
" Dimana Jason?" tanya Karen yang sudah berada di lantai ruangan Jason.
Usai mendengarkan perkataan Jennie tentang perselingkuhan Jason membuat Karen marah. Karen tahu jika Jason adalah seorang casanova yang selalu dikelilingi oleh banyak wanita. Wanita manapun pasti tidak akan pernah bisa menolak pesona seorang Jason Mraz Davies.
Tampan, tajir dan menggairahkan begitulah beberapa definisi yang diserukan oleh para wanita di luaran sana. Karen akui memang dirinya juga termasuk sebagai wanita pengagum Jason sejak dulu. Jason belum melihatnya sekalipun, Karen sudah jatuh cinta dengannya. Maka dari itu Karen bertekad akan menyingkirkan wanita manapun yang berani mendekati Jason. Termasuk wanita catering yang kini dekat dengan tunangannya itu.
Ego Karen akan merasa terluka jika Jason bersanding dengan seorang wanita lemah yang tidak ada tandingannya dengan Karen. Ingatkan Karen untuk memberi pelajaran kepada wanita rubah itu.
" Tuan Jason sedang tidak ada di ruangan Nona," ucap sekretaris Jason sopan.
" Kemana? Apa ada jadwal meeting? " tanya Karen lagi.
" Tidak ada nona. Jadwal meeting sudah saya atur sehingga hari ini tuan tidak ada jadwal meeting," jelas sekertaris itu lagi.
" Kemana perginya Jason? Dia buat aku malu saja karena terus bertanya dengan sekretarisnya. Setidaknya kalau dia pergi ponselnya bisa dihubungi tapi nyatanya ini apa? Brengsek, awas saja jika aku tahu Jason pergi bersama wanita itu," batin Karen berpikiran tentang Jason.
Sekretaris Jason memandangi Karen yang belum mengeluarkan komentar apapun setelah mengetahui jika tidak ada Jason di ruangannya. Sebenarnya sekretaris itu tahu jika Jason pergi dengan wanita yang bernama Lala namun dirinya enggan memberi tahu mengingat itu adalah privasi bosnya.
Ketika masih diam berdiri di depan pintu ruangan Jason, ada Fernando yang keluar dari ruangannya. Pandangan Karen menelisik asisten pribadi Jason yang sangat multi talenta itu. Yang Karen tahu hampir semua pekerjaan bisa ia lakukan. Fernando lah yang juga menjadi tangan kanan Jason. Hampir semua seluk-beluk keluarga Davies diketahui dengan paham oleh Fernando. Mungkin termasuk dengan pertanyaan dimana Jason sekarang bisa ia lontarkan kepada Fernando.
" Fernando tunggu," ucap Karen menghentikan langkah Fernando.
" Kamu mau kemana? " tanya Karen basa-basi.
" Saya sedang ada urusan penting nona," jawab Fernando.
" Apa urusan itu Jason ikut?" tanya Karen lagi.
__ADS_1
" Tidak nona, saya sendiri"
'' Lalu dimana dia?''
'' Maaf nona, Tuan Jason sedang ada urusan pribadi dan saya tidak bisa ikut campur dengan memberitahu tentangnya,''
Karen berdecak sebal, ia yakin sekali jika Fernando tahu dimana Jason berada. Hanya saja pria kulkas itu tidak ingin memberi tahunya. Sudah cukup kesabaran Karen menghadapi dua pegawai Jason yang kompak menyembunyikan keberadaan bosnya. Dirinya akan mencari tahu sendiri.
" Sialan, dia bahkan tidak memberi tahu ku. Baiklah akan aku cari sendiri dimana Jason sekarang berada," batin Karen.
Karen meninggalkan lantai ruangan Jason dan menghilang di balik pintu lift. Karen masih belum menyerah ia akan membuktikan jika kalimat tunangan tidak dianggap itu hanya fiktif belaka.
...****************...
" Papa mau naik wahana itu," rengek Oliver kepada Jason ingin menaiki roller coaster.
Jason mengajak triplet dan Lala untuk berjalan-jalan di taman hiburan. Selain tempatnya yang aman lokasinya juga mudah dijangkau. Sesekali meluangkan waktu untuk anak adalah kewajiban penting bagi orang tua. Terlebih bagi orang tua yang bekerja atau waktu yang digunakan untuk anak hanya sedikit maka sangat disarankan untuk memberikan quality time bagi anak mereka.
" Mama ih, Oliver mau naik itu. Oliver enggak takut kok,"
" Bukan masalah itu sayang. Penjaga sini pun pasti melarang anak-anak ikut wahana itu. Cari yang lain saja ya? Bagaimana dengan mobil-mobilan yang bergerak itu?" ucap Lala sembari menunjuk permainan mobil- mobilan yang saling senggol.
