Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi

Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi
Kembali Berlatih Menyongsong Api Peperangan


__ADS_3

"Jangan mengejar mereka!" Seru Ki tumenggung kepada prajuritnya.


"Mereka adalah para begal dan perampok yang telah menguasai wilayah di sekitar tempat ini jadi akan sangat berbahaya jika kalian mengejar mereka di mana memang inilah tempat mereka sehari-hari." Terang Ki Tumenggung.


"Tapi Ki temanggung, dengan membiarkan mereka lolos, akan sangat membahayakan padukuhan-padukuhan yang ada di sekitar gunung Gamping ini."


"Mereka bisa saja kembali muncul membuat kekacauan di padukuhan di sepanjang lereng gunung  Gamping ini," kata Ki Rangga Jagadenta.


"Aku akan mengirim para telik sandi terbaik dari Pati untuk mengikuti pergerakan mereka dan juga mengetahui  tempat mereka gunakan sebagai pijakan Jagadenta!" Kata Ki Tumenggung.


Dan kemudian Ki Tumenggung telah memerintahkan tiga orang dari pasukannya yang memang telah terbiasa melakukan tugas ini untuk mengikuti para begal  yang sedang mengundurkan diri tersebut.


Ya walaupun mereka berhasil melarikan diri akan tetapi mereka pun telah meninggalkan kerugian yang sangat besar di tempat ini.


Beberapa orang dari anggota begal alas kunduran telah menjadi korban, baik terbunuh maupun terluka.


Para pengawal padukuhan Pucakwangi segera menguburkan para begal yang terbunuh dan menawan beberapa orang dari para pegal ini.


Demikianlah mereka kemudian telah menuruni Bukit Gamping ini dan kembali menuju ke arah pedukuhan Pucakwangi dengan membawa para tawanan dan juga orang orang yang terluka.


***


Siang itu mereka, para tetua dan sesepuh telah berkumpul di banjar padukuhan.


Orang-orang yang telah terluka sudah semakin membaik berkat perawatan dari Tirta Jaya Kusuma dan kawan-kawannya.


Mereka sangat berterima kasih dan sangat bersyukur keberadaan pemuda-pemuda ini yang memiliki ilmu pengobatan yang sangat baik yang mampu memberikan pengobatan yang sebaik-baiknya kepada para pengawal dan para warga padukuhan.


Ketika kemudian Ki Tumenggung Sawunggaling telah menyatakan niatnya untuk mengajak Tirta Jaya Kusuma Bayu dan Adnan untuk Kota Kadipaten Pati Pesantenan.


"Maaf Ki Tumenggung, kami bertiga untuk sementara waktu akan membantu pertahanan di wilayah ini."


"Bagaimanapun, pasukan Mataram jika ingin menyerang ke Kadipaten Pati haruslah melewati tempat ini dan aku kira justru Ki Tumenggung harus segera menyiapkan pasukan segelar sepapan untuk menyongsong orang-orang Mataram itu terutama di sepanjang Gunung Gamping!"  Kata Ki Rangga Jagadenta.


ki Rangga Jagadenta, Ki Demang dan Ki Jagabaya nampaknya sangat keberatan jika Tirta Jaya kusuma, Bayu dan Adnan meninggalkan Kademangan mereka.


Sementara Lokajaya sendiri pun yang juga mendapatkan penawaran serupa oleh ki Tumenggung Sawunggaling sudah bersedia diajak ke Kadipaten, akan tetapi dia ragu-ragu karena pesan dari sang guru, Kyai Karangjati tentang keberadaannya yang memang menurut Sang Guru lebih baik berada di Kademangan ini dan mengambil alih pasukan ini dibandingkan jika harus mengabdi di kota Kadipaten Pati di mana  para prajurit tangguh telah berkumpul di sana.


"Jangan khawatir Ki Rangga Jagadenta, Ki Demang! Aku sudah memikirkan akan hal itu."

__ADS_1


"Lambat atau cepat aku akan membawa dan mandegani pasukan segelar sepapan yang nantinya akan aku kirimkan ke Kademangan ini untuk berjaga-jaga dari orang orang Mataram."


"Akan sangat berarti bagiku jika dalam pasukanku ada anak muda seperti Lowo Ijo ini dan juga Lowo gemblung dan si Codot!" Kata Ki Tumenggung.


Tirta nampak  termenung memikirkan keinginan Ki Tumenggung Sawunggaling ini.


Setelah beberapa saat membuat pertimbangan dan memikirkan masalah ini, Lowo Ijo pun kemudian telah memberikan jawabannya.


"Jika memang Orang-orang Mataram itu akan melewati tempat ini maka memang apa yang dikatakan oleh Ki Rangga dan Ki Demang ada benarnya Ki Tumenggung."


"Biarlah saya berada di tempat ini untuk membantu para warga Kademangan Pucakwangi ini," kata pemuda ini.


Ki  Tumenggung  Sawunggaling nampak memandang dengan tersenyum ke arah pemuda ini.


Semua perkataan dari pemuda ini nampaknya telah diperhitungkan dengan sebaik-baiknya dengan sang pemuda.


