
Jason melarang Lala pergi ke kedai dan juga pulang ke rumah. Sekarang disinilah Lala yang berada di lift kantor perusahaan Davies menuju ruangan CEO milik Jason.
" Kamu pasti bosan di rumah. Jadi kamu tidak perlu berterima kasih karena telah aku ajak ke kantor. Itung-itung nemenin calon suami kerja," ucap Jason setelah menekan tombol lift
" Tanpa kamu ajak kesini pun aku masih memiliki urusan. Jangan bilang nanti kamu hanya menyuruh aku buat duduk-duduk manis nungguin kamu sibuk kerja?" jawab Lala kepada Jason.
" Kamu tidak akan pernah bosan karena memandangi wajah tampan ku," balas Jason dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Lala mendengus mendengar jawaban alay dari seorang CEO seperti Jason. Begitu menggelikan ketika CEO yang seharusnya tegas malah bersikap alay seperti Jason.
" Mengapa kamu selalu berbicara seolah-olah kamu masih muda. Terlalu alay untuk ukuran laki-laki dewasa seperti kamu," ucap Lala sembari berjalan keluar lift.
" Hanya padamu aku begitu," jawab Jason menggenggam tangan Lala untuk ia bawa ke ruangannya.
Tampak Fernando sudah berdiri di depan pintu ruangan Jason. Fernando mengucapkan selamat pagi kepada Jason dan Lala. Lala masih merasa malu jika Fernando memperlakukannya seperti nyonya kaya selayaknya atasan. Padahal jika dilihat dengan baik Lala hanyalah wanita biasa yang tidak menyukai perlakuan spesial seperti itu.
" Fernando, apakah sekretaris baru ku sudah datang? " tanya Jason kepada Fernando.
Memang selama beberapa hari ini Fernando direpotkan oleh Jason untuk mencari sekretaris baru untuknya. Sekretaris lama Jason mendadak mengundurkan diri karena harus menikah dan kembali ke daerahnya. Jason tidak bisa menahan sekretaris Jason yang sudah bekerja sangat lama itu karena pernikahan yang dimaksud adalah pernikahan perjodohan. Sungguh Jason merasa sedikit kehilangan teman sebaik seperti sekretarisnya. Sekretaris Jason selalu bersikap profesional tidak pernah sekalipun melibatkan hal pribadi dalam urusan kerja. Sehingga Jason sangat menyukai kinerja sekretarisnya itu.
" Iya tuan. Sekretaris tuan sudah datang dan sekarang sedang membereskan meja kerjanya untuk ditata ulang. Sebentar lagi saya akan memberi tahu dia untuk menemui anda," jawab Fernando sopan.
Fernando berpamitan pergi untuk melanjutkan tugasnya. Jason dan Lala mengangguk setuju membiarkan Fernando berlalu masuk ke dalam ruang kerjanya sendiri. Jangan salah walaupun Fernando hanya seorang asisten pribadi tetapi ia juga memiliki ruangan kerja untuk mempermudah pekerjaannya ketika menghandle tugas dari Jason.
__ADS_1
" Kamu ganti sekretaris baru? " tanya Lala yang sudah meletakkan tas miliknya di sofa tempat biasanya ia duduk.
" Iya. Luna pulang ke daerahnya karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Aku dengar Luna dipaksa menikah karena tradisi keluarganya," jelas Jason yang sudah mengambil tempat duduk di kursinya.
" Kasihan sekali. Jaman sekarang mengapa masih ada perjodohan? Kan kita sebagai manusia berhak menentukan pilihan termasuk jodoh," balas Lala merasa iba kepada sekretaris Jason yang bernama Luna.
Pasalnya Luna yang sudah Lala kenal orangnya sangat baik dan ramah. Tidak pernah sekalipun memandang Lala remeh karena posisinya yang hanya sebagai karyawan bawahan.
Jason hanya mengangguk menanggapi argumen Lala. Dirinya ikut setuju mengapa perjodohan masih ada. Tidak bisakah kebebasan di dapat untuk setiap orang. Jawabannya tidak semua orang bisa mendapatkan itu.
Jason mulai menyibukkan diri dengan berkas-berkas dan laporan yang ditampilkan di layar monitor di depannya. Sedangkan Lala sudah disediakan buku-buku oleh Jason untuk mengusir rasa bosan. Jason juga sudah menyediakan banyak minuman kesukaan Lala di lemari pendingin miliknya.
