bersiap-siap untuk pergi ke dunia Arnette. Dia sudah bertekad kuat untuk menjemput istri dan anaknya.


"Minggu depan sudah ujian, apa kau bisa kembali tepat waktu?" tanya Megan yang menyusul putranya.


"Pasti sempat, Bu. Aku tidak akan lama," jawab Agam percaya diri.


Sebenarnya bukan itu masalahnya, Megan takut kalau Agam tidak akan pernah kembali. Jadi, perempuan itu menangis sambil memeluk anak laki-lakinya.


"Aku berjanji pada ibu akan selamat dan membawa pulang menantu serta cucu ibu," ucap Agam membuat janji.


Mendengar itu, Megan sedikit lega. Dari kecil memang Agam sudah masuk ke dunia supranatural tapi dia tidak menyangka kalau akan sampai sejauh ini.


Bukan hanya Megan yang berat dengan kepergian Agam tapi Tini kembali menangis di pohon mangga yang membuat Agam merasa terganggu.

__ADS_1


"Berhentilah menangis!" pinta Agam.


Tini terbang ke arah Agam dan berusaha mencegah kepergian bestienya itu.


"Aku tidak butuh pembuktian apapun," ucap Tini.


Agam tersenyum tipis. "Aku pergi bukan karena kau tapi untuk istri dan anakku. Aku mempunyai firasat kalau sekarang adalah terakhir kali aku bisa melihatmu jadi..."


Pemuda itu mengulurkan tangannya pada Tini. "Terima kasih karena telah menjagaku selama ini, aku berharap kau bisa tenang dan tidak gentayangan lagi!"


Kalimat itu membuat Tini semakin menangis karena Agam mengucapkan kata perpisahan padanya. Kunti itu tidak bisa lagi mencegah kepergian teman yang Tini jaga dari bayi itu.


Agam pergi dengan dua tas besar senjata, entah itu cukup atau tidak, dia akan memikirkan nanti.


"Apa kau sudah siap? Aku sudah berhasil meningkatkan kekuatan teleportasiku tapi kita tidak tahu akan mendarat seperti apa karena portalnya terbuka sesuai dengan tujuan kita," jelas Simon.


Karena tujuannya Arnette jadi portal akan terbuka di tempat perempuan itu berada. Kalau semisal perempuan sedang perang otomatis Agam akan mendarat di sana.


"Apapun itu, aku sudah siap," ucap Agam selalu percaya diri.

__ADS_1


"Baiklah, ini sedikit berbeda dari biasanya," Simon mulai melakukan ritual membuka portal waktu ke dunia lain dengan menggunakan cincin pasangan Agam yang terhubung pada Arnette.


Ketika portal itu perlahan terbuka, Agam melihat monster terbang jadi pemuda itu langsung mengambil granatnya untuk dia lempar dan mengenai sang monster.


Mendengar suara ledakan dari granat sepertinya memang ide membawa amunisi senjata dari dunianya, ide yang brilian.


"Sekarang!" perintah Simon untuk masuk ke dalam portal.


Mereka berdua masuk dan langsung terjun bebas turun ke bawah.


"Sial!" Simon segera melakukan teleportasi supaya tidak jatuh. Dan dia juga membantu Agam mendarat dengan baik.


"Anggap saja ini bonus," ucapnya yang sengaja memperlambat kecepatan Agam jatuh supaya bisa mendarat tepat di atas tubuh Arnette.


"Aaaa..." Agam masih berteriak dan dia memang jatuh di atas tubuh istrinya.


Arnette terkejut dan tidak siap yang membuatnya terjatuh dan ditindih oleh Agam.


"Istriku, aku datang," ucap Agam yang langsung mencium bibir Arnette dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


_


Ada yang kangen wleowleo ala Arnette Agam gak nih? Wkwkwk


__ADS_2