"Pasti dia mempunyai pemikiran tertentu," batin Ki Tumenggung.


"Sayang sekali jika engkau tidak bersedia bersama aku kembali kota Kadipaten anak muda."


"Jika saja engkau bisa bergabung dengan pasukanku di Kadipaten Pati, paling tidak engkau akan menjadi lebih cepat dalam tataran kedudukan keprajuritan."


"Mungkin engkau mempunyai harapan-harapan yang bagus dan kelak bisa menduduki jabatan tinggi di Kadipaten Pati Pesantenan," kata Ki Tumenggung lagi.


"Baiklah, bantulah warga Kademangan ini anak mas."


"Dan nanti jika pasukan segelar sepapan telah ditempatkan di sekitar Kademangan ini maka ada kemungkinan engkau bisa bergabung dengan pasukan itu dan aku akan memberikan posisi dan jabatan yang tepat dalam pasukanku," kata Ki Tumenggung Sawunggaling.


Tirta hanya mengangguk-anggukan kepala sementara dalam kebimbangannya Lokajaya akhirnya memutuskan untuk  bertahan di Kademangan  Pucakwangi ini.


"Baiklah kalau kalian memilih untuk bertahan di Kademangan ini."


"Aku dan pasukan ku akan segera kembali membawa pasukan segelar sepapan dan membuat garis pertahanan di daerah ini." Kata Ki Tumenggung.


Demikianlah hari itu  Ki  Tumenggung Sawunggaling telah bersiap kembali ke Kadipaten Pati Pesantenan.


Namun yang cukup mengejutkan adalah bahwa putrinya, Pandan Arum menyatakan kepada sang ayah bahwa dia ingin untuk sementara waktu berdiam di Kademangan ini.


Pandan Arum merasa di tempat ini dia mendapatkan kawan-kawan yang baik seperti Rara Wulan, LokaJaya dan juga beberapa anak muda dari padukuhan ini.

__ADS_1


Pandan Arum merasa senang bisa bergaul dengan mereka.


Dan Ki  Tumenggung  pun tak bisa menolak keinginan dari putrinya ini.


Gadis ini adalah seorang gadis yang manja dan kini tiba-tiba dia ingin berada di antara orang-orang dari Kademangan ini.


"Jika memang demikian keinginanmu, ayah tidak bisa menolaknya Nduk Arum." Kata Ki Tumenggung Sawunggaling.


"Untuk sementara aku titipkan putriku ini kepada kalian semua, Ki Rangga Jagadenta, Ki Demang. Biarlah untuk sementara Pandan Arum membantu kalian di sini melatih anak-anak muda dan para pengawal kedemangan Pucakwangi," kata Ki Tumenggung Sawunggaling.


***


Pagi itu, Ki Rangga Jagadenta telah memerintahkan semua pemuda yang tergabung dalam pasukan pengawal ketemuan Pucakwangi  berkumpul di Oro -oro Ombo.


Seperti pesan dari Ki  Tumenggung Sawunggaling untuk secepatnya para pemuda ini mendapatkan latihan yang lebih keras untuk menghadapi orang-orang Mataram untuk menghadapi kemungkinan api peperangan akan melanda daerah ini.


"Kalian harus bersiap mempertahankan daerah ini dengan darah dan nyawa kalian!"


"Kita pertahankan Kademangan Pucakwangi ini sampai titik darah penghabisan." Seru Ki Rangga Jagadenta berapi api.


"Untuk itulah aku harap kalian berlatih ilmu keprajuritan dengan bersungguh-sungguh!" Kata Ki Rangga Jagadenta.


"Siapkah kalian!?" Seru Ki Rangga dengan keras.


"Siaaaap! Kami siap Ki!" Seru semua pemuda serentak.


Ki Rangga Jagadenta  nampak sangat puas dengan semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak muda ini.


Dan mulai hari itu Ki Rangga Jagadenta telah mulai melakukan latihan olah prajuritan dengan sangat keras kepada anak muda ini.


Tak ada keluhan dari anak anak muda ini walaupun mereka berlatih dari pagi hingga menjelang sore.


Dan ketika malam hari pun mereka juga masih melakukan latihan keprajuritan.


Beberapa hari berjalan dengan cepat.


Kini kemampuan ilmu keprajuritan dari para pemuda ini telah meningkat dengan cepatnya.


Tubuh-tubuh pemuda yang mulai terlihat berkilat terkena cahaya matahari yang membakar tubuh-tubuh mereka yang terlihat liat. Kemampuan mereka benar-benar menjadi semakin kuat dan tangguh dengan latihan keprajuritan yang sangat keras dari Ki Rangga Jagadenta.

__ADS_1


Dengan kemampuan mereka saat ini mungkin mereka masih berada di bawah kemampuan para prajurit yang sesungguhnya ataupun para begal dan perampok dari alas kunduran.


Akan tetapi paling tidak mereka mampu memangkas perbedaan kekuatan dari pasukan-pasukan yang sudah mapan itu.


__ADS_2