Lala pikir dirinya akan bosan selama menunggu Jason yang sibuk bekerja. Ternyata Jason tidak seburuk itu. Tadinya Lala memikirkan hal apa yang akan ia lakukan selama jam kerja Jason, dan sekarang dirinya sudah mendapatkan itu. Lala membaca buku yang disediakan Jason di atas meja. Lala mengernyit bagaimana Jason bisa tahu jika dirinya menyukai novel roman. Di usia Lala yang sudah menjadi ibu untuk triplet, tetapi Lala masih sangat menyukai novel roman ala remaja muda seperti dirinya dulu.
" Ternyata dia pengertian," gumam Lala tersenyum ketika disuguhkan beberapa buku dan novel kesukaannya.
Suara pintu diketuk oleh seseorang dan Jason mempersilahkannya masuk. Tampak seorang wanita yang sangat anggun berjalan menuju ke meja Jason.
" Selamat pagi Tuan Jason. Perkenalkan saya sekretaris baru yang akan menggantikan Nona Luna untuk menjadi sekretaris anda. Tuan bisa mengandalkan saya di berbagai urusan pekerjaan," ucap sekretaris baru Jason.
Jason dan Lala kompak mendongakkan kepala melihat ke arah sekretaris Jason. Lala hanya melihat punggung wanita yang akan menjadi sekretaris baru Jason. Lala berpikir betapa cantik dan pintar wanita itu. Jason pasti betah jika berlama-lama bekerja karena sekretarisnya saja cantik begini.
" Pasti adem tuh dia kalau berkerja," batin Lala di hatinya.
__ADS_1
Lala sempat membandingkan dirinya dengan sekretaris Jason yang Lala yakini sangat cantik. Jiwa iri Lala sebagai seorang perempuan hadir begitu saja.
Lala berusaha menghalau pikiran aneh itu. Tidak mungkin dirinya akan cemburu ketika Jason dikelilingi oleh banyak wanita cantik. Bukankah Jason itu bukan miliknya? Lala akan mengingat untuk tidak terlalu serius ketika menghadapi sikap manis Jason. Bisa jadi itu hanya salah satu sifatnya saja untuk mempermainkan perempuan.
" Nama kamu siapa? Saya lupa," jawab Jason setelah melihat sekretaris barunya.
" Nikita Verona, tuan. Anda bisa memanggil saya Niki,'' jawab sekretaris baru Jason.
'' Bagus. Saya sudah melihat sekilas profil biodata kamu. Kamu lulusan dari SMA Davies kemudian melanjutkan studi di Jepang selama enam tahun. Kamu berhasil masuk kesini karena kontribusi kamu yang bagus selama magang di perusahaan Sakura Company. Kamu juga direkomendasikan oleh paman saya untuk berkerja di sini. Selamat bergabung di perusahaan Davies,'' ucap Jason kemudian berdiri untuk berjabat tangan dengan Niki.
Niki tertegun, ternyata Jason tidak sombong dan irit bicara. Berbeda sekali dengan asisten pribadinya yang bernama Fernando. Dia begitu dingin dan selalu menatap tajam orang yang menjadi lawan bicaranya. Niki kemudian mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan tangan dari Jason.
Sesaat mereka larut dalam aksi perkenalan. Sementara Lala sudah sibuk ingin tahu dan memastikan apakah Niki yang berbicara dengan Jason adalah Niki sahabatnya. Lala melangkah mendekat ke arah dua orang itu. Niki masih memunggungi Lala belum tahu kehadirannya sama sekali. Jason yang melihat Lala celingukan seperti itu akhirnya memanggil Lala untuk mendekat.
'' Kemarilah. Jangan celingukan seperti itu karena tidak sopan,'' ucap Jason kepada Lala yang sudah tertangkap basah.
Niki memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang Jason ajak bicara. Pandangan Lala dan Niki seketika bertemu. Lala menghambur memeluk wanita yang sudah ia duga-duga sedari tadi dan ternyata benar sahabatnya.
'' Niki. Apa benar kamu Niki sahabat aku? Kamu kemana saja? Apakah selama ini kamu tidak merindukan aku?'' ucap Lala memeluk Niki erat.
Niki masih tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabatnya kembali. Niki membalas pelukan Lala dan menjawab jika ia juga sangat merindukan sahabat lamanya ini.
'' Jadi kalian saling kenal?'' ucap Jason membuat kedua sahabat itu saling mengurai pelukannya.
__ADS_1
'' Tentu saja. Apa kamu lupa kalau aku juga siswi lulusan SMA Davies?'' balas Lala yang terlihat senang.
'' Ah aku lupa. Pantas saja sedari tadi kamu memperhatikan Niki secara intens. Ternyata kalian bersahabat,'' ucap Jason kembali.