Triple L

Triple L
Eps 25. Ceramah Erik


__ADS_3

Sementara Jamal masih ada konflik dengan Dico. Sepertinya sampai sekarang Dico masih bersikap dingin pada Jamal. Setiap kali Jamal datang ikut berkumpul, sikap Dico acuh tak acuh terhadap Jamal. Bahkan terkesan menghindari Jamal, dan itu terlihat sangat jelas. Dico menganggap seolah Jamal itu tidak ada. Sampai detik ini Jamal masih bisa menahan emosinya karena Dico terus menerus mengabaikan dirinya, menganggap seolah dirinya tidak ada. Hingga akhirnya Jamal memutuskan untuk bertanya pada Dico.


"Dico ... kenapa elo akhir-akhir ini dingin sama gue?" tanya Jamal.


"Heh, kenapa elo ngerasa seperti itu? Gue biasa aja kok," jawabnya tanpa menoleh.


"Tapi enggak menurut gue. Gue liat sikap elo sama gue tiba-tiba jadi kaku gini. Ada masalah apa, sebaiknya elo bilang ke gue sekarang biar masalahnya jadi kelar. Gue enggak mau kita satu grub tapi seperti sendiri-sendiri. Gue ada salah sama elo? Kalo gue ada salah, gue minta maaf," jelas Jamal.


"Cih! Liat, sekarang siapa yang sok merintah!"


Jamal bertaut alis tidak mengerti, "Gue bukannya mau sok merintah, gue cuma minta elo jelasin ke gue ada masalah apa hingga elo jadi dingin dan cuek kayak gini sama gue. Gue enggak minta apa-apa dari elo, Dico. Gue cuma pengen elo ngerti dan gue bisa ngertiin elo," jelasnya lagi.

__ADS_1


Dico tertawa sinis, "Elo bilang, elo mau ngertiin gue? Jadi, elo sadar kalo selama ini elo enggak pernah perhatian sama gue dan yang lainnya? Baru sadar dia, kemana aja lo selama ini, Jamal!"


Sabar. Tahan sebentar lagi, pikir Jamal. "Baiklah kalo itu mau elo. Gue minta maaf kalo gue ternyata selama ini enggak memperhatikan elo dan yang lain. Tapi, akan lebih baik lagi, jika elo mau cerita sama gue dan jelasin semuanya. Gue enggak mau ada salah paham di sini, dan membuat yang lain merasa tidak nyaman karena masalah kita," terang Jamal tegas.


"Dari pada mikirin masalah enggak penting ini, gimana kalo elo coba enggak usah sok jadi yang paling bener di sini. Elo bicara seperti tadi, seolah elo itu yang terbaik di sini. Kalo elo aja enggak bisa menangani gue, kita, dan band ini, sebaiknya elo enggak usah sok keren di sini!" sergah Dico sinis.


Masih bisa menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jamal tidak ingin emosinya meledak di depan yang lain. Meskipun, Dico tetap bertahan dengan egonya yang tidak dapat di ubah itu, Jamal tidak mau kalau ia sampai lepas kendali hanya karena masalah ini, ia tidak mau kalah. Dan juga Jamal ingat pesan Abah tentang bagaimana cara menghadapi masalah yang sedang di hadapannya. Yaitu harus menghadapinya dengan sabar dan tahan emosi, sebisa mungkin jangan sampai Jamal lepas kendali. Separah dan seberat apapun cobaan, jangan sampai kita lengah dan kalah oleh nafsu kita tersebut. Itulah yang selalu Jamal ingat dari pesan Abahnya. Bahkan, saat ini Jamal sudah sampai batasnya. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi pada Dico yang sangat keras kepala itu. Sementara Dico masih sibuk menggerutu.


"Dico! Gue rasa ucapan elo udah kelewat batas deh. Jangan di lanjutin lagi, tahan dan simpan emosi elo itu," ujar Ares mencoba menghentikan Dico.


