Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
63. Pulang kerja


__ADS_3

" La kamu sudah selesai?" tanya salah satu karyawan bakery kepada Lala.


" Eh iya mbak. Ini aku sudah selesai. Semuanya sudah aku beresin mbak tinggal nutup bakery aja," jawab Lala.


" Ya sudah, nanti biar ditutup sama Haikal. Kan ini memang sudah tugasnya dia. Kamu mau pulang kan? Bareng aku aja gimana?'' tawar karyawan yang bernama Susi kepada Lala.


Lala menerima tawaran Susi untuk pulang bersama. Sekarang Lala sudah berganti baju dari seragam kerjanya dengan baju biasa yang ia pakai saat berangkat tadi pagi. Jam kerja telah usai, semua karyawan bakery bergegas pulang termasuk juga dengan Lala.


Lala bersama Susi siap pulang dengan menaiki bis kota yang singgah di halte dekat dengan bakery tempat mereka bekerja. Lumayan hari ini ada teman, jadi Lala bisa mengobrol selama perjalanan pulang.


" Lala, Mbak Susi mau pulang ya? " tanya Haikal. Haikal adalah satu-satunya karyawan laki-laki bakery yang mendapat amanah untuk memegang kunci.


" Iya Kal," jawab Lala dan Susi bersamaan.


" Ikut dong. Hari ini aku juga tidak bawa kendaraan jadi aku pulangnya naik bis," ucap Haikal.


" Yaudah ayo keburu tambah malam, nanti enggak ada bis yang lewat lagi," ajak Susi menyuruh mereka cepat.


Lala mengikuti kedua temannya untuk menuju halte. Namun sebelum Lala sepenuhnya meninggalkan pelataran bakery datang Marvel dengan menaiki mobil miliknya. Mobil Marvel berhenti tepat di depan Lala yang hendak menyeberang.


Dengan spontan Lala menghentikan langkahnya karena ada mobil Marvel yang menghalangi jalannya. Marvel kemudian turun dari mobil dan menghampiri Lala yang masih bersama dengan kedua temannya.


" Wah, ternyata Lala sudah dijemput suami nih," sorak Susi begitu melihat Marvel turun.


" Udah dijemput sama suami tuh, La. Buruan pulang! Kan yang naik bis cuma aku sama Mbak Susi nanti," sambung Haikal.


" Apa sih kalian itu. Dia bukan suami aku ya," elak Lala menolak persepsi Susi dan Haikal.


" Halo, selamat malam" sapa Marvel ramah.

__ADS_1


" Masa iya ganteng begini bukan suami kamu sih La? Atau memang kalian masih tahap pacaran?" tanya Susi ingin tahu.


Marvel hanya tersenyum ketika ia disebut suami oleh teman Lala. Dalam hati ia berdoa semoga saja itu benar terjadi, batin Marvel terkekeh.


" Bukan mbak. Dia temen aku," ucap Lala menjelaskan.


" Lala memang suka malu-malu gitu. Masa pacar sendiri enggak diakui," ucap Susi menggoda Lala.


" Mbak Mbak Susi,,, ayo kita pulang sekarang! Nanti ketinggalan bis bisa repot aku. Soalnya ini tanggal tua jadi harus irit," ucap Haikal.


" Iya Kal kamu benar. Naik taksi mahal kalau sampai rumah," timpal Susi.


" Lala dan suami kita pamit pulang duluan ya. Takut kemalaman nanti ketinggalan bis lagi," ucap Susi berpamitan.


" Da Lala dan suami," lanjut Haikal selepas itu pergi menyebrang bersama Susi untuk menuju halte. Kini yang tersisa hanya Marvel dan Lala saja.


" Ayo kita pulang!" ajak Marvel.


" Ya iyalah. Emang aku kesini mau jemput siapa kalau bukan jemput kamu," balas Marvel tertawa renyah.


" Apa tidak merepotkan?"


" Enggak dong. Kan kamu istriku," canda Marvel.


" Ishh Marvel apaan sih,"


" Bukan aku yang bilang ya,,, tapi kedua teman mu tadi yang bilang kalau aku suami kamu," ucap Marvel sembari membukakan pintu mobil untuk Lala.


