
'' Lala," ucap Bryant di pagi hari.
" Bryant, kamu pagi-pagi sudah kesini? " tanya Lala. Pagi-pagi sekali Bryant sudah bertamu ke rumah Lala. Katanya hari ini Bryant ingin mengantarkan triplet. Dengan senang hati Lala menerima bantuan dari Bryant. Toh hari ini merupakan hari pertama Lala bekerja jadi dia harus berangkat pagi.
'' Bryant apa tidak apa-apa jika kamu mengantarkan triplet?'' tanya Lala merasa tidak enak.
'' Tidak apa-apa. Beberapa hari yang lalu aku memang sudah janji sama mereka. Nanti jam mereka pulang sekolah aku ijin sama kamu buat bawa triplet makan siang boleh kan? Katanya mereka mau makan sushi buatan ku,'' ucap Bryant meminta ijin.
'' Tidak masalah, asal kamu tidak mengajari mereka menjadi wibu saja,'' ucap Lala memperingati Bryant.
'' Hehehe kamu tenang saja. Aku hanya mengajak mereka makan siang saja tidak lebih,'' jawab Bryant.
'' Baiklah, terima kasih'' ucap Lala.
Saat ini Bryant dan Lala sedang berada di depan kontrakan rumah Lala. Bryant menunggu triplet yang masih mengambil tas milik mereka yang berada di kamar. Sedangkan Lala juga ikut menunggu mereka berangkat sebelum dirinya juga ikut berangkat.
'' La, aku dengar hari ini kamu mulai bekerja'' ucap Bryant.
'' Iya hari ini aku mulai bekerja. Kamu tahu darimana? Pasti tahu dari Niki ya?'' selidik Lala.
'' Iya tadi pagi waktu aku tawarin dia buat berangkat bareng katanya dia enggak mau. Niki bilang lebih baik aku mengantar triplet saja, katanya kamu hari ini kerja, Niki takut kamu nanti kerepotan'' jelas Bryant.
'' Haishh. Dia itu selalu ember'' ucap Lala.
" Ini namanya hubungan sejati Lala. Aku sama Niki memang saling terbuka. Makanya punya pacar dong," ledek Bryant.
" Haish. Aku memiliki anak mana ada yang mau sama aku," balas Lala.
__ADS_1
" Jangan merendah seperti itu La. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti menemukan pasangan hidupmu yang sejati. Dan jangan berkecil hati juga mengenai status kamu. Dari sejak pertama kali aku mendengar kamu hamil, aku yakin mereka akan membawa kebahagiaan buat kamu," ucap Bryant. Mereka yang dimaksud adalah kehadiran triplet dalam hidup Lala.
" Maafkan aku La, karena dulu aku tidak sempat menolong kamu. Setelah lulus waktu itu aku sangat sibuk untuk mengurus kepindahan ku ke Jepang. Dan gara-gara aku juga kamu harus mengalami kejadian buruk itu. Seandainya saja dulu aku tidak memaksa kamu datang ke pesta pasti kejadiannya tidak akan seperti ini," ucap Bryant.
" Tidak masalah semua sudah berlalu. Waktu itu aku juga langsung pindah ke desa bersama ayahku. Jadi aku juga tidak sempat bertemu dengan mu. Kita bertiga bahkan tidak sempat berpamitan masing-masing karena kepindahan kita yang mendadak. Aku yang mendadak pindah ke desa dan kalian berdua yang pindah ke Jepang,"
" Iya bener banget. Kita waktu itu sangat sibuk menangani kepindahan masing-masing, sampai-sampai kita tidak sempat merayakan perpisahan kita,"
Triplet sangat lama mengambil tas mereka yang berada di dalam kamar. Entah apa yang dilakukan triplet, tapi mereka berhasil membuat Bryant dan Lala larut dalam obrolan karena lama menunggu.
" Tapi La, setelah lama aku berpikir rasa-rasanya aku sangat bersalah sama kamu. Andai waktu itu aku bisa menjaga kamu di pesta ku pasti kamu tidak akan mendapat kejadian seperti malam itu," ucap Bryant masih diliputi rasa bersalah.
" Sudahlah Bryant. Semua sudah berlalu. Seperti yang kamu bilang kehadiran triplet adalah kebahagiaan untukku, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu," ucap Lala memberi pengertian.
" Kamu memang sahabat terbaik, La. Aku harap semoga kelak kamu bisa mendapatkan pendamping hidup yang bisa menerima kamu apa adanya sama triplet," ucap Bryant.
Tak berselang lama yang ditunggu-tunggu datang juga. Triplet datang dengan tas ransel mereka yang berada di punggung.
