Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
69. Ungkapan cinta


__ADS_3

Usai Lala melepas seragam bakery tempat ia bekerja dengan pakaian biasa yang ia bawa, Lala meninggalkan bakery untuk pulang ke rumah.


Suasana bakery sudah sepi oleh karyawan bakery namun masih banyak orang lain yang berlalu lalang. Setelah Haikal pulang, bakery memang akan menjadi sepi. Lala menunggu bis di halte sembari berharap agar bis cepat datang.


" Lala," panggil Marvel. Tampak laki-laki itu turun dari mobil kemudian menghampiri Lala.


" Ternyata firasat ku benar, kamu masih belum pulang" ucap Marvel.


Lala menjelaskan jika ia sedang menunggu bis. Dengan senang hati Marvel menawarkan tumpangan untuk Lala.


" Biar aku antar saja. Ayo!!!" ajak Marvel kepada Lala.


" Lala pulang sama aku," sahut seseorang yang muncul di belakang Marvel. Lala dan Marvel kompak melihat siapa orang itu.


" Jason?" ucap Marvel dan Lala bersamaan.


" Ayo!!" ucap Jason kini mencekal tangan Lala.


" Tidak bisa, aku yang mengajak Lala duluan," timpal Marvel juga ikut mencekal tangan Lala.


" Triplet sedang bersama Jennie, apa kamu tidak ingin menjemputnya?" sahut Jason.


Lala bingung menghadapi situasi seperti ini. Ingin rasanya dia menolak mereka dan memilih pulang sendiri saja.


" Tidak aku bisa pulang sendiri, " balas Lala.


" Triplet cuma mau dijemput sama kamu. Katanya mereka masih nyaman sama Jennie," ucap Jason dan berhasil mempengaruhi pikiran Lala.


" Aku bisa mengantar mu untuk menjemput triplet, La" sahut Marvel.


" Tidak bisa. Ini urusan keluargaku, kamu tidak boleh ikut campur,"


" Tapi Lala bukan keluarga mu," balas Marvel.


" Kau,,,,,," ucap Jason geregetan. Jason menatap tajam Marvel sedangkan yang ditatap tampak acuh tidak perduli.

__ADS_1


" Sudah,, sudah. Berhenti kalian bersikap seperti layaknya anak kecil," ucap Lala mulai pusing melihat tingkah Jason dan Marvel.


" Baiklah, untuk kali ini aku akan ikut sama kamu Jas. Aku cuma mau jemput triplet, setelah itu aku akan pulang sendiri," putus Lala akhirnya. Jason tersenyum bangga karena Lala lebih memilih pulang bersama dirinya. Jason mengejek Marvel melalui pandangan seolah dia yang telah memenangkan hadiah.


" Marvel, aku minta maaf. Lain kali aku pasti mentraktir kamu karena telah sering menjemput ku. Sekali lagi aku minta maaf ya," ucap Lala merasa tidak enak.


" Iya La tidak a,,,,,," ucapan Marvel terpotong karena tangan Lala sudah ditarik oleh Jason pergi. Jason merasa kesal karena Lala menjanjikan traktiran dengan Marvel sedangkan dirinya boro-boro dilirik saja jarang. Jason membawa Lala masuk ke dalam mobil miliknya meninggalkan Marvel begitu saja.


Marvel hanya diam saja ketika Lala dibawa pergi oleh Jason. Biarkan kali ini Jason yang berusaha. Masalah jodoh, Marvel tidak perduli. Ia hanya suka menggoda Jason ketika melihat raut wajah Jason yang cemburu saat Marvel dekat dengan Lala.


...****************...


Ternyata Lala kembali dikelabui oleh Jason. Bukannya dibawa bertemu dengan anak-anaknya, Lala malah dibawa ke apartemen Jason. Lala ingin putar balik untuk pulang namun sayang, sekarang ia malah berada di apartemen Jason dengan pintu apartemen yang terkunci.


" Aku mau pulang," ucap Lala bersedekap dada.


Mereka sedang berada di ruang TV apartemen Jason.


" Tidak bisa," tolak Jason.


" Aku tidak berbohong. Anak-anak memang lagi sama Jennie di rumah kediaman keluarga Davies," jawab Jason.


" Kalau begitu kita ke sana. Sekarang buka pintunya, aku mau susul triplet. Hari sudah malam, aku tidak mau mereka kemalaman bermain di sana,"


" Itu juga rumah mereka, jadi biarkan malam ini mereka disana. Ada Jennie yang akan menjaga mereka, kamu tidak usah khawatir,"


" Kalau begitu aku mau pulang," ucap Lala kekeh ingin pergi dari apartemen Jason.


Jason selalu menjawab pertanyaan Lala namun penglihatannya tiada henti untuk terus menatap wajah yang beberapa hari ini berhasil menyemaikan rasa rindu. Pikiran Jason melalang buana mencari letak permasalahan hatinya yang selama beberapa hari ini terus saja merasa gelisah ketika ia tidak bisa bertemu dengan Lala.