'' Mereka memang suka iseng,'' sanggah Lala.

__ADS_1


'' Iseng-iseng berhadiah juga bisa kan? Siapa tahu itu jadi kenyataan,'' canda Marvel.


'' Bercanda mulu. Buruan jalan,'' ucap Lala.


Lala pun masuk ke dalam mobil Marvel. Marvel juga ikut menyusul kemudian dirinya memakai sabuk pengaman dan dilanjutkan dengan mobil Marvel yang mulai melaju.


Di sebuah lampu merah mobil Marvel berhenti. Tak lama ada sebuah mobil Alphard juga ikut berhenti tepat di samping mobil Marvel. Lala melihat sekilas mobil Alphard yang berada tepat di sampingnya melalui kaca mobil Marvel. Merasa tak ada apa-apa, pandangan Lala kembali mengarah kepada Marvel yang mengajaknya bicara.


Beberapa menit menunggu akhirnya lampu hijau yang ditunggu menyala juga. Marvel langsung melakukan mobil miliknya untuk melanjutkan perjalanan. Mobil Marvel melaju biasa saja namun mobil Alphard yang berada di sebelah Lala tadi menyelip mobil Marvel tanpa mengindahkan mobil-mobil lain. Mobil Alphard itu melaju kencang bak mobil ambulans yang membawa orang pasca kecelakaan. Mobil Marvel mengalah tidak ingin membalas mobil Alphard yang ugal-ugalan di depan mobilnya itu.


" Kenapa orang jaman sekarang aneh-aneh? Padahal jelas - jelas dia tahu ini jalan umum tapi kok masih bisa kebut-kebutan di jalan seperti ini sih? " gerutu Lala melihat aksi mobil Alphard yang membahayakan pengendara lain.


" Namanya juga orang aneh, La" sahut Marvel juga ikut merasa kesal.


Marvel melanjutkan perjalanan menuju ke kontrakan rumah Lala. Untuk meringkas waktu Marvel melewati jalan lain. Jalan itu memang tidak diketahui banyak orang jadi masih aman dari yang namanya macet.


'' Tidak apa-apa kan kita lewat sini? Biar lebih cepat sampai kontrakan kamu,'' ucap Marvel.


'' Tidak apa-apa. Aku memang sedikit tahu jalan ini namun aku tidak berani jika melewatinya sendirian,'' jawab Lala.


Marvel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan yang sepi dan lampu yang yang tidak terlalu terang membuat suasana jalan seperti tidak pernah terjamah. Padahal setiap pagi di jalanan ini sering digunakan untuk tempat berolahraga bagi warga terdekat. Katanya memang ada beberapa bagian jalan yang masih dalam perbaikan. Namun perbaikan itu harus tertunda karena adanya masalah internal dari pihak pembangunannya.


Lala mengamati jalanan yang hanya menampilkan beberapa aktivitas orang di pinggir jalan. Sepertinya di tempat ini terkadang dijadikan tempat untuk anak-anak muda yang suka berkumpul di malam hari. Entah itu hanya sekedar mengobrol atau melakukan kegiatan yang dalam tanda kutip.


Pandangan Lala terfokuskan pada sebuah mobil Alphard yang tadi sempat ditemuinya. Mobil itu berhenti tepat di pinggir jalan. Lala memberi tahu Marvel jika ia melihat mobil yang sempat menyalip mereka selepas lampu merah tadi.


Terlihat seorang laki-laki keluar dari kursi bagian pengemudi. Laki-laki itu turun kemudian membuka pintu mobil bagian sampingnya. Setelah pintu itu dibuka, laki-laki itu menarik paksa seseorang. Tampak si lelaki memaksa seseorang yang berada di bagian kursi penumpang itu untuk turun dari mobil.


'' Jennie. Marvel itu Jennie,'' pekik Lala setelah mengamati aktivitas mobil Alphard yang sangat mencurigakan sejak tadi.

__ADS_1


Marvel langsung menghentikan mobil miliknya tepat di samping mobil itu. Segera Lala turun dari mobil untuk melihat Jennie yang ditarik-tarik paksa oleh seorang laki-laki.


__ADS_2