Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
51. Tunangan papanya


__ADS_3

Karen mengendarai mobil hitam miliknya cukup kencang. Setelah semalam Jason datang marah-marah dan memutuskan hubungannya begitu saja, Karen merasa tidak tenang. Karen ingin memberikan pelajaran kepada wanita catering yang telah merusak hubungannya bersama Jason.


Sekarang berdiri di sini lah Karen. Atas informasi yang ia dapat, Karen bisa menemui Lala yang sedang berada di lokasi kedainya. Karen sedikit terkejut waktu mendengar Lala tertimpa musibah. Pantas saja waktu ia datang ke rumah Lala pagi-pagi sekali namun rumah itu sepi. Tetangga Lala mengatakan jika Lala sedang berada di lokasi kedainya. Tidak ingin berpikir panjang Karen langsung menyusul Lala ke tempat itu.


Karen menurunkan kaki jenjang miliknya memasuki pelataran yang sedikit berbau asap. Terlihat garis kuning polisi tak jauh dari pandangan Karen. Karen memahami ternyata musibah yang dialami Lala adalah kebakaran. Bolehkah sekarang ia bahagia? Karen rasa nanti setelah ia berhasil menjauhkan Lala dengan Jason ia akan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya.


Hari ini pakaian Karen cukup tertutup. Hoodie sweater panjang berwarna putih ia padukan dengan celana kulot jeans dengan aksen kaca mata hitam sebagai penghias. Dengan penampilan seperti ini cukup membuat Karen tidak mudah dikenali oleh para fansnya.


Karen berjalan sedikit kemudian dirinya tidak sengaja melihat Jason dan Lala yang sedang berbicara. Karen mengepalkan tangannya. Ia sudah menduga dimana ada Jason pasti ada wanita catering itu yang menempel. Entah sejak kapan Jason begitu peduli terhadap seorang wanita, yang jelas Karen merasa sangat tidak terima.


Tidak ingin membuang waktu Karen mendekat kepada kedua orang yang masih bersitegang. Karen merasa jika mereka bukanlah mengobrol melainkan bertengkar.


Sayup-sayup Karen mendengar Lala ingin Jason menjauhinya. Hal yang menguntungkan bagi Karen. Sekarang hanya tinggal selangkah, Karen ingin memisahkan mereka hingga tuntas.


'' Sudah bagus dia ingin kamu menjauh Jas. Jadi kamu tidak perlu mengejar dia lagi,'' ucap Karen yang berada di antara Jason dan Lala.


Bibir Lala langsung terkatup usai ia mengutarakan seluruh perasaannya. Kini pandangan Lala teralihkan kepada sosok wanita yang menghampirinya.


'' Diam lah Karen. Aku sudah memutuskan hubungan kita. Mulai sekarang kamu tidak perlu ikut campur urusan ku,'' balas Jason menyorot tajam Karen. Jason yang semula tidak bisa berkutik ketika Lala memarahinya kini langsung berubah menjadi Jason yang penuh tatapan tajam kembali. Mata Jason memicing kala melihat wajah mantan tunangannya.


'' Sampai kapan pun kita tidak akan pernah putus Jas. Apalagi kamu memutuskan hubungan kita demi wanita catering seperti dia. Itu akan merusak image mu di hadapan publik,'' jawab Karen tersenyum miring.


'' Berhenti mengacau dan pergi dari sini,'' ucap Jason mengusir Karen.

__ADS_1


Karen tidak pernah bosan untuk selalu menahan Jason agar tetap bersamanya. Baik Lala maupun wanita lain tidak akan pernah bisa bersanding dengan Jason kecuali Karen menyerah akan hal itu. Dan untuk saat ini kata menyerah belum ada di kamus Karen.


Lala malas melihat Jason dan Karen yang memperdebatkan hubungan mereka. Sudah cukup Lala tertarik menjadi sosok yang dicap sebagai orang ketiga. Lala tidak ingin hal itu terjadi secara terus menerus.


Lala hendak pergi namun tangan Jason menahannya seolah tidak ingin membiarkan Lala pergi. Jason menggenggam tangan Lala erat sesekali menariknya agar Lala mendekat kepadanya. Tentu itu bukan hal yang mudah, dengan sekuat tenaga juga Lala berusaha pergi.


Karen yang melihat adegan tarik menarik di depannya seketika amarah langsung hadir tercipta. Tidak memperdulikan cekalan tangan Jason yang begitu kuat, Karen menyentak tangan Jason dan Lala hingga cekalan itu terlepas.


Cekalan itu memang terlepas namun tubuh Lala terhuyung jatuh ke tanah. Karen tidak sengaja menyentak keras tangan Lala hingga membuat wanita itu terjatuh. Namun dalam hati Karen tersenyum puas akan hal itu.


Tanah yang kotor langsung menimbulkan noda banyak di piyama yang Lala kenakan. Jason yang melihat itu merasa tidak tega. Jason ingin menolong Lala namun dengan kasar Lala menepisnya. Sedangkan Karen tersenyum miring menikmati pemandangan indah di depannya.


'' Itu pantas buat wanita rendahan seperti dirimu Nona Lala. Pergilah cepat dari sini. Jason akan tetap memilih aku dan bukan dirimu tentunya,'' ucap Karen menambah runyam suasana.


