Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi

Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi
pertunjukan kekuatan


__ADS_3

Kini hanya tinggal Bayu dan Lokajaya yang tersisa di tengah arena, Ketika kemudian dengan cepat Lokajaya mengayunkan tongkatnya menyerang kearah Bayu yang baru saja membuat lawannya kelelahan.


Serangan yang sangat cepat dan ganas!


Bukan sekedar serangan kosong.


Nampaknya serangan ini telah dilandasi kekuatan batin yang sangat hebat.


Bayu segera menyadari bahwa Lokajaya ini benar-benar seorang pemuda yang berilmu sangat tinggi.


Rata-rata orang-orang di zaman ini adalah orang-orang yang membekali diri dengan kekuatan dan mereka rela melakukan olah batin dengan  mesu diri yang membuat jiwa dan raga mereka benar-benar sangatlah kuat dan tangguh.


Bukan hal yang aneh jika orang orang di zaman itu ora tedas tapak palu neng pande ( tidak mempan senjata tajam).


Sebelumnya, waktu dia berada di padukuhan-padukuhan kecil yang mereka lewati sebelum nya. Bayu, Adnan dan Tirta belum menjumpai seorang yang sangat kuat seperti halnya Lokajaya ini.


Dan kini dia pun segera menyadari pemuda ini adalah seorang pemuda yang sangat tangguh.


Dengan sigap Bayu pun  telah mengerahkan kekuatannya yang di landasi dengan ajian Bayu Bajra.


Dan tongkatnya pun telah diayunkan.


Dan..


"Duarr...!"


Benturan dua tongkat yang telah dilapisi dengan kekuatan yang luar biasa telah saling berbenturan..


Dan


"kraaak..!"


Dua tongkat ini seketika telah bergerak patah ketika kemudian dengan sikap Lokajaya telah mengayunkan tubuhnya menyerang dengan menggunakan kaki kanannya.


"Syuut..!"


Sebuah kecepatan yang sangat luar biasa dan membuat aura di sekitar tempat ini pun seketika berubah.


Nampaknya Lokajaya benar-benar ingin menjatuhkan lawannya ini dengan cepat.


Dia ingin menunjukkan kekuatannya di depan semua orang supaya semua orang mengetahui bahwa dialah orang terkuat dan layak menjadi pemimpin diantara orang orang ini.


Dia telah melihat kekuatan Bayu yang memang  cukup hebat, sehingga dia pun telah menggunakan kekuatannya yang luar biasa pula dengan dilandasi dengan kekuatan batin dan juga kecepatan.


Dengan mengerahkan segenap kekuatan di lengan kirinya Bayu telah memapak tendangan dari Lokajaya.


Kembali lengan besar Bayu telah berbenturan dengan kaki dari Lokajaya.


"Dess!"

__ADS_1


Sebuah benturan yang sangat keras membuat Bayu tergetar mundur beberapa langkah sementara loka Jaya yang tengah melayang di udara setelah memutar tubuhnya dan kini dia telah melakukan serangan dengan kaki kirinya.


Cepat bukan main gerakan Lokajaya ini.


Udara di sekitar arena pertarungan pun telah berubah seakan semakin berat dan menyesakkan


Inilah pengaruh yang telah ditimbulkan karena pengerahan dua kekuatan batin antara LokaJaya dan juga Bayu.


Sebelumnya Bayu telah diberikan pesan oleh Tirta Jaya Kusuma bahwa mereka akan menemukan lawan-lawan yang jauh lebih tangguh di masa ini dibandingkan dengan lawan mereka di masa mereka.


"Kalian harus tahu bahwa manusia-manusia nenek moyang kita leluhur kita di Jawa di zaman itu adalah manusia-manusia pilih tanding yang telah membekali diri mereka dengan olah batin dan olah rasa yang mampu membuat mereka menjadi manusia-manusia yang linuwih." Terang Tirta pada kedua sahabatnya ini.


Dan pertarungan antara Bayu melawan Lokajaya pun semakin mendebarkan membuat rerumputan di sekitar tempat ini telah rusak dan tanah yang mereka pijak seperti dibajak.


Ki Rangga Jagadenta yang menyaksikan pertarungan ini pun kini telah menyadari bahwa kedua pemuda ini nampaknya bukanlah pemuda yang sembarangan.


Nampaknya Bayu pun telah melupakan apa yang telah dipesan oleh Tirta Jaya Kusuma untuk mengendalikan dirinya dan sebisa mungkin mengalah.


Dengan posisinya seperti sekarang ini Bayu pun sudah pasti terpilih menjadi ketua regu akan tetapi dengan tingkah dan sikap dari Lokajaya nampaknya Bayu telah terpancing emosinya.


"Jika pertarungan ini dilangsungkan lebih lama lagi, maka dapat dipastikan salah satu dari keduanya akan mengalami luka," batin Ki Rangga.


Hingga akhirnya Ki Rangga Jagadenta  telah berteriak keras untuk menghentikan pertarungan antara kedua anak muda ini.


