Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
56. Taktik Jason


__ADS_3

'' Bagaimana,? '' tanya Jason kepada seseorang yang berada di depannya.


Saat ini di ruangan Jason ada Niki sang sekretaris yang sedang memberikan jadwal meeting yang harus dihadiri Jason. Jason menerima berkas yang berisi jadwal miliknya itu kemudian membacanya. Namun setelah itu Jason menahan Niki untuk menjelaskan hal lain.


'' Bagaimana?'' ulang pertanyaan Jason lagi.


'' Jadi kemarin saya yang membantunya pindah tempat, tuan. Dia pindah di kontrakan yang lebih dekat dengan sekolah triplet,'' jelas Niki.


." Terus pantau dia dan laporkan kepada ku," perintah dari Jason.


" Tapi tuan tidak akan menyakiti Lala kan? Saya akan menjadi sahabat yang buruk jika membiarkan Lala tersakiti oleh tuan," ucap Niki takut-takut.


" Saya tidak mungkin menyakiti ibu dari anak-anak saya. Percayalah, saya tulus sama mereka," balas Jason menyakinkan.


Flashback...


Waktu itu Niki berjalan menuju lift untuk menuju ke ruangannya. Di dalam lift tidak hanya ada Niki saja melainkan ada beberapa karyawan lain yang juga ikut menaiki lift yang sama dengan Niki.


Lantai ruangan Niki berada di lantai paling atas gedung kantor perusahaan Davies. Jadi mau tidak mau ia harus bersabar bergantian menunggu gilirannya keluar. Di tengah bergerak naiknya lift, Niki sempat mendengar percakapan para karyawan.


Mereka bercerita jika kedai milik Lala terbakar. Niki terkejut ia memastikan berita itu dengan bertanya kepada karyawan yang bergosip tersebut.


" Tunggu, apa yang kalian maksud cerita pemilik kedai yang terbakar itu adalah Lala yang biasanya sering bersama Tuan CEO perusahaan ini? " tanya Niki. Niki sebelumnya memang belum tahu jika Lala pernah menjadi pengirim catering perusahaan Davies.


" Iya benar. Mbak Lala yang dulunya sering kesini sekedar untuk mengantar makan siang. Dia juga sering menemui CEO perusahaan, karena Tuan Jason sangat menyukai masakannya," jelas karyawan itu.


Niki sedikit terkejut, jadi Lala sedang ada masalah. Tapi mengapa sahabatnya itu tidak memberitahunya? Apakah kondisinya baik-baik saja? Banyak pikiran berkecamuk di pikiran Niki.

__ADS_1


" Baiklah, terima kasih" ucap Niki ketika karyawan itu pamit keluar lift duluan.


Niki melanjutkan fokusnya untuk menuju ruangannya sendiri. Sesampainya di lantai paling atas, Niki tidak sengaja bertemu dengan Jason dan juga Fernando.


Tidak biasanya Fernando dan Jason berbincang-bincang di luar ruangan seperti ini. Niki berniat mengabaikan mereka berdua namun atensinya teralihkan kala sayup-sayup ia mendengar jika Jason membicarakan Lala. Niki dapat mendengar jika Lala sedang menjauhi Jason.


Karena Niki tidak ingin merusak citra buruknya dengan menguping pembicaraan atasan, ia lebih memilih pergi. Namun sebelum ia berhasil pergi, suara Jason menginterupsinya untuk menghampiri Jason dan Fernando.


Niki mengangguk, pasti ia sudah ketahuan akibat menguping pembicaraan Jason. Tidak apa-apa lah nanti Niki akan menjelaskan jika dirinya tidak sengaja mendengar karena suara Jason juga begitu keras sehingga ia dapat mendengarnya.


" Pagi Tuan Jason, Tuan Fernando" sapa Niki ramah.


" Kamu sudah mendengar pembicaraan ku bersama Fernando?" ucap Jason dengan nada pertanyaan.


Niki menelan ludah. Dugaannya benar, ternyata ia ketahuan karena telah menguping pembicaraan Jason. Sumpah demi apapun Niki tidak sengaja.


" Maafkan saya tuan. Saya benar-benar tidak sengaja. Saya berjanji lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap Niki menunduk.


End...


Seperti itulah kira-kira kemarin Jason memberikan perintah kepada Niki untuk menemui Lala. Jason menyuruh Niki agar memantau Lala dan memberikan laporan setiap saat kepada Jason. Awalnya Niki tidak mau namun ia melihat jika Jason sangat tulus ingin mendekati Lala akhirnya Niki mau membantu. Toh Niki sebenarnya juga sangat khawatir akan kondisi Lala, jadi dengan adanya perintah dari Jason ia bisa melihat kondisi Lala.


