Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
85. Sonia


__ADS_3

Lala dan Jason bersama triplet turun dari mobil yang membawa mereka pulang ke rumah keluarga Davies. Lala dan Jason sama-sama menggandeng putra-putra mereka.


Pintu rumah keluarga Davies terbuka menampilkan salah satu pelayan di rumah itu. Pelayan itu menghampiri Lala dan juga Jason.


" Tuan Jason, nyonya sudah kembali" ucap pelayan itu memberi tahu Jason.


Lala tidak mengerti siapa yang dimaksud nyonya oleh pelayan itu. Sebelum Lala ingin menanyakannya kepada Jason, datang seorang wanita paruh baya dengan tampilan mewah dan juga pancaran aura yang tegas. Wanita itu berjalan menghampiri keberadaan Lala dan juga Jason.


Walaupun wanita itu sudah berumur namun aura kecantikannya tidak hilang sama sekali. Justru wanita itu terlihat cantik dengan gayanya yang elegan.


" Kamu terluka tetapi tidak mengabari mama mu. Untung ada seseorang yang memberitahu mama tentang kondisi anak mama yang keras kepala ini. Apa kamu baik-baik saja?" ucap wanita paruh baya yang merupakan mama kandung dari Jason. Wanita itu bernama Sonia Davies. Sonia memeluk Jason, anak laki-laki satu-satunya yang sudah lama tidak ditemuinya.


" Mama, sudah datang?" tanya Jason.


" Mama mau buat perhitungan sama kamu. Sekarang cepat jelaskan tujuan kamu yang sebenarnya," jawab Sonia.


Jason mengajak semua yang masih di luar rumah untuk masuk ke dalam. Lala merasa canggung setelah tahu jika wanita paruh baya itu adalah mama Jason. Lala bingung harus berbuat apa, takut jika nanti mama Jason menyakiti anak-anaknya. Bagaimana pun juga triplet hadir tanpa persetujuan dan juga perencanaan dari mereka sendiri.


" Panggil Fernando suruh dia kesini," titah Jason kepada pelayan yang memberitahunya tadi.


Seketika suasana di rumah Jason menjadi akward. Lala dan juga triplet sedari tadi diam saja karena merasa tidak nyaman akan kedatangan nyonya utama di rumah keluarga Davies.


" Duduklah kalian semua disini," ucap Sonia menyuruh semua yang ada disitu untuk duduk.


Jason mengambil tempat duduk di samping Lala. Tadinya Lala ingin duduk berjauhan dengan Jason namun Jason menahannya. Sekarang posisi Jason dan Lala sama-sama memangku Oliver dan juga Max. Sedangkan Matt, anak itu duduk di samping Jason. Sembari memangku Max, Jason melingkarkan tangannya di pinggang Lala. Lala merasa risih akan hal itu namun Jason malah mengeratkan tangannya.


Sedangkan Sonia mengamati putranya yang sangat dekat dengan seorang wanita dan juga tiga bocah kecil yang memiliki wajah sama persis satu sama lain.

__ADS_1


" Kita tunggu seseorang lagi," ucap Jason dan semua yang ada disitu turut mengangguk.


Tak lama pelayan datang mengantarkan minuman untuk sang tuan rumah. Triplet diam saja begitu melihat cemilan kesukaan mereka juga ikut tersaji. Padahal biasanya ketiga anak-anak itu sangat cekatan jika melihat makanan kesukaan mereka.


" Maaf saya terlambat," ucap seseorang yang berada di ujung pintu rumah.


" Ayah," pekik Lala begitu melihat orang yang datang. Lala sangat terkejut melihat kedatangan ayahnya. Bagaimana ayahnya bisa sampai kesini. Padahal sebelumnya setiap kali Lala berteleponan dengan ayahnya tidak pernah sekalipun ia menceritakan keadaanya yang sebenarnya.


" Lala," ucap ayah Lala yang bernama Gani Samsul.


Triplet turun dari sofa berlari untuk memeluk kakek mereka. Triplet tidak tahu jika kakeknya bisa menemui mereka disini. Sudah cukup lama mereka berpisah dan itu membuat triplet sangat merindukan kakeknya.


'' Berhubung Tuan Gani dan mama sudah datang. Jason ingin memberitahukan secara resmi kepada kalian semua jika kami sudah memiliki anak,'' ucap Jason berdiri dan diikuti oleh Lala. Jason merangkul pundak Lala mendekatkan Lala untuk merapat dengan tubuhnya.