" Apa kamu tidak merindukan aku? " tanya Jason.


" Tidak," ucap Lala dengan raut wajah datar.


" Sekarang aku cuma mau pulang. Buka pintu apartemennya!! Oh lebih baik aku meminta bantuan kepada Marvel saja. Aku yakin dia pasti mau menolong aku," ucap Lala sembari merogoh tas miliknya berniat mencari ponsel.

__ADS_1


Jason meraih tas milik Lala kemudian melempar tas itu ke sembarang arah. Lala melotot mendapat perlakuan seperti itu dari Jason.


" Dasar gila!!!! Kembalikan tas ku" ucap Lala hendak mengambil tas miliknya yang dibuang oleh Jason.


Jason mencegah Lala yang ingin mencari tas yang sudah Jason buang. Lala menatap marah kepada Jason karena telah berlaku semaunya sendiri.


'' Jason lepaskan!!! Aku mau pulang!!! Sebenernya apa mau kamu ha? Kamu selalu saja mempermainkan aku Jason," ucap Lala.


Lala sudah tidak tahan lagi dengan sikap Jason. Lala meronta dalam cekalan tangan Jason yang kini memegangnya begitu erat. Setelah berhasil terlepas Lala berlari ke arah pintu apartemen berharap pintunya bisa dibuka.


Lala terus berusaha membuka pintu itu. Ia mulai panik karena di dalam apartemen hanya ada dirinya dan juga Jason saja. Jason hanya memandang Lala datar ketika melihat wanita itu yang berusaha membuka pintu yang jelas-jelas tidak akan bisa dibuka.


'' Jason, lepaskan aku'' ucap Lala lelah karena terus menarik-narik pintu berharap ia berhasil membukanya.


'' Kamu tidak akan bisa pergi kemana-mana,''


Lala menangis frustasi karena tidak bisa melawan Jason. Laki-laki itu begitu mendominasi dirinya yang sebagai seorang perempuan. Dengan segala kekuatan yang tersisa Lala mendekati Jason. Tangan mungilnya ia gunakan untuk menampar pipi Jason. Tidak hanya itu, Lala juga memukuli dada bidang Jason dengan membabi buta. Lala benar-benar marah saat ini, ia hanya ingin melampiaskan semua kekesalannya kepada Jason.


'' Gila!! Pemaksa !!! Sok tampan!! Sombong!! Menyebalkan," ucap Lala sembari terus memukuli Jason. Jason hanya diam, membiarkan dada bidang miliknya menjadi samsak pukulan oleh Lala.


'' Sudah puas? Sekarang giliran aku yang bicara,'' ucap Jason menggantikan Lala yang telah selesai mengumpatinya.


'' Aku minta maaf sama kamu. Maaf seharusnya aku tidak menjadi pengecut karena telah menyakiti mu dan anak-anak. Kamu sudah banyak berjuang untuk membesarkan mereka, dan sekarang ijinkan aku menemani kamu untuk melihat mereka bertambah dewasa. Aku ingin memberikan keluarga yang utuh buat triplet,'' ucap Jason. Lala terkejut mendengar pernyataan Jason. Ia menatap Jason lama mencari kebenaran apakah dia bermimpi atau tidak.


'' Sebelumnya aku tidak pernah mengejar wanita. Kamu wanita pertama yang aku kejar sepanjang aku hidup selama 30 tahun ini,''


'' Aku mencintai mu dengan segala keseriusan ku,'' ucap Jason kemudian menyambar bibir Lala yang mematung. Bibir Jason terus bergerak-gerak di permukaan bibir tipis bak buah cherry yang mulai sekarang berhasil membuat Jason candu.


Lala masih diam saja ketika Jason mengungkapkan cintanya. Bahkan ketika bibir Jason menari-nari di bibirnya, Lala juga masih terdiam kaku.


'' Bohong,'' ucap Lala melepas ciuman itu.


'' Tatap mata aku dan coba kamu cari dimana letak kebohongan itu. Aku mencintaimu sangat mencintaimu. Maaf baru bisa mengatakannya sekarang, aku memang bodoh untuk bisa mengenali perasaan ku sendiri. Selama ini aku selalu mendapat pernyataan cinta lebih dulu dari seorang wanita, dan sekarang untuk yang terakhir kalinya aku mau kamu menjadi satu-satunya wanita yang akan terus mendengar pernyataan cinta ku,'' ucap Jason lagi. Kini kedua mata itu saling bertatapan cukup lama.


'' Aku mencintai mu,'' ujar Jason lagi kini meraih tengkuk Lala agar ia bisa menjangkau bibir tipis Lala yang membuatnya ingin terus mencecap. Jason terus memperdalam ciumannya, ia juga menarik tubuh Lala agar semakin merapat dengan tubuh miliknya.

__ADS_1


__ADS_2