
FLASHBACK...
'' Brengsek, kamu Dion!!!!! Siapa wanita itu ha?'' teriak Jennie kepada Dion dan seorang wanita.
" Jennie," ucap Dion.
" Kamu kenapa bisa ada disini?" tanya Dion mendapati kekasihnya berada di club yang sama dengannya.
Awalnya Jennie bersama temannya mendatangi sebuah club karena ia merasa bosan di rumah. Sudah lama sejak semua fasilitas yang dimiliki Jennie disita oleh Jason, Jennie sangat jarang pergi ke club. Ia sangat sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan oleh Fernando. Kata Jason, Jennie harus belajar bisnis seperti dirinya karena ini adalah amanah terakhir dari papa mereka. Dengan dibantu Fernando, Jennie menangani beberapa bisnis Jason. Tentu semua itu tidak mudah bagi Jennie mengingat sang mentor saja sangat dingin dan cuek seperti Fernando.
" Kenapa bisa ada disini? Gila kamu!!!! Selingkuh tapi bilangnya lagi sibuk. Kita putus!!!!" ucap Jennie kemudian meninggalkan club. Jennie berpamitan kepada temannya, ia tidak jadi bermain di club karena ia sudah malas mengingat ia baru saja memergoki kekasihnya bercumbu dengan wanita lain. Malam yang mengenaskan bagi Jennie, sudah ditinggal selingkuh dan sekarang ia harus merasakan kekecewaan lagi.
Setelah keluar dari club, Jennie ingin mencari taksi. Jennie sengaja pergi tanpa supir karena tidak ingin ketahuan oleh kakaknya. Jennie tahu jika Jason dan Fernando sedang ke luar kota. Setahu Jennie juga Jason dan Fernando lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan kontrak kerja sama baru dengan perusahaan asing.
Bisa dibilang Jennie sedikit merasa bebas karena tidak ada kakaknya. Dan sekarang ia berniat ingin menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, tetapi semua itu harus batal karena moodnya sudah hancur setelah melihat adegan live Dion bersama wanita lain.
Sepanjang jalan, Jennie menggerutu kesal. Jennie mengumpati Dion tanpa henti. Hingga tiba-tiba tanpa terduga, tubuh Jennie merasa kaku. Dirinya pingsan setelah seseorang memberikan obat bius yang terlanjur ia hirup.
Jennie dibawa ke sebuah apartemen. Tubuh Jennie diletakkan di sebuah kamar yang berada di dalam apartemen itu. Kedua tangan Jennie diikat agar membatasi pergerakan Jennie. Jennie masih belum sadarkan diri hingga terbit fajar menyingsing.
" Bangun," bentak seorang wanita.
Jennie menggeliatkan tubuhnya. Kepalanya masih merasa pusing tetapi orang yang membangunkannya berteriak cukup keras. Perlahan tapi pasti Jennie mulai membuka kedua kelopak matanya. Jennie masih berusaha menyesuaikan pencahayaan yang masuk ke indra penglihatannya.
" Sudah puas tidurnya?" ucap seorang wanita.
" Bego!!! Gue pingsan tolol!!! Lagian siapa sih lo yang berani bius gue?" gerutu Jennie kesal. Kepalanya masih pusing tetapi wanita itu terus berusaha membangunkannya.
" Dasar wanita tidak tahu diri!!! " umpat wanita tadi.
Wanita itu menjambak rambut Jennie karena Jennie membentaknya. Wanita itu tidak terima, dirinya yang menculik Jennie tetapi mengapa Jennie jauh lebih galak darinya.
" Ashhh. Lepasin tolol!!! Sakit bego!!!" umpat Jennie tak henti-hentinya. Jennie penasaran siapa wanita yang berani berlaku kasar padanya.
" Lo? Lo kan wanita semalam yang selingkuh sama Dion?" ucap Jennie setelah berhasil sadar sepenuhnya dari obat bius. Kepalanya juga sudah tidak terlalu pusing. Jennie pun mendongak menatap wajah wanita yang ditemuinya semalam. Ia tidak mengenal wanita itu tetapi mengapa wanita itu malah menculiknya.
__ADS_1
" Siapa lo? Kenapa lo culik gue? " tanya Jennie mencoba melepaskan jambakan rambutnya dari tangan wanita itu.
" Siapa gue? Gue kekasih Dion kalau lo lupa,"
" Cihh. Kekasih? Selingkuhan baru bener?" balas Jennie.
" Sayang kamu dimana?" teriak seorang laki-laki yang masuk ke dalam kamar yang ditempati Jennie dan wanita itu.
" Sayang," panggil laki-laki itu yang ternyata adalah Dion.
" Dion tolongin aku. Kamu kesini pasti ingin menolong aku kan?" tanya Jennie melupakan fakta jika mereka sudah putus. Kebiasaan Jennie jika ia akan memanggil orang terdekatnya dengan sebutan aku kamu dan gue lo untuk orang asing.
" Hahahaha. Menolong lo? Jangan mimpi! " ucap wanita itu kemudian menunjuk Jennie dengan jari telunjuknya.
" Pacar? Semalam kita sudah putus. Lo ingat kan?" sahut Dion.