"Geh! Sekarang elo terang-terangan mau belain Jamal? Res, ada yang salah sama elo! Otak lo geser atau gimana sih?!" Dico semakin keki. Mungkin ia sudah lepas kendali.

__ADS_1


"Enggak ada yang salah dengan gue, dan otak gue baik-baik aja! Justru salahnya ada pada elo. Elo sadar enggak sih sama ucapan elo? Elo udah nuduh Jamal yang tidak-tidak, elo udah merembet terlalu jauh. Lain kali kalo mau bicara itu di saring dulu, biar enggak asal njeplak!" sekarang giliran Ares yang mulai emosi.


"Aduuuuh! Kenapa kalian jadi ribut gini sih! Kenapa elo juga malah ikutan berantem, Res!" seru Arik tidak tahan. "Sebenernya kita di sini tuh mau ngapain sih? Berantem? Cari ribut? Mau tawuran? Kenapa enggak sekalian aja kalian lempar tuh barang-barang kita! Hancurkan semuanya! Biar kalian puas! Tau enggak, kalian membuat suasana jadi enggak asri!" keluhnya sambil berdiri.


"Gue bukan mau ikut ribut, Rik! Cuma gue enggak tahan aja, dari tadi kita diem liatin Dico dan Jamal adu mulut! Mending adu domba, seru, lha ini, yang ada bikin telinga dan kepala mau pecah!" ujar Ares pada Arik.


"Hadeeeh! Sekarang elo juga malah emosi! Lama-lama gue siram pake kuah juga lo!" ancam Arik.


"Benar apa kata Arik, kita ke sini 'kan mau berkumpul dan tujuannya adalah saling sharing pendapat kalian mengenai band kita selanjutnya bakal gimana. Lha kalo kalian sendirinya masih seperti itu, gimana mau maju band kita ini. Kita udah di tengah jalan, apa kalian semua mau usaha kita selama ini jadi sia-sia hanya gara-gara kalian mementingkan ego kalian sendiri? Kalo kalian terus saling menyalahkan dan enggak ada yang bisa tahan emosi, gimana dengan nasib band yang sudah kita rintis sejak lama ini. Gue ingetin kalian semuanya, apa kalian enggak inget kenapa kita, yang beda sekolah bisa jadi satu grub dan terus bersama seperti ini. Apa kalian enggak inget apa yang membuat kita jadi bersatu? Apa yang membuat kalian saling memahami satu sama lain? Apa perlu gue ingetin lagi bagaimana kita bisa jadi seperti ini? Atau jangan-jangan kalian udah lupa bagaimana kita udah berusaha untuk band kita! Dan sekarang dengan mudahnya kalian mau meng-hancur-kan 'kita' yang udah menjadi satu ini!" jelas Erik panjang lebar.


Dan memang, kuliah Erik sangatlah panjang. Sampai-sampai membuat yang lainnya melongo. Tidak tahu kenapa Erik bisa bicara panjang lebar seperti itu. Bahkan ketika ia mengeluarkan suaranya, Erik tidak merasa takut sama sekali, ia justru dengan gamblang mengatakannya. Sesaat Erik merasa puas dan bangga dengan kata-katanya. Selesai menutup kuliahnya, Erik mengatur napasnya. Sementara yang lain diam terpaku seperti sedang mendengarkan ceramah Pak Ustadz. Mereka benar-benar melongo di buatnya.

__ADS_1


Ares yang tidak bisa menahan tawanya kini benar-benar lepas kendali. Ia terbahak-bahak setelah mendengar ceramah Erik selesai. Bahkan ia sampai menangis di buatnya karena terlalu menyentuh dan bahkan mungkin geli. Setelah puas tertawa, Ares menyeka air matanya lalu mengatur napasnya. Ia menarik napas dalam-dalam dan di hembuskan perlahan.


__ADS_2