Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi

Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi
Pasukan pengawal Kademangan


__ADS_3

Malam itu semua telah berkumpul di Oro-Oro Ombo.


Kini ada ratusan pemuda dan pria-pria yang masih kuat yang telah bergabung dalam pengawal Kademangan Pucakwangi.


Akan tetapi Ki lurah  prajurit, Ki Jagadenta telah membagi menjadi dua kelompok yang besar yang membedakan antara para pemuda yang mempunyai kemampuan cukup lumayan dengan para pemuda dan para pria yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan keprajuritan.


Mereka telah siap bergabung dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi para perampok yang telah berkumpul di gua lowo seperti yang dilaporkan oleh Bango Putih.


Dan ketika mereka sudah mulai berlatih di Oro-oro Ombo, tiba-tiba saja dua ekor kuda bergerak menuju ke arah mereka.


Dan setelah dekat maka Ki Jagadenta segera mengenali bahwa mereka adalah dua orang prajurit yang telah dikirimnya ke kota Kadipaten Pati.


Kedua penunggang nya adalah  Sarno dan Suro.


"Di mana Kasan?" Tanya Ki Jaga Denta ketika dilihatnya yang datang ternyata hanya dua orang anak buahnya.


Padahal sebelumnya mereka bertiga telah berangkat membawa perintah dari Ki Jagadenta untuk meminta bantuan dari Pati.


"Kasan mendapat tugas lain Ki Lurah," kata Suro setelah dia turun dari kudanya.


"Lalu bagaimana dengan permintaanku pada Senopati ?" Tanya Ki Jaga Denta.


"Maaf Ki Jagadenta, kami telah menyampaikan kepada  Ki Rangga Dipayuda dan ki Rangga Dipayuda lah yang telah menyampaikan kepada Ki Tumenggung  Sawunggaling bahwa keadaan di Kademangan pucak wangi ini sedang dalam bahaya karena kemungkinan akan adanya serangan dari para begal dari alas kunduran itu."


"Aku telah menyampaikan akan kekuatan dari para begal itu. Akan tetapi menurut Ki Tumenggung Sawunggaling, bahwa semua prajurit Pati tengah dipersiapkan untuk menghadapi serbuan orang-orang Mataram."


"Dan keadaan tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan kepada kita di sini. Sehingga diharapkan di Lurah Jagadenta membentuk sebuah kesatuan yang terdiri dari para pemuda dari Kademangan ini."


"Ki Senopati berharap bahwa Ki Lurah mampu menggalang kekuatan yang tiap-tiap saat bisa memberikan bantuan kepada para prajurit di Pati jika keadaan semakin gawat dan berbahaya."


"Dan melalui Rangga Dipayuda, Ki Tumenggung Sawunggaling telah memberikan sepucuk surat akan pengangkatan Ki Lurah Jagadenta menjadi seorang Rangga!"


" Inilah surat nya Ki," kata Suro yang kemudian telah menyerahkan gulungan surat pengangkatan dan lencana seorang Rangga.


Begitu mendengar keterangan dari anak buahnya ini seketika ada perasaan senang akan tetapi juga perasaan khawatir di hati lurah prajurit ini.


Bagaimanapun juga ini adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar untuk bisa mempertahankan keseimbangan ini dari serangan para begal itu.

__ADS_1


Sesaat kemudian Ki Jagadenta  telah membaca dan dia pun mengangguk-anggukkan kepala.


"Dalam surat ini telah tertulis pengangkatanku menjadi seorang Rangga dan aku telah diberikan wewenang penuh untuk membentuk prajurit dari para pemuda yang ada di padukuhan dan Kademangan Pucakwangi serta dukuh-dukuh yang ada di sekitar Kademangan ini."


"Sementara aku juga diberikan kewenangan untuk mengangkat seorang Lurah menggantikan posisiku karena aku kini telah menjadi seorang Rangga." Kata Ki Lurah Jagadenta .


"Maka dengan ini dengan kewenangan yang ada padaku, maka kalian berdua akan ku angkat sebagai lurah prajurit membawahi kelompok-kelompok kecil dari para pengawal Kademangan  ini," kata di Jagadenta.


"Sendiko dawuh Ki Rangga Jagadenta!" Seru kedua prajurit ini yang kemudian telah berjongkok sambil menyembah ke arah ki Rangga Jaga Denta.


"Sekarang tugas pertama kalian, Sarno dan Suro!  Pimpin dan latihlah para pemuda dan pria-pria yang belum mempunyai kemampuan keprajuritan sama sekali itu."


"Aku akan melatih pemuda-pemuda yang sudah aku latih sebelumnya yang punya dasar-dasar yang sudah lumayan baik!' kata Ki Rangga Jagadenta.


"Siap Ki Rangga! " Seru kedua orang ini yang kemudian telah bangkit berdiri dan kemudian menuju ke barisan para pemuda dan pria dari Kademangan pucak wangi ini.


Sementara Ki Jagadenta telah kembali ke barisan di mana para pemuda yang sudah dilatihnya beberapa saat telah menunggu.


Ada sekitar lima puluh pemuda yang telah dibentuk sebelumnya dan di antara mereka adalah Tirta Bayu dan Adnan serta LokaJaya.


