Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
47. Pergi ke mall


__ADS_3

Lala pergi meninggalkan kantor Jason dengan menaiki taksi. Selama di taksi Lala mendapatkan beberapa panggilan dari Jason. Lala mengangkat ponselnya karena frustasi, Jason tidak berhenti untuk terus meneleponnya.


'' Halo,'' jawab Lala akhirnya.


'' Kamu dimana?'' tanya Jason dengan tidak sabaran.


'' Aku pulang. Di sana aku tidak melakukan pekerjaan apapun jadi aku pulang,'' jawab Lala.


'' Aku akan menemui kamu nanti setelah pulang kerja,''


'' Terserah,'' balas Lala kemudian mematikan teleponnya. Setelah itu Jason sudah tidak menghubungi Lala lagi. Lala menghela nafas sepertinya ia harus bersikap lebih tegas lagi kepada Jason.


Tak berselang lama sebelum Lala sampai tujuan, dirinya kembali mendapatkan telepon. Lala melihat nama siapa yang tertera dalam layar ponselnya. Ternyata telepon kali ini Lala dapat dari Marvel.


'' Halo, Vel'' ucap Lala setelah mengangkat telepon dari Marvel.


'' Kamu lagi sibuk?'' tanya Marvel to the points.


'' Aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah triplet. Kenapa apa ada yang penting?'' tanya Lala kembali.


'' Bagus kalau begitu. Aku akan ke sekolah triplet. Kita bertemu di sana. Aku ingin mengajak kalian pergi bersama,'' ucap Marvel bersemangat.


'' Memangnya kamu tidak sibuk bekerja?''


'' Justru karena aku sibuk bekerja sekarang aku hanya ingin refreshing untuk melepaskan penat. Setidaknya bertemu kamu dan anak-anak dapat mengalihkan pikiran ku dari pekerjaan,'' jawab Marvel.


'' Baiklah. Apa anak-anak juga harus ikut nanti? Memangnya kita mau pergi kemana?'' tanya Lala.


'' Justru anak-anak harus ikut. Memangnya kamu mau pergi berdua saja sama aku?'' tanya Marvel menggoda Lala.


'' Tidak. Kita bisa ajak anak-anak nanti,'' jawab Lala cepat.


Marvel terkekeh mendengar jawaban Lala. Setelah itu Marvel mengakhiri panggilannya dengan Lala karena harus bersiap-siap. Lala menyetujui itu kemudian dirinya kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


...****************...

__ADS_1


'' Kenapa tidak bilang kalau kamu mengajak aku sama anak-anak ke mall?'' ucap Lala kepada Marvel yang bersemangat jalan bersama triplet.


Triplet berjalan di depan Lala dan Marvel. Mereka masih mengenakan seragam sekolah karena Marvel langsung mengajak mereka tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu.


'' Memangnya kenapa?'' tanya Marvel balik.


'' Mereka pasti meminta barang-barang aneh,'' keluh Lala.


'' Tidak usah dipikirkan. Aku yang mengajak mereka kesini. Jadi serahkan semua padaku. Lagian aku justru berterima kasih kepada mereka. Berkat mereka aku jadi punya alasan untuk main di Timezone nanti,'' jawab Marvel mengundang gelak tawa ringan milik Lala.


'' Jadi suka main Timezone tapi malu lihat usia ya?''


'' Bisa dibilang begitu,'' jawab Marvel kemudian menghampiri triplet yang berhenti di salah satu toko.


Triplet berhenti di sebuah toko peralatan CCTV. Di toko itu menjual produk banyak jenis CCTV dan juga ada beberapa alat elektronik yang lain.


" Kalian berhenti disini?" tanya Marvel yang melihat triplet masuk ke dalam toko.


Lala menepuk jidatnya. Triplet pasti akan menghabiskan banyak waktu di toko ini. Marvel mengikuti ketiga bocah yang sudah sibuk melihat-lihat barang yang dijual.


" Mama tidak mau. Ayo letakkan kembali barangnya," sahut Lala yang berada di belakang triplet.


Lala mengajak triplet berpindah tempat untuk meninggalkan toko. Namun dasar triplet keras kepala selalu saja ada jawaban untuk menolak ajakan Lala.


" Sudahlah. Biarlah mereka menikmati kesenangan mereka," ucap Marvel menengahi.


" Mereka sangat bandel," gerutu Lala dan Marvel hanya mengulas senyum.


Setelah setengah jam mereka mengelilingi toko itu, triplet mengantongi beberapa peralatan seperti joystick untuk menunjang mereka bermain game, router dan switch. Kata triplet benda itu merupakan peralatan hardware milik komputer mereka. Lala mengangguk saja menyetujui permintaan triplet.


