Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
60. Kejujuran Niki


__ADS_3

" Tidak ada. Mulai sekarang berhenti lah menjauhi ku dan jauhi laki-laki lain jika kamu tidak ingin aku mengusiknya,"


" Dasar egois tidak tahu diri," ucap Lala.


Jason sangat membenci kondisi hubungannya dengan Lala seperti ini. Jason sudah cukup lama bersabar menghadapi tingkah Lala yang kekanak-kanakan. Jason mungkin memaklumi jika usia Lala memang masih muda, tetapi tidak bisakah Lala menyadari jika ia juga harus bersikap lebih dewasa? Tidak sadarkah Lala bahkan dirinya sudah menjadi ibu.


Jason mengepalkan tangannya kemudian menarik tubuh Lala agar berada di dalam pelukannya. Tak lama setelah itu Jason dengan sigap mengunci pergerakan tubuh Lala agar wanita itu tidak memberontak. Jason menahan kedua tangan Lala dengan tangan satunya. Sedangkan tangan Jason yang menganggur ia gunakan untuk menarik kepala Lala agar mendekat ke wajahnya.


Cup, bibir Jason menempel sempurna di bibir Lala. Lala yang mendapat serangan mendadak dari Jason terdiam kaku. Karena tidak mendapat respon dari Lala, Jason mencoba menggerakkan bibirnya untuk mencecap bibir Lala lebih intim. Lala yang diperlakukan seperti itu seketika langsung tersadar. Ia mencoba memberontak namun dengan sekuat tenaga Jason menahannya.


Lala tidak pantang menyerah, ia terus memberontak hingga perlakuan Jason terlepas. Saliva yang menetes di bibir Lala ia usap kasar.


Plak, Lala menampar pipi Jason. Lala memperbaiki penampilannya, ia kembali menggosok bibirnya dengan kasar. Jason yang mendapat balasan perlakuan seperti itu merasa tidak terima.


" Kenapa kamu se munafik itu? Bukankah kamu sering menikmatinya? Aku yakin sudah banyak yang melakukan ini dengan mu. Tapi mengapa saat bersama ku, kamu seolah jijik. Apa aku tidak setampan lelaki mu yang lain ha?" ucap Jason setelah mendapat tamparan dari Lala.


" Aku benar-benar jijik sama kamu Jason. Kamu itu laki-laki terburuk yang pernah aku temui," balas Lala dengan suara meninggi.


" Iya aku laki-laki terburuk yang pernah kamu temui karena aku tidak pandai memuaskan kamu seperti laki-laki kamu yang lain. Bukankah seperti itu? Iya kan? " ucap Jason melantur.


Lala benar-benar membenci sikap Jason kali ini. Lala pikir perkenalan mereka yang baik mencerminkan kepribadian Jason yang baik tetapi semua itu ternyata salah. Jason tetaplah manusia maruk yang tidak pernah puas dengan satu wanita. Seperti pertemuan awal mereka yang tidak mengenakkan, Lala yakin bukan dia saja yang menjadi korban Jason. Bisa jadi masih banyak wanita di luaran sana yang senasib dengannya. Mengandung anak dari pria hidung belang seperti Jason.


'' Kamu sudah memiliki tunangan, bisa-bisanya kamu melakukan hal ini kepada wanita lain. Dasar penjahat wanita kamu, Jas'' ucap Lala kasar.


" Permisi, maaf tuan waktu yang anda minta sudah habis. Di luar banyak pengunjung yang ingin menggunakan toilet," ucap seorang CS restoran yang bekerja di restoran itu. Dengan tiba-tiba CS itu masuk menerobos pintu toilet.

__ADS_1


Atensi Lala dan Jason teralihkan oleh kedatangan CS tersebut. Mendengar pernyataan CS itu, Lala mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan toilet. Lala bergegas pergi setelah ada beberapa pengunjung restoran yang mendesak masuk ke dalam toilet. Jason tidak bisa mengejar Lala karena dirinya berdesakan dengan para wanita yang ingin masuk ke dalam toilet. Jason menjadi marah karena telah kehilangan jejak Lala. Sebelum meninggalkan toilet sayup-sayup Jason sempat mendengar gerutuan pengunjung restoran.


" Dasar orang-orang jaman sekarang! Mau mesum aja di toilet. Pasti orang-orang itu tidak punya uang sampai harus melakukan hal tidak senonoh itu di toilet," gerutu seorang ibu-ibu.


Batin Jason harus bersabar mendengar ocehan tidak bermutu seperti itu. Jason menyeringai, ibu-ibu tidak tahu saja seberapa banyak uangnya. Bahkan untuk menyewa toilet itu selama 15 menit saja ia hanya mengeluarkan uang sejumlah 10 juta rupiah.


...****************...


Usai menyantap makan malam, di kontrakan Lala ada Niki dan juga triplet yang membantu Lala membereskan sisa makanan yang ada di meja. Hari ini Niki datang ke kontrakan Lala setelah pulang kerja. Kata Niki ia sengaja mengunjungi Lala karena Niki sangat merindukan triplet.


Niki datang dengan membawa beberapa jajanan untuk triplet. Triplet sangat senang karena mendapat jajanan dari Niki. Selepas membereskan sisa makan malam, triplet menyambung kegiatannya dengan belajar sedangkan Lala dan Niki duduk-duduk berdua di depan tv.


" La, kamu tahu aku hari ini sangat capek. Tuan Jason tidak henti-hentinya memberikan aku dan Tuan Fernando banyak pekerjaan," ucap Niki yang terbiasa selalu curhat kepada Lala.


