Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi

Tirta Jayakusuma: Sak Dumuk Batuk Sak Nyari Bumi
Kekuatan Lowo Ijo


__ADS_3

Sesaat Ki Rangga Jagadenta menyaksikan gerakan dari Tirta Jaya Kusuma yang sangat cepat.


Benar-benar tak disangkanya,  pemuda yang terlihat lemah ini benar-benar mempunyai kekuatan seperti ini.


Dan setelah melihat bagaimana pergerakan dari pemuda ini maka Ki Rangga Jagadenta kemudian telah mempercayakan pemuda ini untuk menghadang pergerakan dari Jagal Alas Kunduran.


Ki Rangga kemudian telah berkeliling melihat pasukan induknya untuk memberikan perintah-perintah kepada para prajuritnya.


"Ayo kerahkan kekuatan kalian! Jangan sampai mundur setapak pun! Jangan biarkan lawan-lawan kalian menguasai Kademangan  Pucakwangi! Kalian pasti mampu melawan mereka!" Seru Ki Rangga membakar semangat prajurit-prajurit muda ini.


"Pergunakan ilmu Keprajuritan yang kalian dapat dalam pelatihan kemarin!"


"Jangan sampai barisan kalian pecah!" Seru Ki Rangga Jagadenta.


Dengan bebasnya Ki Rangga  bergerak maka keseimbangan peperangan di induk pasukan pun kembali terjaga.


Sementara itu di garis belakang pertahanan dari para begal dan perampok alas kunduran ini, Ki Rajeg Wesi Tengah berdiri di atas sebuah batu yang cukup besar sehingga pandangannya telah menyapu ke seluruh arena.


Dan kini pandangannya pun terpusat ke arah Loka Jaya!


"Nampaknya anak muda itu adalah murid dari seorang tokoh sakti!" Batin Ki Rajeg Wesi.


Dan ketika kemudian induk pasukan dari Kademangan Pucak Wangi  yang tadinya mengalami tekanan berat kini perlahan-lahan telah mampu menguasai keadaan, Ki Rajeg Wesi pun mulai melihat apa yang telah terjadi di induk pasukan lawan.


"Hmm, ternyata ada pemuda lain yang punya kekuatan yang luar biasa pula," batin Ki Rajeg Wesi.


Dan setelah menyaksikan jalannya pertempuran ini maka Ki Rajeg Wesi telah memberikan apa-apanya pula.


"Pasukan berkuda pertama! Maju!" Seru Ki Rajeg Wesi.


Dan belasan kuda pun telah menerjang ke arah pertempuran yang sedang berlangsung di tengah Oro-oro Ombo.


Seketika terjadi kegaduhan dan kegemparan.


Induk pasukan dari Kademangan Pucakwangi telah dibuat terbelah dan kocar-kacir.


Dan pada saat itu pula Ki Rangga Jagadenta segera memerintahkan beberapa orang penunggang kuda yang hanya berjumlah lima ekor kuda pun untuk memasuki arena.


Namun dalam hal jumlah mereka sudah kalah, apalagi orang-orang yang ada di pihak para begal dan perampok ini nampaknya cukup berpengalaman dengan kuda-kuda mereka.


Sementara itu Ki Rajeg Wesi ternyata juga telah memerintahkan pasukan berkuda lainnya untuk memutari Oro Oro Ombo ini dan memerintahkannya untuk membuat kekacauan di dalam padukuhan induk.

__ADS_1


Sementara waktu telah melewati tengah hari dan tubuh-tubuh mereka menjadi basah oleh keringat  oleh darah segar yang mengalir dari luka luka di tubuh!


Mereka adalah prajurit-prajurit muda yang belum pernah menghadapi pertarungan hidup mati seperti ini dan kini mereka harus berjuang mempertahankan tanah-tanah mereka mempertahankan kepercayaan mereka akan tanah ini.


Perlahan sayap kiri yang dipimpin Loka Jaya pun mulai mengalami tekanan berat demikian pula dengan sayap kanan di mana Bayu dan Adnan masih terus bertarung menghadapi lawan-lawan yang cukup tangguh.


Sementara di Rangga Jagadenta  benar-benar telah menjadi sangat khawatir ketika kuda-kuda lawan telah dengan bebasnya mengobrak abrik pertahanan mereka.


Tirta yang sedang menghadapi Jagal Alas Kunduran menjadi sangat khawatir.


Orang-orang Kademangan Pucakwangi adalah orang-orang yang baik, pemuda-pemudanya juga jujur, mereka telah menerimanya dengan baik.


