
Dan apa yang telah dikhawatirkan oleh sang pemimpin rombongan penari tayub ini pun segera terjadi.
Laki-laki brewok ini telah membuat gerakan-gerakan yang membuat sang gadis muda penari tayub ini benar-benar merasa cemas dan gelisah.
Hingga akhirnya gadis ini telah memutuskan untuk memberikan selendangnya yang berwarna kuning kepada pria muda yang cukup gagah yang sejak tadi pun telah berusaha mendekati sang gadis penari walaupun laki-laki brewok terus menghadangnya dan bergerak ke sana kemari berusaha menutup pergerakan dari sang laki-laki muda.
"Heh!?" Genduk Cah Ayu! Berani-beraninya engkau berikan sampur itu kepada pemuda itu!
Tahukah engkau akulah penguasa hutan Kunduran!" seru pria brewok ini nampak geram dan marah.
Nampaknya dia tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh gadis muda penari tayub ini.
Laki-laki brewok ini kemudian telah menghentikan tariannya dan kemudian berusaha merebut sampur (selendang) kuning yang kini telah dikenakan dan dikalungkan di leher pria muda dan gagah yang sejak dari tadi berebut dengan sang pria brewok mendapatkan perhatian dari sang penari.
Tangan kanan pria brewok ini pun telah berusaha menggapai ke arah selendang kuning yang dikalungkan di leher pria muda gagah ini.
Namun ternyata pria muda gagah ini pun mempunyai cukup keberanian untuk menghadapi laki-laki brewok yang sangat kasar ini.
Begitu mengetahui bahwa sambaran tangan kanannya yang hendak menarik selendang kuning dari si pemuda tampan telah ditepis dengan tangan kiri dari sang pemuda alangkah marahnya laki-laki brewok ini.
"Kurang ajar! Bocah bagus, nampaknya kau mempunyai sedikit keberanian!
Tapi jangan menyesal jika aku berbuat kasar kepadamu!" Seru laki-laki brewok ini yang nampaknya kembali bersiap menggunakan kekerasan untuk merebut selendang kuning yang ada di leher pemuda gagah dan tampan ini.
Dan kali ini tanpa basa-basi lagi pria brewok dan kasar ini telah melayangkan tangannya memukul ke arah wajah dari sang pria muda..
"Wuuuz...!"
Ayunan tangan ini nampaknya sangat kuat dan cepat.
Dan pemuda tampan ini pun sebelah mengangkat tangannya untuk menangkis pukulan dari laki-laki brewok yang sangat kasar ini.
Dua kekuatan pun segera berbenturan.
ternyata dalam benturan ini sudah dirasakan oleh sang pemuda bahwa laki-laki brewok ini ternyata selain seram dan kasar ternyata mempunyai kekuatan yang tidak dapat diimbangi.
Memang tubuh dari laki-laki brewok ini terlihat cukup berisi dan berotot.
Dadanya nampak dipenuhi dengan otot-otot yang terlihat kekar dan menonjol.
dalam benturan ini terlihat pemuda ini hampir terjatuh.
Tubuhnya telah tergetar ke samping karena menahan pukulan tangan kanan dari laki-laki brewok ini.
__ADS_1
Dan tidak hanya sampai di situ saja, laki-laki brewok ini kemudian telah melayangkan tendangan lurus ke arah pemuda yang nampaknya sudah kehilangan keseimbangannya.
Dan.
"Dess!"
Sebuah tendangan lurus telah menghantam lambung dari sang pemuda sehingga telah membuat pemuda ini pun terpental dan jatuh bergulingan.
Dan pada saat itulah laki-laki brewok ini telah melompat dan kemudian telah menarik selendang yang masih dikenakan di leher sang pemuda.
Kejadian ini berlangsung sangat singkat sehingga telah mengejutkan semua yang berada di tempat ini.
Bahkan Ki Demang Pucakwangi yang tadinya duduk bersama beberapa tamu undangan telah berdiri dari tempatnya.
Sementara itu beberapa orang laki-laki segera bergerak mendekati pemuda yang sedang kesakitan karena tendangan lurus dari laki-laki brewok.
"Bagaimana keadaanmu Raden Rangga!" Seru seorang pria yang nampaknya adalah pengawal dari pemuda ini.
Sementara itu beberapa orang pria yang nampaknya juga pengawal dari pemuda ini telah mengurung laki-laki brewok dan kasar ini.
