Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
89. TAMAT


__ADS_3

Jason memberikan beberapa makanan yang ia ambil untuk anak-anak dan istrinya. Mata Lala berbinar begitu melihat makanan enak yang dibawa oleh Jason.


" Terima kasih sayang," ucap Lala begitu menerima sebuah kue dari Jason. Sangat jarang Lala menikmati makanan manis seperti ini. Semenjak ia menikah dengan Jason, ia selalu dilarang untuk memakan makanan kesukaannya dulu.


Lala pernah marah gara-gara hal tersebut, alhasil Jason mengalah kemudian membiarkan Lala memakan makanan kesukaannya dengan catatan harus dalam batas wajar. Terkadang Jason sangat khawatir ketika Lala menginginkan sambal, sudah tahu Lala akan sakit perut jika memakan makanan itu secara berlebihan namun wanita itu tetap memakannya dengan porsi yang banyak.


" Pelan-pelan makannya sayang," ucap Jason seraya mengelap sudut bibir Lala yang belepotan krim.


" Iya sayang," balas Lala menerima kue triplet yang tidak habis oleh mereka.


" Giliran ada maunya aja panggil-panggil sayang. Ingat makannya jangan terlalu banyak," peringat Jason agar Lala tidak memakan banyak makanan manis. Lala hanya menyahuti Jason dengan ibu jari yang ia acungkan.


Jason dan triplet geleng-geleng kepala melihat tingkah Lala. Lala benar-benar terlihat berbeda ketika hamil. Namun meski begitu mereka tetap menyayangi Lala dengan berbagai karakter apapun.


Tak berselang lama datang seorang wanita yang menggendong bayi berusia kurang dari satu tahunan berjalan menghampiri Lala dan Jason. Lala sedikit terkejut melihat kedatangan seorang wanita yang pernah menjadi masa lalu suaminya.


" Karen,'' ucap Lala begitu melihat kedatangan Karen bersama seorang batita perempuan.


" Tante yang jahat waktu itu kan? Ngapain tante kesini lagi?'' timpal Oliver.


'' Jason, jangan bilang itu anak kamu?'' ucap Lala menatap tajam Jason.


Jason yang tiba-tiba dituduh istrinya langsung menggeleng keras. Mana mungkin ia memiliki anak lain selain dengan Lala. Jason ingat betul bahwa dia tidak pernah menyentuh Karen.


'' Lala tunggu, kamu jangan salah paham dulu. Kamu tenang saja dia bukan anaknya Jason kok,'' timpal Karen.


Lala memandang wajah Karen lama. Tampak wanita itu sudah berubah. Penampilannya tidak seseksi dulu. Sekarang jauh lebih tertutup namun malah menambah kecantikannya.

__ADS_1


'' Aku dan anak-anak akan pergi. Kamu bisa mengobrol dengan Jason,'' ucap Lala berdiri hendak pergi meninggalkan Karen dan Jason. Jason langsung menahan istrinya agar tidak pergi. Mana mungkin ia mengobrol dengan wanita lain terlebih itu Karen yang merupakan mantan tunangannya dulu.


'' Lala jangan pergi. Aku kesini mau bicara penting sama kalian semua,'' ucap Karen cepat agar Lala tidak pergi.


'' Cepat berbicaralah! Jangan sampai kamu membuat gara-gara disini,'' ucap Jason tegas.


Karen menatap seseorang yang pernah ada di dalam hatinya dulu. Cukup lama nama Jason bersemayam di hatinya, namun apa daya sekarang Karen sudah mengerti bahwa pepatah cinta tidak harus memiliki itu adalah benar adanya. Karen menghela nafas sebelum ia menyusun kata-kata yang sudah ia siapkan sedari tadi.


'' Aku mau minta maaf buat kalian semua, aku terlalu banyak salah sama kalian. Terutama untuk kamu dan anak-anak kamu La, aku benar-benar minta maaf. Kesalahan ku di masa lalu benar-benar fatal. Aku menyakiti kalian dengan kata-kata yang tidak pantas bahkan waktu itu aku pernah melakukan hal lebih. Aku ingin minta maaf jika kata maaf belum terlambat untuk aku dapatkan,'' ucap Karen mulai menitikkan air mata. Sembari memberikan ketenangan kepada anaknya yang ia gendong, Karen mengucapkan kata-kata maaf kepada Jason sekeluarga.


'' Tante jangan bohong. Kalau tante mau jahatin mama, tante harus lawan kita dulu,'' sahut Max.


'' Aku bersungguh-sungguh aku benar-benar ingin meminta maaf,'' ucap Karen.


