Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
65. Jennie oh Jennie


__ADS_3

Jennie mengambil tempat duduk yang kosong. Jennie memperhatikan Lala yang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuknya dan yang lain.


" Apa disini tidak ada pembantu? Mengapa kamu mengerjakannya sendiri?" tanya Jennie.


" Jennie, ini kontrakan bukan mansion mewah seperti milik mu. Jadi disini tidak ada yang namanya pembantu," jawab Lala.


" Bukankah kamu dekat dengan kakak ku? Apa kakak ku tidak memberikan fasilitas mewah buat kamu? Setahu ku Kak Jason sangat royal kepada wanita manapun yang dekat dengannya," balas Jennie yang kemudian menghentikan aktivitas Lala menaruh piring.


" Aku dan kakak mu tidak terlibat hubungan sejauh itu,"


" Benarkah?"


" Benar. Lagian kakak mu itu sudah memiliki tunangan dan aku bukan wanita yang akan dengan tega merebut tunangan milik orang lain," jawab Lala.


" Hishh. Padahal aku tidak merestui kakak ku bertunangan dengan nenek lampir itu. Lalu bagaimana dengan mu apakah kamu menyukai kakak ku?" tanya Jennie.


" Aku yakin kamu pasti menyukai kakak ku. Dia seorang casanova, banyak wanita yang selalu mengincarnya. Dan aku sangat yakin peluang kamu untuk mendapatkan kakak ku itu pasti lebih besar karena kalian sudah memiliki anak," ucap Jennie lagi.


" Apa sekarang kamu berniat menuduh ku karena aku telah menggunakan anak-anak ku untuk mendekati kakak mu? Kamu sangat membenci ku dari dulu, apa setelah ini kamu akan melenyapkan aku karena telah berani mengandung anak dari kakak mu?" tanya Lala. Entahlah Lala hanya merasa sensitif karena Jennie menyinggung perasaan Lala tentang hubungannya dengan Jason.


" Mana ada begitu. Kamu sudah naik level. Buktinya aku sudah tidak memanggil kamu gue lo lagi," ucap Jennie melenceng.


" Aku tidak mengerti sebaiknya kamu makan lalu setelah itu kamu boleh pergi,"


" Apa kamu mengusir ku? Dengar ya Lala, aku sudah tidak memanggil kamu dengan sebutan lo gue lagi. Kamu tahu itu rasanya tidak mudah jadi kamu harus menghargai usaha aku karena aku sudah memanggil kamu dengan sebutan yang sopan,"


" Lalu hubungannya apa dengan masalah ini Jennie?" tanya Lala tidak mengerti dengan ucapan perempuan di depannya.


" Hubungannya berarti aku sudah menerima kamu sebagai teman. Semalam kamu sudah menolong aku jadi sebagai imbalannya aku akan menganggap kamu sebagai teman ku. Aku juga akan melupakan permusuhan kita di masa lalu dan melupakan semua kesalahan yang pernah kamu buat,"

__ADS_1


" Aku tidak pernah memusuhi mu, kamu sendiri yang sangat membenci ku. Dan setahu ku, aku juga tidak pernah berbuat salah kepada mu justru kamu yang selalu menyakiti ku,"


" Lupakan saja. Kan sekarang kita teman," balas Jennie santai.


Lala hanya melongo mendengar jawaban dari Jennie. Hanya semalam ia dan Jennie berubah menjadi teman. Lala patut mencurigai hal ini, mana mungkin seorang Jennie yang amat sangat membencinya berubah menjadi dan menjadikan ia teman.


'' Apa kepala mu terbentur semalam? Sepertinya iya? Sebaiknya setelah sarapan kamu harus check up ke dokter,'' ucap Lala menyarankan.


'' Aku baik-baik saja, tidak perlu ke dokter'' balas Jennie sembari mencomot sebuah gorengan.


Ia masih asing dengan makanan ini. Tetapi ia sangat sering melihatnya di rumah karena beberapa pekerja rumah sangat sering memakannya.


'' Ini bisa dimakan?'' tanya Jennie dengan memperlihatkan gorengan yang tadi ia comot.


Setelah melihat Lala mengangguk, Jennie mulai menggigit gorengan yang ia pegang. Rasanya terasa asing di lidah Jennie namun tidak mengindikasikan makanan ini tidak enak.


'' Kalau kamu tidak menyukai masakan ku sebaiknya kamu jangan makan,'' ucap Lala merasa aneh ketika Jennie mencicipi masakan yang ia buat.


'' Dasar orang kaya,'' gumam Lala dan tidak didengar oleh Jennie.


...****************...


Hari ini Lala berkerja seperti biasanya. Hari kedua untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Mengenai Jennie, tadi pagi Lala mengatakan untuk menyuruh Jennie pulang karena ia dan triplet sama-sama harus melakukan aktivitas masing-masing, namun perempuan itu menolak. Lala masih mengingat betul bagaimana kata-kata Jennie ketika ia tidak ingin pergi dari kontrakan Lala.