" Brengsek kalian berdua!!! Jadi mau kalian apa sekarang ha?"
" Santai Jen. Kita cuma mau lo habis malam ini juga," ucap wanita itu kemudian ia tertawa lepas.
" Gila kalian berdua. Lepasin gue atau gue laporin kalian ke kakak gue.." ancam Jennie.
" Lepasin!!" berontak Jennie.
Hampir 24 jam Jennie disekap. Jennie juga sempat mendapat kekerasan karena berusaha melawan. Hingga kemarin sore dirinya berusaha kabur setelah membuat wanita yang bersama Dion pingsan.
Saat wanita itu melepaskan kedua tangan Jennie yang diikat, disitulah Jennie memanfaatkan situasi. Jennie beralasan ingin ke kamar mandi jadi mau tidak mau wanita itu terpaksa melepaskan Jennie. Wanita itu tidak ingin Jennie membuat kotor kamar apartemennya dengan Jennie yang membuang hajat sembarangan.
" Dasar wanita bodoh!!!" umpat Jennie setelah memukul kepala wanita itu hingga pingsan.
Dion dan wanita itu hanya berdua ketika menculik Jennie, jadi dengan leluasa Jennie dapat keluar dari apartemen itu. Kunci yang dia ambil dari saku milik wanita itu ia gunakan untuk keluar dari apartemen.
Jennie berusaha berlari ingin mencari bantuan namun sayang apartemen itu sangat sepi. Hingga tiba dirinya di parkiran, Jennie masih belum mendapat bantuan.
Sampai-sampai ada sebuah mobil Alphard yang berhenti di depannya. Ternyata orang yang turun dari mobil itu adalah Dion. Dion menarik Jennie untuk masuk ke dalam mobilnya. Jennie meronta namun tenaganya saja yang lemah karena sejak kemarin dirinya belum makan. Selama diculik pun, Jennie tidak diberi makan sama sekali. Namanya juga diculik kalau mau yang enak ya di hotel.
__ADS_1
" Dion berhenti enggak mobilnya? Aku salah apa sama kamu?" ucap Jennie berusaha melepaskan diri.
" Salah apa? Lo bilang salah apa? Banyak dosa lo Jen sama gue dan Ranti," jawab Dion.
" Ranti?" ucap Jennie sembari mengernyitkan dahi. Sepertinya nama itu sangat tidak asing di telinganya.
" Miranti Amanda. Lo ingat dia?"
" Aku tidak mengingatnya," balas Jennie.
" Dia kekasih ku, wanita yang bersama ku untuk menculik mu,"
Mobil milik Dion berhenti di sebuah lampu merah. Hari sudah malam, Jennie berniat keluar dari mobil mengingat saat ini ia sedang berada di lampu merah yang ramai banyak kendaraan berhenti jadi dia bisa meminta pertolongan.
Belum sempat keluar, Dion kembali menahan Jennie. Dion melajukan mobil miliknya dengan kecepatan tinggi. Mobil Dion menyalip banyak kendaraan hingga sampailah mobil itu pada sebuah jalanan yang sepi.
Dion memberhentikan mobilnya, kemudian ia turun. Dion menarik paksa Jennie untuk ikut turun. Jennie meronta tidak ingin turun. Sebisa mungkin ia harus kabur.
" Dion lepasin aku!!! Kamu mau bawa aku ke mana?" ucap Jennie disela-sela ia berusaha melepaskan diri.
" Di pinggiran jalanan ini ada jurang. Mungkin itu bisa menjadi jalan pintas untuk lo mengakhiri hidup, " ucap Dion masih menarik Jennie.
" Apa? Enggak, kamu enggak mungkin bakal lakuin itu. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu suka sama aku,"
" Dasar wanita bodoh. Mana mungkin gue suka lo. Ranti jauh lebih dari segalanya buat gue. Satu yang harus lo tahu, gue mendekati lo cuma untuk balas dendam. Gue enggak pernah cinta sama lo. Sekarang gue mau lo mati!! Hahaha," ucap Dion tertawa menyeringai.
Jennie berdoa semoga ada yang menolongnya. Hingga tak berapa lama datang Lala dan Marvel sebagai jawaban dari doa-doa nya.
END....
Jennie tersadar dari lamunannya. Bukannya ia fokus sama acara TV yang menyala, Jennie malah mengingat kejadian kemarin. Untung saja ada Marvel dan Lala yang menolongnya. Kalau tidak, Jennie tidak tahu harus berbuat apa lagi.
'' Sialan, lo Dion. Ternyata selama ini lo bohongin gue," ucap Jennie.
'' Miranti Amanda dan Satya Diondrila,'' gumam Jennie mengingat nama kedua orang yang telah menculiknya kemarin.
__ADS_1
'' Aishhh kenapa gue bisa lupa. Mereka kan nama orang yang pernah gue bully dulu pas jaman SMA,'' Jennie baru tersadar jika Dion dan Ranti pernah menjadi salah satu korban bully nya semasa SMA.
Penampilan mereka sudah berubah wajar jika Jennie lupa. Jennie benar-benar tidak menyangka, bisa-bisanya ia terjerat rayuan manis dari mulut Dion. Jennie tidak akan melepaskan kedua orang itu begitu saja.