"Hua ha ha, nampaknya engkau bukanlah pemuda sembarangan anak muda!
Ternyata engkau kemarin membawa centeng-centeng mu!" seru laki laki Brewok ini
Usai berkata demikian seorang pengawal kemudian telah melompat dan berusaha meringkus sang laki-laki brewok.
namun nampaknya laki-laki brewok ini bukanlah seorang yang sembarangan.
Laki-laki brewok ini pun dengan mudah telah menghindarkan diri dan kemudian telah melayangkan sebuah pukulan tangan kanan sehingga telah membuat sang pengawal terkejut bukan main melihat pukulan ini yang nampaknya sangat kuat dan cepat.
Melihat seorang pengawal telah terlibat pertarungan dengan laki-laki brewok ini maka dua orang pengawal yang lainnya kemudian telah membantu pengawal pertama dan terjadilah pertarungan antara tiga orang pengawal dengan laki-laki brewok ini.
Namun ternyata setelah bertarung beberapa saat kemudian.
Ternyata kekuatan laki-laki brewok ini sangatlah kuat.
Tubuhnya nampaknya mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga beberapa kali pukulan yang mengenai dada dan perutnya seakan-akan tidak dirasakannya.
Justru tendangan kaki kanan dan juga pukulan kedua tangan dari laki-laki brewok lah yang telah menghajar tiga orang pengawal dari sang pemuda.
"Nampaknya malam ini akan terjadi keramaian Ragil!" Bisik sang pemimpin rombongan tari ini.
"Benar Kang Dipo !" Kata penabuh slenthem ini.
__ADS_1
"kita lihat perkembangannya Ragil," lanjut sang penabuh kenong.
Sementara itu pertarungan untuk terus berlangsung.
Walaupun dikeroyok oleh tiga orang pengawal dari Raden Rangga, nampaknya laki-laki brewok ini tidak mengalami kesulitan.
justru beberapa kali pukulannya telah menghantam wajah dan tubuh dari tiga orang pengawal yang mengeroyoknya.
Sementara itu melihat kejadian ini para pengawal Kademangan Pucakwangi telah berkerumun.
Akan tetapi mereka tidak berani untuk lebih dulu terjun karena melihat laki-laki brewok ini sangatlah kuat dan kasar.
Tandang dari laki-laki brewok ini begitu nggegirisi dan nampaknya tidak akan mudah untuk bisa menghadapi laki-laki brewok ini.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian tiga orang pengawal ini pun telah jatuh bergelimpangan.
Wajah-wajah Mereka terlihat kesakitan.
Wajah mereka telah babak belur dan gigi-gigi mereka pun telah tanggal akibat terkena pukulan yang sangat kuat dari sang laki-laki brewok.
"Ayo siapa lagi yang akan mencoba-coba!" Seru laki-laki brewok ini seraya membusungkan dadanya.
"Siapa yang akan menghadapi Si Brewok penguasa dari hutan
Kunduran ini!" Kembali laki-laki ini telah berteriak keras, sementara salah satu kakinya telah menginjak dada dari salah satu pengawal yang sudah tidak berdaya.
Semua orang yang ada di tempat itu nampak terdiam dan tidak ada satupun yang berani berbicara.
"Hmm.. Ketahuilah warga Kademangan Pucakwangi! Jika aku mau, maka aku bisa menggilas semua padukuhan yang ada di Pucakwangi ini!" Seru laki- laki brewok ini dengan sombongnya.
Sementara itu Ki Jagabaya nampak khawatir dengan semua perkembangan yang terjadi.
Dia telah melihat beberapa orang asing berada di tempat ini.
Dia tidak tahu berada di pihak manakah orang-orang asing ini.
Akan tetapi dilihat dari penampilannya nampaknya mereka adalah satu rombongan dengan laki-laki brewok ini.
"Jangan main-main di tempat ini Kisanak! Kademangan pucak wangi berada dalam naungan kadipaten Pati pesantenan! Apa yang terjadi di tempat ini pastilah akan segera diketahui oleh para prajurit dari kadipaten Pati pesantenan."
"Jadi aku harap jangan membuat kerusuhan di tempat ini!" kata Ki Jagabaya berusaha menakuti laki-laki brewok ini.
"Ha, ha ha ..!" kembali terdengar tawa dari laki-laki brewok ini yang nampaknya telah meremehkan apa yang dikatakan oleh Ki Jagabaya.
__ADS_1