'' Terima kasih atas informasi yang kamu berikan. Sekarang kamu boleh pergi,'' ucap Jason setelah mendengar informasi yang diberikan oleh Niki.


Selepas Niki pergi, Jason menyandarkan tubuhnya ke belakang pada area kursi kerja miliknya. Pandangan Jason menerawang, sudah beberapa hari ini triplet dan Lala benar-benar menjauhinya. Bahkan usaha dan bujuk rayu yang Jason berikan tidak mempan sama sekali. Jason merasa pusing akhir-akhir ini.


Ditambah dengan masalah kantor yang mengharuskan ia sibuk siang malam hanya demi menyelasaikan masalah yang dibuat oleh seorang pengacau.

__ADS_1


Jason terpaksa menyuruh Niki yang merupakan sahabat Lala untuk memantau keadaan Lala dan triplet. Dari kondisi Jason yang diacuhkan serta kesibukan Jason mengenai masalah kantor, ia jadi tidak bisa meluangkan waktu untuk selalu berada di dekat Lala dan triplet.


Mengenai masalah kantor kemarin, Jason berhasil membereskannya. Keadaan sistem operasi komputer perusahaan yang membeku berhasil ia perbaiki. Sekarang ia harus mengurus beberapa pekerjaan yang sempat tertunda karena masalah kemarin.


...****************...


Terlihat seorang wanita sedang berjalan menuju salah satu ruang kelas. Wanita yang diketahui sebagai seorang pengajar di sekolah triplet itu sedang datang ke kelas triplet untuk menemui Mam Sarah yang sedang mengajar di kelas triplet.


" Permisi, Mam Sarah. Saya diutus kepala sekolah untuk memanggil triplet agar datang ke ruangan kepala sekolah," ucap pengajar yang baru datang ke kelas triplet.


Mam Sarah yang merupakan nama pengajar di kelas triplet mengangguk mempersilahkan triplet untuk meninggalkan kelas. Triplet mengikuti pengajar yang bernama Mam Rini, beliau merupakan wanita tadi yang memanggilnya.


" Mam Rini, mengapa kita dipanggil kepala sekolah? Apa triplet ada salah?" tanya Max selama perjalanan menuju ke ruangan kepala sekolah.


" Tidak ada Max. Mam Rini hanya menjalankan perintah dari kepala sekolah. Katanya kalian disuruh menemui ibu kepala sekolah sekarang," jawab Mam Rini menjelaskan.


Triplet dan Mam Rini terus berjalan hingga mereka sampai di depan ruangan kepala sekolah. Mam Rini menyuruh triplet untuk masuk ke dalam. Triplet pun masuk, terlihat di ruangan itu ada kepala sekolah. Kepala sekolah kemudian bercakap-cakap sebentar dengan Mam Rini yang mengantar triplet tadi.


Sesaat setelah bercakap-cakap, Mam Rini keluar ruangan meninggalkan triplet dan kepala sekolah mereka. Kepala sekolah triplet menyuruh triplet untuk mengikutinya masuk ke dalam ruang tamu yang berada di ruangan kepala sekolah itu.


Triplet pun menuruti ucapan kepala sekolah. Sejak tadi mereka selalu bertanya-tanya mengapa mereka dipanggil di jam pelajaran yang sedang berlangsung. Setahu triplet mereka tidak sedang berbuat ulah, jadi kemungkinan besar mereka dipanggil bukan karena membuat kesalahan bukan.


Kini triplet sudah berada di ruang tamu yang dimaksud. Ibu kepala sekolah mereka yang baru menyuruh triplet untuk duduk. Kepala sekolah itu akhirnya memberitahukan jika tujuan triplet kesini karena ada seseorang yang ingin menemui triplet. Jadi triplet dipanggil untuk menemui seseorang itu. Tak lama setelah ibu kepala sekolah menjelaskan, pintu ruangan diketuk dan datanglah seseorang dengan wibawanya yang tinggi.


'' Tuan Jason, anda sudah datang? Anak-anak sudah menunggu anda,'' ucap Ibu kepala sekolah menyambut seseorang itu yang ternyata adalah Jason.


'' Terima kasih. Ibu bisa tinggalkan saya bersama mereka?'' balas Jason kemudian kepala sekolah triplet mengiyakan.

__ADS_1


Kepala sekolah triplet telah pergi, kini hanya tinggal Jason bersama anak-anaknya.


'' Apa kalian tidak merindukan papa?'' ucap Jason dengan senyuman lebar.


__ADS_2