'' Seharusnya kamu bersyukur karena telah menampung model terkenal seperti aku. Jadi aku akan tetap disini sampai Dion tidak menganggu ku lagi,'' ucap Jennie.


Lala akhirnya mengijinkan Jennie untuk menempati kontrakannya untuk sementara. Tetapi sebelum Lala pergi ia sudah memperingati Jennie untuk tidak membuat ulah. Kalau pun Jennie berbuat ulah, kali ini Lala akan bertindak lebih melebihi waktu ia menampar Jennie dulu.


Lala melanjutkan aktivitas pekerjaannya. Hari ini ada beberapa pesanan kue yang harus ia buat. Dengan dibantu karyawan lain, Lala mulai menyelesaikan pekerjaannya hari ini.

__ADS_1


Sementara di kontrakan Lala, Jennie hanya menghabiskan waktu dengan tertidur. Sejak Lala berangkat pergi bekerja dan juga triplet yang berangkat ke sekolah, Jennie merebahkan tubuhnya di ranjang milik Lala. Dengan bantuan kipas angin yang terus berputar, Jennie tidak merasa kepanasan. Badannya masih sangat sakit jadi ia memutuskan untuk beristirahat di tempat Lala. Jennie juga memakai baju Lala. Baju sederhana namun tampak pas di tubuh Jennie. Walaupun bukan style Jennie yang sebenarnya, Jennie cukup merasa nyaman dengan baju Lala.


'' Apa disini tidak ada makanan?'' gumam Jennie merasa lelah karena kebanyakan tidur. Jennie memutuskan untuk bangun dan keluar kamar.


Hari sudah siang, pantas saja dirinya merasa lapar. Jennie berjalan ke dapur kontrakan rumah Lala. Disini tidak ada kulkas, Jennie tidak bisa menemukan minuman dingin. Padahal tenggorokannya sangat haus, ingin rasanya ia menenggak segelas air dingin. Tapi apalah daya di dapur Lala hanya ada galonan air biasa.


Jennie pun mengambil gelas sebagai wadah untuk menampung air. Ia meminum segelas air putih itu hingga tandas. Pandangan Jennie mengedar melihat dapur minimalis milik Lala. Jennie melihat ada sepucuk surat yang menempel di pintu dapur. Jennie berjalan mengambil kertas itu kemudian membacanya.


^^^Hanya ada makanan sisa pagi, jika kamu lapar kamu bisa memakannya. Atau jika kamu tidak suka kamu bisa merebus mie instan atau menggoreng telur yang ada di bawah meja perabot....^^^


^^^Jangan menghancurkan kontrakan ku !!!!!^^^


^^^Vanilla Jasmine^^^


Jennie terkekeh melihat tulisan Lala. Tulisan itu tidak pernah berubah masih sama seperti dulu. Mengapa Jennie bisa hafal? Karena dulu Lala sangat sering mengerjakan tugas sekolah miliknya.


Jennie pergi ke meja makan. Benar disana ada makanan sisa tadi pagi. Masih fresh dan juga terlihat menggiurkan. Tadi pagi Jennie makan dengan lahap, dan sekarang ia ingin menikmati masakan itu lagi.


'' Lebih baik aku makan ini saja. Dari pada aku masak mie atau telur, nanti yang ada malah kontrakan Lala yang matang terpanggang," ucap Jennie menyendok kan makanan itu ke mulutnya.


'' Hmmm, rasanya enak banget,'' gumam Jennie dengan mulut yang penuh makanan.


Usai makan Jennie mendudukkan pantatnya di ruang tamu. Beruntungnya Jennie melihat ada fasilitas TV yang menjadi satu-satunya barang mewah di kontrakan Lala. Jennie menyalakan TV setidaknya untuk mengurangi rasa bosan. Ketika mengambil remote, pandangan Jennie teralihkan untuk menatap sebuah pigura yang terletak di samping TV.


Pigura itu menampilkan foto triplet yang berpose sangat menggemaskan. Mereka memakai pakaian yang sama dan berpelukan satu sama lain. Jennie benar-benar terpesona dengan triplet sejak waktu pertama kali ia melihat mereka.


'' Wajah kalian benar-benar mirip Kak Jason. Awas saja Kak Jason!! Berani-beraninya dia tidak memberi tahu aku jika ia sudah memiliki anak. Padahal kan aku adiknya, mengapa dia tidak memberi tahu ku?'' gerutu Jennie merasa kesal dengan Jason karena telah menutupi keberadaan triplet.


'' Jadi malu sendiri aku. Ternyata aku sendiri yang menyebabkan Lala mengandung anak kakak ku. Terus aku juga yang menghina dia sebagai perempuan murahan. Benar-benar bego kamu Jen!!! Udah menghina orang yang salah dan sekarang dengan tidak tahu dirinya malah menumpang di rumahnya,'' monolog Jennie kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


'' Sepertinya meminta maaf terlebih dahulu tidak lah terlalu buruk,'' pikir Jennie.


__ADS_2