" Dia memang menyebalkan," ucap Lala.


" Kenapa kamu malah tertawa sih Nik?" ucap Lala mendengus sebal.


" Apa kamu masih marah sama Tuan Jason?" tanya Niki berhati-hati.


" Bukan hanya marah, tetapi aku sangat membencinya," balas Lala dengan perasaan menggebu-gebu. Saat ini Lala benar-benar sangat kesal dengan Jason terutama setelah kejadian di toilet tadi siang. Bayang-bayang perlakuan Jason terus memutar di otaknya. Lala membenci diperlakukan murahan oleh Jason.


" Lala sebenarnya aku mau minta maaf sama kamu," ucap Niki sebenarnya ragu.


" Eh kok minta maaf sih Nik? Emang kamu salah apa? Perasaan enggak ada angin enggak ada hujan kamu kok tiba-tiba minta maaf sih. Lebaran juga masih lama kali Nik," ucap Lala.

__ADS_1


" Bukan seperti itu, La. Dengerin dulu aku mau ngomong apa," ucap Niki mengambil nafas sebelum ia melanjutkan omongannya.


Lala mengangguk menunggu Niki untuk mengatakan omongannya selanjutnya.


" Sebenernya aku disuruh Tuan Jason untuk memantau segala aktivitas kamu, La. Dia juga menyuruh aku untuk menceritakan semua kegiatan kamu selama pindah," ucap Niki menunduk.


Mendengar hal itu, Lala siap melontarkan kata-kata semprotan namun Niki menyela perkataanya lagi. Niki menjelaskan lebih detail apa tujuannya melakukan ini.


" Tapi tunggu dulu, La. Kamu harus mendengarkan penjelasan ku terlebih dulu," sela Niki.


" Aku sengaja melakukan ini karena aku sangat khawatir sama kamu. Kemarin-kemarin kamu kena musibah sedangkan aku tidak tahu sama sekali. Tentu aku merasa bukan menjadi sahabat yang baik karena tidak ada disaat kamu lagi susah. Makanya waktu Tuan Jason menyuruh aku untuk menemui kamu, aku langsung menyetujuinya. Aku sangat khawatir sama kamu dan untungnya Tuan Jason mau menceritakan semua dari awal peristiwa kejadian kebakaran yang kamu alami. Aku sama Tuan Jason sama-sama mengkhawatirkan kamu, La. Aku bisa melihat dengan jelas jika Tuan Jason sangat menyayangi kamu dan anak-anak. Dia bahkan rela mengorbankan waktu kerja ku agar aku fokus sama kamu. Bahkan beberapa hari yang lalu dia sendiri yang menghandle perusahaannya karena Tuan Fernando sedang mengurusi anak perusahaan yang lain," jelas Niki.


" Kamu bilang seperti ini jangan-jangan kamu juga disuruh lagi sama dia," ucap Lala merasa sedikit marah.


Niki merutuki dirinya yang sangat ember karena telah menceritakan tentang dirinya yang disuruh Jason untuk memantau aktivitas Lala. Niki sengaja menyetujui Jason karena ia sangat ingin menjaga sahabatnya.


" La, aku melakukan ini karena aku ingin menjadi sahabat yang selalu ada buat kamu. Asal kamu tahu La, kemarin ada proyek tugas luar kota yang harus ditangani perusahaan Davies dan tentunya itu melibatkan aku namun Tuan Jason melarang aku untuk ikut andil. Katanya aku harus fokus untuk menjaga kamu dan triplet. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan kamu dan anak-anak," jelas Niki.


" Ok, aku mungkin tahu jika Tuan Jason kaya dia bisa menyewa seseorang untuk menjaga kalian tapi dia juga mempertimbangkan kamu La. Dia tidak ingin kamu merasa risih karena terus diintai selama 24 jam. Dia benar-benar ingin menjaga kamu dengan tulus La," jelas Niki lagi.


Lala terdiam mendengar cerita Niki. Apa iya sampai segitunya Jason mengkhawatirkan dirinya?


" Jangan seperti ini lagi Nik. Jason sudah memiliki tunangan, aku tidak ingin merusak hubungan mereka. Biarkan saja seperti ini. Ok aku maklum karena Jason mungkin atasan kamu sehingga kamu tidak bisa menolak perintah yang dia berikan. Tapi kalau untuk masalahku dan dia, ini diluar urusan pekerjaanmu jadi kamu jangan mau melakukannya. Jujur aku tidak menyukai cara kamu membohongi ku Nik. Ternyata kamu yang menceritakan hari-hariku kepada atasan sombong mu itu. Asal kamu tahu Nik, setengah mati aku berusaha menghindari laki-laki itu tetapi dengan mudahnya kamu yang menceritakan segala tentang ku padanya," ucap Lala sedikit kecewa.


" Lala aku benar-benar minta maaf. Aku tahu aku salah. Tapi kamu jangan seperti ini ya. Aku benar-benar tidak bermaksud,"

__ADS_1


" Kamu bisa pulang Nik," ucap Lala kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Niki yang ditinggalkan Lala begitu saja jadi merasa sedih. Ia tahu dirinya salah tetapi Niki punya alasan tersendiri mengapa ia melakukan ini. Niki hanya ingin Lala hidupnya terjamin. Dengan bersama Jason, Niki yakin hidup Lala tidak akan kesusahan lagi. Jujur saja ketika Niki melihat Lala sekarang berada tinggal di kontrakan hatinya merasa sedih. Niki selalu mengkhawatirkan keadaan Lala, ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Lala dan triplet.


__ADS_2