
Hari ini Karen datang ke perusahaan Davies untuk mengajak Jason makan siang. Kebetulan juga hari ini dirinya sedang libur pemotretan jadi waktu luang bisa ia gunakan untuk bertemu dengan tunangannya.
Karen berjalan dengan langkah yang penuh senyum. Selalu Karen berusaha bersikap seperti itu karena dirinya adalah seorang publik figur yang tersohor. Karen tidak hanya bergabung di dunia permodelan saja melainkan juga merambah ke dunia musik. Dirinya sempat membuat album tahun lalu dengan hasil penjualan yang sangat melejit. Jika dikatakan Karen memiliki bakat menyanyi semua itu adalah benar. Karen sangat suka bernyanyi sejak ia masih kecil. Semua itu berkat asuhan pamannya yang sangat disayangi.
Karen telah sampai di depan lift menuju ruangan Jason. Tampak sepi mungkin sekretaris dan asisten pribadinya sedang makan siang masing-masing. Karen tahu jika Jason sangat jarang makan siang di luar. Jadi untuk saat ini ia sangat optimis jika Jason berada di ruangannya.
Dugaan Karen benar, Jason sedang duduk sembari berkutat dengan layar monitornya. Tampak tampan dan berwibawa begitulah kesan Karen ketika melihat Jason yang bekerja.
" Sayang," panggil Karen dan Jason pun melihat Karen yang baru datang.
Jason tertegun. Mengapa Karen begitu terlihat berbeda kali ini? Mereka memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Jason memandang Karen dengan tatapan tanpa berkedip. Jason tidak tahu apakah dirinya terpesona atau hanya terkesan dengan penampilan Karen yang berbeda. Karen selalu tampil cantik setiap hari namun entahlah untuk saat ini gaun yang dipakai Karen membuatnya sedikit menawan.
Jason masih terus memandangi Karen hingga wajah Karen berada tepat di depan matanya. Pandangan mata mereka bertemu. Jason seolah terhipnotis oleh senyum Karen yang tidak seperti biasanya. Apa mungkin karena pembawaan Karen yang kalem dan elegan yang membuat Karen tampak anggun. Tidak seperti biasanya yang selalu berisik dengan ocehannya yang mendesak Jason untuk menikahinya.
" Sayang," panggil Karen lagi.
" Kenapa?" balas Jason tersadar dari lamunannya.
" Kamu sudah makan siang?" tanya Karen yang masih menatap Jason.
Jason menggeleng pertanda ia belum makan. Karen tersenyum dirinya menawarkan Jason makan siang yang sudah ia bawa.
Jason heran mengapa Karen yang ada di depannya ini terlihat sangat manis. Biasanya dulu, setiap wanita itu datang pasti selalu membicarakan pernikahan mereka atau kalau tidak Karen merecoki perkejaan Jason untuk menemaninya belanja.
__ADS_1
Jason tentu malas menanggapi wanita berisik seperti Karen. Karen sangat posesif kepada Jason. Setiap kali ada wanita yang dekat atau bahkan hanya sekedar mengobrol selalu mendapat cacian dari Karen.
Melupakan tanggapan Jason yang diam saja ketika ditawari makan siang, Karen mendekatkan wajahnya ke arah Jason. Mata Karen terpejam ingin mendaratkan bibirnya dengan bibir Jason. Jason terdiam sulit mencerna dengan sikap Karen. Jason secara spontan menolehkan kepalanya ke samping sehingga Karen hanya berhasil mencium pipinya saja.
" Kenapa? " tanya Karen dengan alis berkerut.
" Aku sibuk kerja. Sekarang menyingkirlah dari hadapan ku. Tidak enak jika dilihat orang nanti," jawab Jason menahan perasaan aneh di dadanya. Dia laki-laki normal yang hampir saja tergoda dengan wanita seksi seperti Karen.
" Kamu menolak ku? Apa aku tidak cukup cantik? " tanya Karen lagi dengan nada bicara yang santai. Jason terkejut tidak biasanya Karen berlaku manis kepadanya. Biasanya wanita itu akan marah-marah ketika Jason tidak menuruti keinginannya.
Karen memegang kedua pundak Jason dengan erat. Karen mengarahkan pandangan Jason untuk menatap dirinya. Jason mencoba melepaskan diri tetapi tatapan Karen tidak mengijinkan hal itu. Jason terpaku melihat Karen yang sudah mendekatkan bibirnya di depan bibir Jason sendiri. Jason hanya diam saja ketika bibir merah milik Karen mulai menyentuh ke arah bibirnya yang masih terkatup.