"Berhenti! Cukup! Kalian berdua telah terpilih menjadi ketua ketua regu tidak perlu bertarung seperti mengadu jiwa musuh kalian adalah para begal dan juga pasukan Mataram bukan kawan-kawan sesama pengawal padukuhan ini!" Seru Ki Rangga Jagadenta.


Dan tiba-tiba dia pun dengan sengaja memperlambat gerakannya sehingga sebuah tendangan keras telah menghantam perutnya yang sebesar gentong itu.


Sebuah tendangan lurus dengan kekuatan dahsyat pun telah menghantam dengan keras perut .


Bayu telah mengerahkan kekuatannya dan memusatkan di perut.


Dan ..


"Desss!"


Tendangan telah membentur perut yang seperti karet


Sengaja Bayu melontarkan dirinya kebelakang untuk menghindari efek tendangan dari Lokajaya.


Terkejut juga Lokajaya merasakan kekuatan dari perut Bayu yang seakan-akan telah membuat tenaganya kembali kearahnya.


Tenaga tolakan yang sangat kuat!


Bayu pun kemudian telah berpura-pura sempoyongan dan kemudian jatuh terduduk.


Loka Jaya nampak sangat penasaran sehingga dia telah mengabaikan perintah dari Ki Rangga Jagadenta.


Kini Lokajaya melompat dan melakukan serangan dengan pukulan tangan kanannya.

__ADS_1


Ki Rangga yang berdiri tidak jauh dari tempat itu pun kemudian telah melompat untuk menghadang serangan dari Lokajaya.


Dan ..


"Dess..!"


Pukulan dari LokaJaya telah membentur pertahanan dari Ki Rangga Jagadenta.


Akan tetapi akibatnya tubuh ki Rangga Jagadenta telah terlontar dan melayang ke arah Bayu yang masih terduduk.


Sigap, Bayu telah menangkap tubuh di Rangga Jagadenta.


Lokajaya nampak terkejut akan tetapi ada satu senyum tipis di wajahnya.


Dia telah menunjukkan kekuatannya dan ternyata keranda jaga detakun tidak mampu menahan kekuatan dari Lokajaya.


Ki Rangga Jagadenta nampak meringis menahan kesakitan dan memegang dadanya.


"Cukup! Cukup Lokajaya!" Seru Ki Jagadenta.


"Jika engkau ingin bergabung dan menjadi prajurit Pati, engkau harus tunduk dan mematuhi aturan yang aku tetapkan." kata Ki Rangga.


"Tidak ada seorangpun yang boleh melanggar peraturan ini termasuk engkau atau siapapun walaupun dia mempunyai kemampuan kanuragan yang sangat tinggi sekalipun," kata  Ki Rangga Jagadenta.


"Baik Ki, maafkan aku," kata Lokajaya dengan nada yang tidak enak untuk didengar.


Sebagai seorang murid yang sangat dikasihi oleh sang guru, Kyai Karangjati. Lokajaya sudah terbiasa mendapatkan segala keinginannya dan sudah terbiasa memandang orang lain lebih rendah daripadanya.


Dia merasa dialah yang terbaik dan terkuat di antara orang-orang ini bahkan dengan Ki Rangga Jagadenta sekalipun.


Sebenarnya lah LokaJaya tidak begitu setuju ketika gurunya, Kyai Karangjati yang  mengajaknya dan menyuruhnya bergabung dengan pengawal di Kademangan Pucakwangi ini.


Loka Jaya sebenarnya menginginkan untuk bergabung dengan masukan yang ada di kadipaten Pati di bawah Tumenggung Tumenggung dan Senopati Senopati tangguh yang memungkinkan dirinya bisa dengan cepat menanjak posisinya, dan dan bukan bergabung dengan prajurit di pinggiran yang merupakan prajurit-prajurit kelas dua dari Kadipaten Pati Pesantenan.


Namun Kyai Karangjati mempunyai alasan tersendiri akan hal ini.


"Jika engkau bergabung dengan pasukan di Kota Kadipaten, maka engkau akan sulit untuk bisa menunjukkan kemampuanmu apalagi di sana telah berkumpul tumenggung temenggung dan senopati senopati tangguh seperti Ki temanggung Sawunggaling, Ki Tumenggung  Kunduran, Ki  Tumenggung Tohjaya dan yang lainnya."


"Engkau masih memerlukan pengalaman untuk bisa menghadapi orang-orang kuat di kadipaten Pati Pesantenan." Kata Kyai Karangjati kepada murid kesayangannya ini.


"Jika Engkau bergabung dengan para pengawal Kademangan Pucakwangi, kemungkinan kedudukanmu pun akan bisa cepat naik."


"Engkau akan bisa menggeser Ki Rangga Jagadenta." Kata Kyai Karangjati.


"Aku akan membantumu dan memastikan untuk itu muridku," terang Kyai Karangjati.


"Baiklah guru aku akan menerima apa yang guru tentukan untukku," kata Lokajaya.


Memang Lokajaya ini sangat menurut pada gurunya. Walaupun dia sangat tinggi hati dan sombong serta tidak menghargai orang lain, namun dengan gurunya dia sangat menurut dan mendengar apapun yang di tentukan oleh sang guru padanya.

__ADS_1


__ADS_2