'' Kalau kamu bersungguh-sungguh ingin meminta maaf, apa kamu mau bersujud di hadapan kami?'' ucap Lala dan seketika semua melihat wanita itu.


Jason dan Lala terkejut melihat respon sikap Karen yang menuruti permintaan Lala. Padahal Lala tidak bersungguh-sungguh mengatakan hal demikian.


'' Karen aku hanya bercanda,'' ucap Lala ketika Karen hendak mengambil posisi bersujud.


Karen benar-benar serius akan melakukan hal itu jika Jason sekeluarga menginginkannya. Karen bahkan tidak perduli jika sekarang ia sedang berada di tempat umum.


'' Mari saling memaafkan dan melupakan semua yang telah berlalu,'' ucap Lala akhirnya. Lala juga berjalan mendekati Karen untuk memeluk wanita itu. Jason bernafas lega ternyata sifat pemaaf istrinya masih ada. Jason pikir Lala akan menghakimi Karen di depan banyak orang tetapi semua itu salah. Lala tetap lah Lala, seberapa banyak kesalahan orang lain ia akan berusaha memaafkannya.


'' Terima kasih,'' ucap Karen. Karen benar-benar salut terhadap Lala. Pantas Jason memilih Lala yang memang memiliki hati baik.


'' Boleh aku tahu siapa nama anak kamu?'' tanya Lala kepada Karen.

__ADS_1


'' Calendula Evanthe,'' jawab Karen.


'' Arti namanya bunga?'' tanya Lala dan Karen mengangguk sebagai jawaban.


Setelah Lala dan Karen mengobrol sebentar, kemudian Karen memilih berpamitan untuk pergi. Sekarang ia sudah tenang karena bayang-bayang kesalahannya terhadap Lala sudah kelar. Saat ini dirinya hanya ingin menikmati hidup tanpa terlibat dengan kesalahannya di masa lalu.


Setelah Karen pergi Lala kemudian bergabung bersama pengantin yang menjadi pusat acara hari ini. Mereka akan melakukan sesi poto keluarga bersama pengantin. Di tengah-tengah mereka yang sibuk menyiapkan posisi masing-masing ada Jennie dan Lala yang sedang bergosip.


'' Apa Karen sudah menemui kamu?'' bisik Jennie terhadap Lala.


'' Sudah. Apa dia menemui kamu terlebih dahulu?'' balas Lala.


'' Kemarin-kemarin aku memang sudah bertemu dengan dia. Dia sengaja menemui aku untuk meminta maaf kepada ku. Aku memaafkan dia karena memang permasalahan diantara kita hanyalah hal sepele. Semua bermula ketika aku dan Karen bersaing di dunia permodelan yang sama. Ya begitulah karena kita sama-sama berambisi akhirnya jadi musuhan deh,'' jelas Jennie.


'' Dia sudah meminta maaf sama aku dan anak-anak,'' balas Lala.


'' Syukurlah aku rasa dia sudah berubah. Oh ya sama satu lagi. Kemarin Karen menitipkan aku banyak barang-barang. Katanya barang itu pemberian dari Jason selama mereka menjalin hubungan. Tapi kamu jangan marah, kakak ku itu memang royal ke siapa saja dulunya,'' ucap Jennie.


'' Tidak masalah, yang terpenting sekarang aku sudah berhasil menjadi pawang kakakmu,'' ucap Lala dan Jennie tertawa mendengarnya.


'' Mama,onti. Ayo buruan kita poto! Kita sudah siap nih,'' teriak Oliver. Tampak yang lain sudah siap dengan posisi masing-masing. Lala dibantu dengan Jennie untuk ikut bergabung bersama mereka yang akan berpoto.


Kedua pengantin berada di tengah-tengah. Lala dan Jason berada di samping Jennie dan mamanya. Sedangkan Pak Gani dan beberapa kerabat lain berada di dekat Fernando. Dan yang terakhir triplet ketiga bocah itu sudah anteng berada di depan kedua pengantin. Ciss satu, dua, tiga semua menunjukkan senyum terbaik milik mereka.


Akhirnya hari ini semua sudah berakhir. Mungkin tidak kemarin-kemarin saja mereka mendapatkan banyak masalah, bisa jadi kedepannya mereka dapat menemukan masalah baru. Manusia hidup memang tidak bisa berjauhan dari yang namanya masalah. Kita sebagai manusia harus bisa bersahabat dengan masalah tersebut. Agar kedepannya solusi bisa menghampiri kita dengan sendirinya dan gelar manusia hebat mampu kita dapatkan. Begitulah siklus kehidupan yang tak pernah berhenti sebelum waktu akhir itu tiba.


......TAMAT......

__ADS_1


__ADS_2