Ketika kemudian dia telah meningkatkan kemampuannya, seketika tubuhnya pun telah berubah menjadi cepat sementara dari telapak tangannya telah berubah menjadi merah membara sehingga lawannya pun menjadi sangat.


"Aji Tapak Geni!" Seru Jagal Alas Kunduran yang nampaknya telah mengenali ajian yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jaya Kusuma.


Telapak tangan Tirta telah berubah menjadi kemerahan dan dia telah melepas tombak di tangannya.


Dan Jagal Alas Kunduran kini merasakan tekanan udara yang mulai meningkat panas.


Beberapa orang yang bertarung di sekitar Tirta Jaya Kusuma pun mulai menghindar.


Apalagi ketika beberapa orang yang telah tersentuh oleh telapak tangan pemuda ini seketika telah terjatuh dan terdapat bekas telapak tangan yang membekas di tubuh tubuh para begal.


Beberapa kali dirinya hampir saja terkena telapak tangan dari pemuda ini sehingga berapa kali pula Jagal Alas Kunduran harus mengorbankan anak buahnya dengan berlindung di balik tubuh-tubuh mereka.


Kini sepak terjang dari Lowo Ijo benar benar telah menggemparkan pertempuran di induk pasukan.


Sementara itu ketika lawan yang dihadapi oleh Tirta Jaya Kusuma sudah semakin menyusut maka perhatiannya pun kini telah teralihkan kepada para penunggang kuda yang telah membuat kekacauan di arena pertempuran.


Tubuh Lowo Idjo telah berkelebat cepat, telapak tangannya telah terangkat tinggi dan ..


Tubuh Lowo Ijo telah melompat tinggi!


Telapak tangannya yang terbuka dan berwarna kemerahan telah menghantam keras kepala dari kuda yang sedang bergerak.


Dan...


"Duarr..!"


Terdengar ledakan yang sangat dahsyat telah menghantam kepala kuda..

__ADS_1


Kuda seketika meringkik keras dan seketika kuda yang ditunggangi seorang begal telah terjungkal dan jatuh.


Penunggangnya telah melompat dari punggung kuda untuk menghindarkan dirinya tertimpa oleh tubuh kuda yang tengah menggelepar karena pukulan Tapak Geni telah membuat kuda ini mati seketika.


Benar-benar sebuah pertunjukan kekuatan yang sangat luar biasa dari Lowo Ijo.


Dan pemuda ini pun tidak berhenti sampai di sini saja. Dia kemudian telah mengejar sebuah kuda yang tengah  menyerang sekelompok prajurit muda  Kademangan Pucakwangi.


Dan..


"Syuut..!"


"Duaar...!"


Kembali pukulan telapak tangan dari Lowo Ijo telah menghantam kepala dari seekor kuda.


Kuda meringkik dan kemudian telah jatuh menggelepar dan mati seketika.


"Bay! Adnan gunakan segenap kekuatan kalian!" Seru Lowo Ijo.


Bayu dan Adnan yang berada di jarak jauh dari segera menyadari akan keadaan.


Kini mereka pun tidak ragu-ragu untuk menghadapi lawan lawannya


Kini Adnan telah mengerahkan kekuatan Bayu Bajra sehingga tandanya pun menjadi semakin mengerikan.


Demikian pula Bayu yang tengah menghadapi Tohpati.


Namun ternyata Bayu pun menghadapi lawan yang cukup tangguh walaupun kini dia telah mengerahkan segenap kekuatannya.


Dengan pengalamannya, Tohpati mampu bertahan dari serangan-serangan Bayu yang mulai mengerahkan segenap kekuatan menggunakan segenap kekuatan raga maupun batinnya.


Aji Bayu Bajra telah melingkupi tubuhnya, gerakannya menjadi bagaikan angin dan petir mengurung Tohpati.


Tohpati pun kini telah menyadari bahwa lawannya ini ternyata bukanlah seorang pemuda gendut biasa muda ini mempunyai kekuatan yang luar biasa kekuatan wadag maupun kekuatan batin.


"Bocah Gemblung! Ternyata engkau benar-benar kuat!" Seru Tohpati.


Dan ternyata kini Tohpati pun tidak mau kalah dengan Bayu. Dia pun telah mengeluarkan kekuatan yang selama ini telah disimpannya.


Tubuhnya ternyata menjadi ringan, pedang di tangannya kini telah bergerak berputar semakin cepat dan garang.

__ADS_1


Pertarungan antara keduanya pun telah membuat arena tersendiri.


Para prajurit dari kedua belah pihak pun hanya mampu bertarung dalam jarak beberapa langkah dari kedua orang ini


__ADS_2