" Kalian ini lama sekali. Kasihan Om Bryant sudah menunggu lama dari tadi," ucap Lala memperingati triplet.
" Maaf mama, Om Bryant, tadi Oliver lupa menaruh buku jadi tadi kita nyari buku dulu " ucap Oliver menjelaskan.
Lala hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Oliver. Lala menyuruh triplet untuk masuk ke dalam mobil Bryant. Mereka dengan rapi berjajar untuk masuk ke dalam mobil milik Bryant.
" Hati-hati di jalan ya semua," ucap Lala setelah triplet duduk manis di dalam mobil.
" Oh ya Bryant. Salam buat Niki, semalam aku tidak benar-benar marah sama dia. Aku hanya bercanda dan tidak bersungguh-sungguh. Aku sangat suka melihat ekspresinya ketika melihatku marah," Lala terkekeh setelah mengatakan itu.
__ADS_1
" Ah masalah itu. Kamu tenang saja nanti aku sampaikan. Aku tahu kamu tidak semarah itu sama sahabat kamu sendiri" balas Bryant.
Bryant berlalu dengan mobilnya sambil membawa triplet. Sedangkan Lala berjalan ke kontrakan untuk mengunci kontrakan sebelum ia juga ikut pergi.
...****************...
Menjadi karyawan baru di sebuah bakery yang cukup besar menjadi pengalaman baru untuk Lala. Pasalnya saat ini ia ditugaskan di bagian dapur. Lala bergabung dengan para senior dapur untuk menciptakan kue-kue baru yang siap disuguhkan untuk konsumen.
Pekerja yang lain cukup menerima Lala dengan baik. Tidak ada sistem junior senior seperti tempat kerja kebanyakan. Kesan pertama Lala bekerja di sini adalah ia yang merasa nyaman.
Lala mulai mengambil bahan-bahan kue. Dengan berbekal pengarahan dari seniornya, Lala mulai menggabungkan beberapa bahan menjadi sebuah adonan. Proses demi proses Lala lewati hingga tahap kue yang ia buat telah sampai pada tahap memanggang. Setelah memastikan pengaturan suhu temperatur yang pas, Lala berdoa semoga kue yang ia buat tidak mengecewakan.
Beberapa menit kemudian, kue yang Lala buat telah matang. Hanya tinggal sentuhan akhir seperti plating dan penempatan kue pada suhu dingin agar membuat kue itu bertahan lama. Dan seperti itulah kegiatan kerja Lala yang di awalinya pada hari ini.
Di tempat lain, Jason sedang sibuk dengan pekerjaannya. Hampir setiap hari berkas-berkas perusahaan menjadi santapan harian Jason. Hampir tidak pernah absen Jason berkutat dengan komputer.
Tok,,, tok,,, tok,,, tampak suara pintu ruangan Jason diketuk oleh seseorang. Ada Fernando dengan beberapa map yang berisi kertas-kertas penting perusahaan.
" Tuan Jason, saya ingin memberikan beberapa berkas tentang persetujuan proyek kita yang di luar kota," ucap Fernando.
" Baiklah, nanti kamu bisa kesini lagi untuk mengambilnya," jawab Jason.
" Lalu dengan kabar dia bagaimana?" tanya Jason lagi sebelum Fernando meninggalkan ruangannya.
" Nyonya hari ini mulai bekerja di bakery yang direkomendasikan oleh Tuan Marvel, nyonya sepertinya sangat nyaman di tempat kerja yang baru. Saya juga telah berhasil membuat karyawan di sana bersedia untuk menjaga nyonya dan tidak memberatkan pekerjaan nyonya,'' jelas Fernando.
'' Terima kasih, kamu boleh pergi'' ucap Jason. Jason tahu jika hari ini Lala mulai berkerja. Ia sengaja menyuruh Fernando untuk memastikan Lala aman di tempat kerja barunya. Jason juga menyuruh Fernando untuk menempatkan Lala di bagian dapur. Setidaknya dengan Lala berkutat di dapur, itu akan sedikit mengurangi interaksi Lala bertemu dengan pria lapar di luaran sana. Entahlah Jason hanya tidak ingin Lala sering dipandangi laki-laki lain jika ia bekerja di bagian depan seperti bagian kasir mungkin.
__ADS_1
Belum sempat Fernando keluar dari ruangan Jason datang Niki dengan memberitahukan informasi jika ada seseorang datang yang ingin menemui Jason. Jason pun memberi ijin dan menyuruh Niki untuk mempersilahkan orang itu untuk masuk. Niki menuruti perintah dari Jason kemudian dirinya pamit keluar untuk memanggil orang itu. Sedangkan Fernando juga turut keluar dari ruangan Jason.