'' Bumper car? No no no mama itu mainan untuk anak kecil,'' jawab Oliver dan membuat Lala geleng-geleng kepala.
'' Sayang mengapa kamu selalu berkata tetapi tidak pernah bercemin ha? Kamu sendiri juga masih anak kecil,''
Max dan Jason yang mendengar perdebatan itu ikut menyemburkan tawa. Oliver adalah satu-satunya anak yang biasa jadi bahan lelucon diantara mereka. Selalu saja ada tingkahnya yang di luar nalar manusia normal.
__ADS_1
'' Hai, boy. Sekarang kamu memang belum bisa menaiki wahana itu. Tapi tunggu beberapa tahun lagi saat usia mu bertambah dan juga badan mu yang sudah besar kamu bisa menaiki wahana itu dengan kekasih- kekasih kamu. Iya enggak?'' sahut Jason tidak tahan dengan raut anaknya yang mulai cemberut.
Lala memukul lengan Jason karena memberikan ide yang semakin gila. Bagaimana dia bisa menyarankan anaknya menjadi bibit playboy. Tidak bisa, Lala tidak akan membiarkan triplet menjadi penerus playboy seperti papanya.
'' Kamu ngajarin triplet enggak bener? Masa Iya kamu membujuknya pakai embel-embel kekasih. Triplet juga belum tahu kali makna kekasih itu apa,'' ujar Lala melayangkan protes.
Jason yang mendapat teguran dari Lala hanya menunjukkan ekspresi raut wajah jenaka. Ia sendiri bahkan tidak memikirkan ucapannya tadi.
'' Mama, mending kita ke SeaWorld aja?'' celetuk Max.
" Baiklah, mama setuju''
Mereka berlima kompak ingin pergi ke SeaWorld. Setelah membayar tiket masuk, Jason menggiring ketiga anaknya untuk berjalan rapi agar mereka tidak hilang. Kata Lala triplet sering tiba-tiba menghilang.
Triplet sangat senang melihat miniatur ekosistem laut yang dibuat sangat mirip oleh pembuatnya. Dari kanan kiri sepanjang sisi bangunan itu menyediakan pemandangan ikan-ikan yang berenang bebas. Mulai dari ikan yang cantik hingga ikan besar yang buas. Di SeaWorld terdapat beberapa wahana lain seperti touch pool, main aquarium, under water tunnel, glow theatre, dan jelly fish exhibit.
Triplet mendekat kepada seorang perempuan dan laki-laki yang tengah menjadi pemandu di SeaWorld. Triplet sangat berantusias mendengarkan setiap penjelasan yang diterangkan oleh pemandu itu. Sesekali pemandu itu melayangkan guyonan, tebak-tebakan serta games ringan agar pengunjung merasa lebih memahami dunia laut yang sebenarnya.
'' Jadi, apakah adik-adik tahu ikan jenis apa yang ada disini? '' tanya pemandu SeaWorld yang perempuan. Max mengangkat jari tangannya kemudian menunjuk ikan terbesar yang berada di belakang kedua pemandu itu.
'' Iya adik tampan, apakah kamu tahu nama ikan ini? Yang pasti bukan ikan lele ya adik-adik,'' canda pemandu itu dan yang lain ikut tertawa.
'' Ikan itu adalah Ikan Hiu Perawat Raksasa atau Tawny Nurse Shark yang dalam bahasa Latin disebut Nebrius ferrugineus. Menurut artikel yang pernah Max baca ikan ini disebut-sebut memiliki urutan keganasan nomor 32 dari 32 jenis ikan hiu yang tercatat ganas atau pernah menyerang manusia,''
Sontak para pengunjung lain bertepuk tangan ria mendengar jawaban Max yang dinyatakan benar oleh kedua pemandu. Mereka kagum anak sekecil itu sudah tahu nama-nama ikan hingga sedetail itu.
'' Sejak kapan putra ku bisa baca artikel? Aku bahkan hanya tahu nama ikan itu adalah ikan hiu sedangkan Max menyebutkannya hingga sedetail itu. Ini aneh,'' gumam Lala dari belakang triplet.
__ADS_1
'' Sudahlah. Seharusnya kamu berterimakasih kepada ku karena aku telah memberikan kamu produk unggulan seperti mereka,'' sahut Jason bangga.
'' Itu hanya Max yang menjawab bijak, belum lagi dengan Oliver yang pandai berdebat dan juga Matt yang genius. Jadi kemampuan ku sudah tidak bisa diragukan lagi kan? Kamu lihat mereka hanya sekali cetak tapi bisa sehebat itu,'' begitulah ocehan Jason yang hanya ditatap horor oleh Lala.