'' Anak kami kembar tiga. Yang sulung bernama Matt Erland Davies, kemudian yang kedua ada Max Ervan Davies dan si bungsu yang terkahir Oliver Eric Davies,'' ucap Jason lagi. Lala membelalakkan mata begitu mendengar Jason memperkenalkan triplet dengan marga Davies.


Sonia menjewer telinga Jason cukup kencang sehingga laki-laki itu mengaduh kesakitan sembari memegangi telinganya yang mulai memanas. Lala terkejut melihat Sonia menjewer anaknya sendiri. Sedari tadi Lala sudah gugup memikirkan banyak hal buruk termasuk tamparan dari Sonia yang mungkin setelah ini akan ia dapatkan.


'' Dasar anak nakal!! Bisa-bisanya kamu berbuat sejauh itu,'' ucap Sonia gemas menjewer telinga Jason.


Sonia menghentikan jewerannya setelah puas melihat wajah Jason yang merah. Anaknya itu juga sedari tadi sudah menggumamkan kata maaf. Kini atensi Sonia beralih kembali kepada Lala. Sonia kembali memandang wajah Lala cukup lama. Lala merasa gugup karena ditatap intens oleh mama Jason.


'' Menantuku, maafkan putra mama ya. Pasti selama ini kamu begitu menderita karena ulahnya. Mama sudah banyak mendengar cerita kalian,'' ucap Sonia kini memeluk Lala erat.


'' Nyonya saya,,,'' ucap Lala terbata-bata karena merasa gugup ketika mendapat pelukan erat dari Sonia.


'' Cukup panggil aku mama saja,'' ucap Sonia kini mengurai pelukannya.

__ADS_1


Lala merngejapkan kedua matanya setelah mendapat perlakuan manis dari Sonia. Lala pikir dirinya akan kena cacian dan hinaan atau bahkan tamparan namun ternyata itu hanya pikiran buruknya saja.


Usai memeluk Lala yang masih mematung, kini Sonia beralih mendekati Gani dan juga triplet. Triplet bersembunyi di balik tubuh kakeknya yang tinggi. Mereka kali ini merasa asing dengan wajah Sonia. Jika mereka mudah akrab dengan orang asing tetapi kali ini tidak, sejak tadi triplet merasa takut terhadap wanita yang mereka tahu sebagai mama dari papanya.


'' Kalian sangat menggemaskan. Kemari dan mendekatlah kepada oma. Oma ingin berkenalan dengan kalian secara langsung,'' ucap Sonia setengah menunduk untuk melihat ketiga cucu-cucunya yang tampan.


Lala masih tidak paham dengan situasi yang terjadi. Kenapa ayahnya dan mama Jason bisa datang secara bersamaan ke rumah keluarga Davies. Lala kemudian mendekati ayahnya dan juga triplet. Lala juga turut menyaksikan triplet yang diam saja ketika Sonia mengajak mereka berinteraksi.


'' Apa kabar mu nak?'' sapa Gani kepada anaknya.


'' Ayah tahu darimana kalau Lala berada di sini?'' tanya Lala.


'' Hei menantu ku!! Kenapa cucu-cucu ku diam saja dari tadi? '' tanya Sonia kepada Lala hingga kini atensi Lala beralih menatap triplet.


'' Mereka takut sama mama yang terlalu agresif,'' sahut Jason menyusul mereka semua.


'' Triplet oma ini orangnya baik, nak. Oma ini ibu dari papa kalian,'' ucap Sonia lagi kepada triplet.


Oliver masih malu-malu kepada Sonia. Sedangkan Matt sudah mulai nyaman namun tidak terlalu menunjukkan atensinya. Dan yang kini beralih mendekat kepada Sonia adalah Max. Anak itu sudah berani untuk menyalimi tangan Sonia terlebih dahulu.


'' Halo oma. Perkenalkan nama ku Max,'' sapa Max dengan gaya lucunya.


'' Ah kamu menggemaskan sekali,'' balas Sonia dengan mencubit pipi Max.


'' Sebaiknya Tuan Gani dan mama berisitirahat dulu. Sepertinya Jason butuh waktu untuk menjelaskan ini kepada Lala,'' ucap Jason yang paham dengan Lala yang sedang kebingungan.


Semua mengangguk setuju dengan usul dari Jason. Lala akan menuntut berbagai pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2