
Arnette pergi ke istana menggunakan kuda dan siapa sangka kalau Agam juga bisa menggunakan hewan itu.
"Selama dua bulan terakhir, aku sudah berusaha keras untuk mempersiapkan diri ke sini," ucap Agam seraya menaiki kudanya. Walaupun belum benar-benar mahir tapi dia bisa mengendalikan kuda yang Agam tunggangi.
"Kau menyiapkan diri dengan baik," komentar Arnette. Dia juga menaiki kudanya.
Mereka pun bergegas ke istana di mana kaisar Erik menunggu mereka.
Bukan hanya kaisar Erik tapi dua putra mahkota, William dan Bastian juga ada di aula Kekaisaran.
Kedatangan Arnette begitu disambut tapi semua atensi kini tertuju pada Agam yang berjalan di belakang sang sword master.
"Saya menghadap, Yang Mulia," Arnette berlutut di depan kaisar seraya memegang dadanya.
Sementara Agam hanya membungkukkan badan lalu membantu Arnette untuk berdiri.
Bagi Agam, orang tua yang selama ini tidak pernah menganggap darah dagingnya ada bahkan menjadikan anak itu seperti pedang, tidak layak diberi penghormatan.
"Cih, kau datang bersama dengan laki-laki simpananmu," sindir William.
"Sepertinya bukan laki-laki simpanan tapi seorang gigolo yang memuaskan kapten di atas ranjang sampai mempunyai anak haram," tambah Bastian.
__ADS_1
Perkataan kedua orang itu membuat Agam emosi, baru beberapa detik bersama mereka saja Agam sudah dibuat tidak bisa menahan diri.
Di saat Agam ingin membuka mulut, kaisar Erik langsung menyela duluan.
"Kalian berdua, diamlah!" bentak Kaisar Erik dengan nada keras.
Seketika keadaan jadi hening, Arnette tidak percaya kalau ayahnya akan membentak kedua anak kesayangannya itu di depan umum.
"Aku memanggilmu kemari untuk memberitahu sesuatu," Kaisar Erik kini berbicara pada Arnette tanpa memperdulikan keberadaan Agam.
"Arnette Bavaria, dari dulu kau memakai nama belakang keluarga kerajaan tapi tidak pernah mendapat gelar putri kerajaan jadi mulai sekarang kau akan menjadi putri mahkota!"
"Dan anakmu akan menjadi pangeran yang sah!"
Lain dengan Agam yang semakin emosi mendengarnya.
"Kenapa baru sekarang?" protes Agam di sana.
"Setelah semua yang terjadi, kenapa baru sekarang?"
"Sudah terlambat karena Arnette tidak butuh semua itu!"
__ADS_1
William dan Bastian berdiri, mereka menunjuk para penjaga untuk menangkap Agam karena sudah bertindak lancang di depan kaisar.
"Tangkap dia! Berani sekali bicara kasar pada kaisar!" teriak William.
"Kurung dia di penjara bawah tanah!" tambah Bastian.
Walaupun mereka berdua tidak setuju dengan keputusan sepihak ayahnya tapi mereka tidak terima jika ada yang berbuat kasar pada kaisar.
"Tunggu!" Kaisar Erik justru menahan para penjaga yang akan menangkap Agam. Dia penasaran dengan pemuda tampan yang berani kasar padanya itu.
"Perkenalkan dirimu dengan benar!"
Agam menarik tangan Arnette supaya dekat dengannya, dia akan mengajari Arnette memberontak supaya tidak tunduk dengan orang-orang yang tidak menghargainya selama ini.
"Aku adalah suami dari kapten Arnette dan ayah dari anak yang akan menyelamatkan kerajaanmu ini," ucap Agam.
"A... apa?" Kaisar Erik tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Kami sudah menikah dan aku akan membawa kapten Arnette pergi dari sini, bukankah selama ini kalian tidak pernah menganggap istriku bagian dari keluarga kerajaan?" lanjut Agam.
Arnette sedari tadi hanya diam saja karena tidak menyangka Agam akan berani pada kaisar seperti itu.
__ADS_1
"Maka dari itu, aku akan memberikan istriku cinta dan keluarga yang tidak pernah dia dapatkan selama ini," ucap Agam dengan menggebu-gebu.