Kini setelah beberapa saat berlatih para pemuda ini mempunyai kemampuan yang cukup untuk bisa mempertahankan diri mereka akan tetapi Ki Jaga Denta masih sangat khawatir jika mereka berhadapan dengan para begal dari alas kunduran.


Ki Jagadenta telah berkata.


"Ketahuilah wahai para pengawal Kademangan Pucakwangi, aku telah mendapatkan perintah dari Ki Tumenggung Sawunggaling di Pati untuk membentuk pasukan."


"Membentuk sebuah kekuatan untuk mempertahankan Kademangan ini dari serangan para begal itu maupun serangan prajurit Mataram yang mungkin saja akan melewati dan membakar Kademangan Pucak wangi ini."


"Dan kini aku adalah seorang Rangga yang akan memimpin kalian! Sementara Ki Sarno  Ki Suro aku angkat menjadi lurah lurah prajurit!"


"Sementara kalian pun resmi telah menjadi prajurit-prajurit kadipaten Pati yang bertugas di Kademangan ini,"  Seru Ki Rangga Jagadenta berapi api.


"Kita pertahankan tanah kita ini sampai titik darah penghabisan!" Seru Ki Rangga Jagadenta.


Mendengar keputusan yang telah disampaikan Ki Tumenggung Sawunggaling melalui Ki Rangga, seketika para pemuda ini telah berteriak gembira sambil mengacungkan senjata dan genggamannya ke udara!


"Kami siap Ki! Kami Siap Mempertahankan Kademangan ini dengan darah kami!" Seru para pemuda bersemangat dan terdengar bergemuruh hingga membelah dinginnya malam dan menggetarkan segenap Oro Oro Ombo.

__ADS_1


Dengan keputusan ini maka semangat dari para pemuda telah membakar dada dada mereka.


Sebuah kebanggaan bagi mereka dapat masuk menjadi prajurit Kadipaten Pati Pesantenan


Ki Rangga Jagadenta nampak mengaguk-agukkan kepala.  Dia nampak puas dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pemuda ini.


Setelah memberikan sambutannya maka Ki Rangga Jagadenta telah memerintahkan semuanya untuk membentuk lingkaran besar untuk mereka berlatih tanding.


"Aku akan memilih kembali siapa-siapa saja yang akan menjadi ketua ketua kelompok prajurit. Yang selanjutnya akan membawahi masing-masing sepuluh orang prajurit.'


"Paling tidak aku membutuhkan lima belas pemuda yang akan menjadi ketua regu kecil," kata Ki Rangga Jagadenta.


Mendengar keterangan dari Rangga Jagadenta semua nampak bersemangat untuk bisa menjadi ketua regu.


Loka Jaya yang mendengar ini nampak tersenyum, dia telah mempunyai rencana-rencana di dalam hatinya.


Ya, dia ingin menggapai posisi yang lebih tinggi dan bahkan mungkin menjadi seorang Tumenggung di kadipaten Pati.


Sementara itu Bango putih nampak  berkata dengan perlahan kepada Tirta jaya Kusuma, Bayu dan Adnan.


"Untuk kali ini saja kalian harus menunjukkan sedikit kemampuan kalian supaya kalian mampu menjadi pemimpin kelompok-kelompok ini." Kata Bango putih.


"Aku yakin kalian mampu melakukan itu. Jika kalian bisa menjadi ketua-ketua kelompok ini paling tidak kalian akan bisa berbuat jauh lebih banyak untuk bisa membantu Kademangan ini dari bencana." kata Bango Putih.


Ya nampaknya Bango  Putih telah memahami satu hal. Tirta Jaya Kusuma, Bayu dan Adnan adalah orang-orang yang tidak gila hormat tidak mengharapkan penghargaan dan penghormatan! Mereka berjuang dengan tulus ikhlas demi tegaknya keadilan.


Dan sengaja Bango Putih menyampaikan hal seperti ini agar ketiga pemuda ini mau sedikit menunjukkan kemampuan nya.


"Apa yang disampaikan oleh Kang  Bango Putih benar adanya Tirta," bisik Bayu.


"Bagaimanapun juga jika kita menjadi pemimpin kelompok kita akan bisa berbuat lebih banyak dalam menolong kedengaran ini dan kemungkinan kita pun akan bebas bergerak diantara para prajurit di Pati."


"Dan bahkan mungkin kita akan mendapatkan kesempatan untuk bisa bergabung dengan prajurit utama di kadipaten Pati," lanjut Bayu.


Tirta nampak terdiam. Sebenarnya lah dia ingin menolong para penduduk di kademangan pucak wangi ini tanpa dia memperlihatkan dirinya! Tanpa dia secara terang-terangan menunjukkan kekuatannya.


Namun apa yang telah disampaikan Bayu memang benar adanya.

__ADS_1


"Benar Bay! Apa yang telah engkau sampaikan benar adanya."


"Baiklah kita akan menunjukkan sedikit kemampuan paling tidak kita akan bisa menjadi ketua-ketua kelompok." Kata Tirta Jaya Kusuma.


__ADS_2