'' Apa mereka adalah anak-anak mu? Aku baru melihat mereka sedekat ini,'' ucap Karen ketika melihat triplet secara langsung. Selama ini Karen hanya mendengar jika Lala memiliki anak namun Karen belum melihat secara pasti rupa wajah anak-anak Lala.


'' Kami memang anaknya mama. Tante siapa? Kenapa tante jahat sama mama triplet?'' ucap Max dengan wajah tidak bersahabat.


'' Tante tidak jahat sama mama kamu. Mama kamu sendiri malah yang berbuat jahat sama tante. Mama kamu sudah merebut tunangan tante. Kalian tahu apa itu artinya tunangan? Artinya sebentar lagi tante akan menjadi istri dari Jason. Laki-laki yang ada di samping tante ini,'' jawab Karen sembari menggenggam tangan Jason.


Triplet melihat Jason dan Karen dengan pandangan sulit diartikan. Triplet tahu apa yang dimaksud Karen. Wanita yang di samping papanya ini adalah calon istri papanya. Lalu bagaimana dengan mama mereka? Triplet pikir orang tua mereka selama ini berpisah lalu disatukan kembali lagi. Namun semua itu salah papa mereka memiliki calon lain dan itu bukan mama mereka.


Matt mendorong Karen. Anak itu merasa tidak terima kala ia melihat Lala terjatuh di hadapan Karen dan Jason. Triplet memang sudah mengamati Jason dan Lala waktu mereka mengobrol berdua tadi hingga datangnya Karen. Mereka juga mendengar ucapan Lala dan Jason karena sedari awal triplet mengikuti Lala dan Jason ketika Lala mengajak Jason mengobrol berdua tadi.

__ADS_1


Karen terdorong jatuh oleh Matt karena tidak siap keseimbangan tubuhnya. Tenaga anak sekecil Matt memang tidak terlalu kuat namun karena Karen tidak siap jadi tubuh Karen terhuyung jatuh ke tanah sama seperti Lala.


" Matt, apa yang kamu lakukan?" ucap Jason tidak sadar dengan suaranya yang meninggi. Jason tidak terima jika anaknya berlaku kasar terhadap orang lain.


Lala mendekat memeluk Matt yang terlihat ada kilatan kemarahan dari pancaran tatapannya. Mata tajam Matt kini berganti menatap tajam Jason.


" Matt, ayo minta maaf. Kamu tidak boleh berbuat seperti itu," ucap Jason lagi. Tanpa sadar perkataan Jason barusan membuat hati triplet terluka. Mereka hanya anak kecil yang akan merasa sedih jika orang tua mereka lebih memilih membela wanita yang menyakiti mama mereka.


" Kalian benar-benar anak-anak tidak berpendidikan. Apa orang tua kalian tidak mengajari kalian sopan santun? Lahir di dunia tanpa adanya ikatan pernikahan. Aku rasa kalian lebih pantas disebut sebagai anak haram," ucap Karen setelah berdiri.


Lala menampar Karen karena telah mengatakan kata yang berhasil menyakiti perasaan triplet. Karen memegang pipinya yang terasa panas ingin membalas Lala namun triplet dengan kompak mendorong Karen hingga tersungkur kembali. Karen bangkit kemudian menatap tajam ke arah tiga anak yang sejak tadi mengajaknya untuk bertarung.


" Dasar anak-anak haram tidak tahu sopan santun. Anak sama ibu kelakuan sama-sama tidak bermoral. Cih ibunya pelakor, anaknya pemberontak," ucap Karen berdecih.


Jason seolah kaku melihat triplet yang menyakiti Karen begitupun sebaliknya. Jason tidak bisa menyalahkan triplet karena melihat mama mereka terjatuh namun Jason juga tidak bisa membiarkan triplet menyakiti Karen. Karen pantas marah karena ini memang salah Jason yang secara mendadak memutuskan hubungan mereka.


Jason sedikit menyesali tindakannya dini hari tadi. Setelah mendapat laporan dari anak buahnya, Jason tahu jika Karen tidak bersalah. Karen tidak terlibat sekalipun dalam insiden ini. Kebakaran ini murni terjadi karena hubungan arus pendek listrik. Jason salah paham terhadap Karen. Namun keputusan tentang berakhirnya hubungan mereka, Jason jelas tidak menyangkal hal itu.


" Tante tenang saja. Anak haram seperti kami memang tidak pantas berada di lingkungan seperti kalian. Kita janji setelah ini kita tidak akan menganggu tante sama tunangan tante lagi," ucap Max merasa kecewa.


Lala membawa triplet pergi dari hadapan Karen dan Jason. Selepas Lala dan triplet pergi, Jason memandang nanar ke arah mereka. Tanpa sadar Jason berlaku demikian. Jason memang bodoh disaat anak-anaknya sedang melakukan pembelaan dirinya sebagai ayah malah diam saja.


" See. Kamu menuduh ku mencelakai wanita itu. Sekarang aku berhasil membuat mereka membenci mu. Kamu tidak akan bahagia, Jason" ucap Karen di dalam hati.

__ADS_1


Karen mencoba menggenggam tangan Jason. Dengan kasar Jason menepis tangan Karen. Jason sudah kehilangan kepercayaan diri di hadapan anak-anaknya.


__ADS_2