Klek, pintu terbuka dan ada seorang perempuan yang masuk. Pandangan Jason dan Karen seketika langsung menoleh ke arah pintu. Jason terkejut karena yang datang adalah Lala.
Secara spontan Jason menyingkirkan tubuh Karen hingga terjatuh di lantai. Karen mengaduh kesakitan karena mendarat di lantai dengan tidak etis. Karen menatap nyalang kepada Lala dan Jason secara bergantian.
Jason mengejar Lala mengabaikan panggilan Karen yang menahannya untuk tetap berada di ruangan. Jason keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Niki yang siap membawa beberapa dokumen.
" Sial, wanita itu lagi. Mengapa selalu ada saja yang menganggu aku dengan Jason. Sia-sia aku berpura-pura anggun di depan Jason tadi," gerutu Karen mengibaskan beberapa debu di bajunya setelah terjatuh akibat di dorong Jason tadi.
Tak lama Jason kembali ke ruangannya. Jason melangkah ke meja kerjanya untuk mengambil berkas. Karen mencoba menahan tangan Jason agar mau berbicara dengannya. Namun dengan kasar Jason menepis tangan itu. Jason melanjutkan langkahnya untuk keluar ruangan.
" Kamu mau kemana Jas? Urusan kita belum selesai. Jangan main pergi gitu aja, Jason" ucap Karen meninggi.
__ADS_1
Jason menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Karen. Jason berjalan mendekati Karen kemudian dirinya berhenti tepat di depan Karen. Karen tersenyum akhirnya Jason kembali padanya. Namun tak lama setelah itu Jason melangkah lagi untuk mengambil pulpen yang berada di atas meja yang berada di samping Karen berdiri. Karen menghentakkan kakinya kesal karena Jason pergi lagi tanpa meninggalkan sepatah katapun.
" Segitunya kamu tunduk dengan wanita catering itu. Tidak akan aku biarkan dia merebut kamu dari ku," gumam Karen di dalam hati. Ia bertekad apapun itu akan mempertahankan Jason untuk terus bersamanya.
Karen meninggalkan ruangan Jason karena di ruangan itu hanya ada dirinya sendiri. Karen memilih pergi namun belum sempat dirinya sampai lift, Karen bertemu seorang wanita lain bukan Luna sekretaris Jason yang biasanya.
" Siapa kamu?" tanya Karen dengan nada angkuh. Karen memicingkan mata, menyelidiki apakah wanita ini juga akan menjadi saingannya.
'' Saya sekretaris baru Tuan Jason, nona. Saya yang menggantikan Nona Luna yang sudah resign," jawab Niki sopan.
Karen hanya ber oh ria mendengar penjelasan dari Niki. Karen pun ikut memperkenalkan dirinya sebagai tunangannya Jason.
" Saya tunangan Jason. Bekerjalah dengan baik. Jaga Jason! Jangan sampai ada wanita yang mendekatinya," ucap Karen kepada Niki.
Niki mengangguk sopan. Ternyata yang dikatakan Lala jika bos dan sahabatnya ini benar-benar tidak memiliki hubungan. Buktinya Jason memiliki Karen sebagai tunangannya. Lalu mengapa Tuan Jason sangat baik dan memperlakukan Lala seolah seperti seorang kekasih. Niki jadi merasa bingung sendiri.
'' Kamu lihat Jason? '' tanya Karen yang sudah mulai bersahabat dengan sekretaris baru Jason.
'' Tuan Jason sedang dalam perjalanan meeting di luar nona,''
'' Kamu tidak ikut?'' tanya Karen lagi.
'' Meeting masih satu jam lagi, jadi saya ingin menyiapkan beberapa berkas dulu,'' jawab Niki sekenanya.
__ADS_1
'' Sial...jadi Jason menghindari ku dengan pergi ke acara meeting yang bahkan belum dimulai pertemuannya,'' batin Karen dalam hati.
Karen pergi tanpa berpamitan kepada Niki setelah mendengar jawaban Niki. Karen sudah cukup bersabar selama ini melihat tingkah Jason. Karen akan bertindak untuk memberi peringatan kepada wanita catering yang berhasil mengusik hubungannya dengan Jason.