Marvel benar membawa triplet ke area bermain Timezone. Marvel mengajak mereka bermain namun hanya Lala yang menolak. Lala memilih menunggu ke empat lelaki berbeda usia itu asyik bermain. Lala cukup duduk sembari menjaga bawaan barang belanja triplet. Sekarang Lala tahu jika Marvel benar-benar menjadikan alibi triplet agar bisa bermain di Timezone. Setidaknya yang Lala tahu Marvel sangat menikmati area permainan itu hingga suara tawa tak pernah berhenti dari arah Marvel dan triplet.


Setelah beberapa menit menunggu, tiba-tiba Lala ingin buang air kecil. Untuk menuntaskan hasrat buang air kecilnya, Lala berpamitan kepada triplet dan Marvel untuk pergi ke toilet. Dirinya sudah tidak kuat menahan rasa untuk buang air kecil. Lala menemukan toilet setelah bertanya kepada SPG yang mempromosikan produk mereka. Lala memasuki toilet itu kemudian menuju salah satu bilik pintu untuk menyelesaikan tujuannya.


Usai menuntaskan hasratnya, Lala keluar dengan perasaan lega. Perilaku kebiasaan menahan buang air tidak baik untuk kesehatan jadi Lala tidak ingin melakukan itu. Usai keluar dari salah satu bilik pintu toilet, Lala berjalan menuju wastafel yang di depannya ada kaca besar untuk bercermin. Lala membasuh tangannya kemudian merapikan sedikit rambutnya yang mulai berantakan.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup rapi, Lala membalikkan badan untuk keluar dari toilet. Belum sempat Lala menjauh tiba-tiba ada seseorang yang mengguyurnya dengan sebuah air.


" Ini pelajaran buat pelakor murahan kayak kamu," ucap orang yang telah membuat rambut dan baju Lala basah.


" Karen?" ucap Lala dengan alis berkerut. Lala terkejut karena secara tiba-tiba Karen yang ia tahu adalah tunangan Jason menyiramnya dengan air mineral yang botolnya masih Karen pegang.


" Kali ini aku mau tegas sama kamu. Jauhi Jason karena sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan. Apa kamu tidak malu jika merebut calon suami orang? Seperti tidak ada stok laki-laki lain saja," ucap Karen kepada Lala yang sibuk mengibas-ibaskan beberapa tetesan air yang masih menetes.


" Aku tidak memiliki hubungan khusus dengan Jason. Dia hanya atasan ku selama di kantor,"


" Aku tidak perduli apa posisi kamu di kantor. Jauhi Jason atau anak-anak kamu akan celaka," ancam Karen.


" Kamu tahu aku memiliki anak?" tanya Lala kepada Karen.


" Tentu saja. Mereka sedang sibuk bermain di Timezone bersama Marvel sahabat Jason. Oh aku bahkan tidak tahu cara mendeskripsikan kamu wanita seperti apa? Dua laki-laki yang saling bersahabat diembat sekaligus, punya anak tetapi tidak tahu siapa ayahnya, dan sekarang memanfaatkan anaknya untuk mendapatkan fasilitas gratis dari Marvel,"


" Aku akan menjauhi Jason. Tetapi jika dia yang memaksa mendekati ku, aku tidak bisa jamin akan hal itu," jawab Lala.


" Tidak usah terlalu percaya diri kamu. Aku akan membuat Jason juga menjauhi kamu. Hentikan hubungan affair kalian! Jason mantan palyboy bisa jadi kamu juga korbannya,"


" Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri? Bukankah Jason playboy?"


" Aku akan menjauhkannya dari semua wanita termasuk kamu," jawab Karen setelah itu pergi.


Lala berjalan keluar toilet dengan perasaan menahan malu. Rambut dan baju bagian atasnya basah. Lala buru-buru menemui Marvel dan triplet untuk ia ajak pulang.


" Mama, habis kehujanan dimana? " tanya Oliver.


Matt, Max serta Marvel kompak melihat Lala setelah mendengar ucapan Oliver.


" Mama salah menyalakan shower sayang, jadi baju mama tidak sengaja kena semprot sama mama sendiri," ucap Lala tersipu. Dalam hati Lala tersenyum kecut karena terpaksa harus berbohong kepada triplet.


Marvel membuka jas yang ia pakai. Detik berikutnya Marvel sudah menyampirkan jas miliknya di tubuh Lala. Lala sontak melihat aksi Marvel yang memberikan jasnya untuk ia pakai. Marvel mengangguk mengatakan tidak apa-apa pakai saja.


" Terima kasih," ucap Lala setelahnya.

__ADS_1


Marvel memutuskan mengajak mereka pulang karena tidak ingin membiarkan Lala kedinginan. Triplet setuju karena mereka sudah puas bermain dan berbelanja.


__ADS_2