
Acara berlangsung hingga sore hari, Niki dan Bryant meminta ijin pulang terlebih dahulu. Fernando juga harus ijin karena ia akan menghabiskan weekend miliknya. Sekarang yang ada di rumah keluarga Davies tinggal Jason dan Marvel yang masih belum ingin pulang ke rumah masing-masing.
Marvel asyik bermain dengan triplet yang berada di ruang tamu. Marvel larut dalam permainan bersama triplet sedangkan Jason hanya mengamati itu disertai dengan tingkat kebosanan tinggi yang melanda.
'' Marvel apa kamu tidak berniat untuk pulang? Hari sudah sore, anak-anak juga butuh istirahat,'' ucap Jason yang duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Marvel yang diajak berbicara berada di karpet bawah bersama triplet.
'' Kamu sendiri juga belum pulang,'' jawab Marvel kemudian tertawa renyah ketika berhasil menyusun mainan lego triplet.
Jason hanya memandang datar tingkah Marvel yang aneh. Sungguh kekanak-kanakan sekali, seperti bukan Marvel yang biasanya.
'' Aku bebas pulang kapan saja. Lagian ini kan juga rumah ku,'' jawab Jason dan diabaikan oleh Marvel.
'' Marvel, apa kamu tidak malu dengan usia mu? Tingkah mu kekanak-kanakan sekali. Tingkah mu yang seperti itu membuat mu jauh lebih menggemaskan daripada triplet. Iewww sungguh menggelikan,'' ucap Jason.
'' Entahlah Jas, aku juga tidak tahu dengan diriku. Akhir-akhir ini aku sangat menyukai anak-anak bukan lebih tepatnya mainan anak-anak. Makanya hari ini aku mau puasin diri aku buat main sama triplet,'' balas Marvel dan dengan spontan pikiran Jason melalang buana.
'' Wanita mana yang berhasil kamu tanam benih?'' tanya Jason nyeleneh.
'' Maksud kamu?'' tanya Marvel tidak mengerti.
'' Bisa jadi kamu ngidam. Soalnya dulu aku juga begitu. Ngelakuin hal-hal aneh yang tidak biasa aku lakukan. Kamu tanya Fernando saja, dia yang jadi korban selama aku ngidam,'' jelas Jason.
'' Darimana kamu tahu kalau itu gejala ngidam?''
'' Pernah ada ahli kedokteran yang menjelaskan hal itu kepada ku. Nah,, dari situ juga aku tahu kalau benih yang aku sebar ada yang berhasil tumbuh,'' jelas Jason lagi.
'' Dan kamu tahu benih yang kamu sebar waktu itu tumbuh di rahim Lala. Kamu jelas tahu akan hal ini karena waktu itu kamu tidak memakai pengaman,'' ucap Marvel mendekat ke arah Jason karena tidak ingin didengar oleh triplet.
Jason pun mengangguk sebagai jawaban. Marvel termenung, apakah keadaan yang ia alami sama yang dijelaskan oleh Jason.
__ADS_1
'' Mana mungkin hanya sekali langsung jadi,'' ucap Marvel dalam hati mengingat malam yang pernah ia habiskan bersama wanita lain.
Marvel tersadar dari lamunannya ketika Lala datang membawa cemilan. Rupanya wanita itu sedari tadi berkutat di dapur karena tengah membuat sesuatu. Lala pun menyajikan hasil kreasinya kepada kumpulan laki-laki berbeda usia yang berada di ruang tamu.
'' Terima kasih, Lala'' ucap Marvel.
'' Terima kasih sayang,'' ucap Jason dan sontak Marvel berekspresi muntah setelah mendengarnya.
Marvel dan Jason dengan lahap mencicipi camilan yang Lala buat. Triplet juga ikut bergabung menikmati camilan buatan Lala. Usai memakan camilan, Marvel berpamitan untuk pulang. Marvel terpaksa berpamitan karena ia sudah jengah mendengar Jason yang selalu menanyakan kapan dirinya akan pulang. Bilang saja Jason ingin mengusirnya secara halus. Dasar tukang pencitraan saja si Jason itu, batin Marvel kepada Jason.
'' La, terima kasih untuk hari ini dan sekarang aku ingin pamit pulang,'' ucap Marvel.
'' Akhirnya,'' sorak Jason spontan namun Jason langsung tutup mulut begitu melihat Lala memelototinya.
'' Iya Marvel, terima kasih juga karena kamu mau datang hari ini. Aku sangat banyak berhutang budi sama kamu,''
'' Oh ya sebenarnya hari ini aku kesini, karena aku ingin mengutarakan keinginan ku untuk pamit pergi. Setelah ini aku akan pulang ke daerah ku, karena ini atas permintaan kedua orang tua ku yang tempo hari pernah aku ceritakan sama kamu, La. Aku minta maaf apabila selama ini aku ada salah dan juga tolong setelah ini kamu tambah kuota kesabaran mu untuk menghadapi manusia satu itu,'' ucap Marvel menunjuk Jason.
'' Dia selalu dikelilingi banyak wanita, kamu harus ekstra sabar menghadapi dia,''
Jason melotot kepada Marvel. Apa-apaan si Marvel itu? Apa dia berusaha membongkar rahasia sesama lelaki? Kalau memang iya, Marvel harus merasakan bogeman mentah dari tangan Jason sendiri.
'' Kapan kamu perginya?'' tanya Lala.
'' Aku akan mengembalikan perusahaan mu kemarin,'' timpal Jason.
'' Mungkin besok pagi,'' jawab Marvel.
'' Secepat itu? Kenapa mendadak sekali?'' tanya Lala.
__ADS_1
'' Aku bisa membantu mu mendapatkan investor lagi,'' timpal Jason lagi.
'' Ini memang mendadak. Kamu jangan sedih, nanti jika ada waktu aku bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi kalian lagi,'' ucap Marvel.
'' Aku bisa menanam modal yang besar untuk perusahaan mu,'' timpal Jason untuk yang ketiga kalinya.
Marvel terkekeh, rupanya Jason juga tidak ingin dirinya pergi. Jason memang orang yang bodoh dalam mengekspresikan perasaannya sendiri. Jason akan menunjukkan perasaannya lebih ke arah sikap daripada kata-kata. Jason bersikap seperti ini mungkin karena kebanyakan bergaul dengan Fernando yang memang sulit ditebak perasaanya. Mereka memang sudah dekat sejak kecil karena Fernando merupakan anak angkat dari ayah Jason. Jika terkadang Jason dan juga Fernando sama-sama tertutup namun kadar Fernando yang tertutup jauh lebih tinggi dari pada Jason.
'' Tidak perlu Jason. Belakangan aku tahu kalau perusahaan yang kamu akuisisi kemarin banyak yang melakukan aktivitas kotor dan juga korupsi hampir semua karyawan. Terima kasih ternyata tujuan kamu mengambil perusahaan itu agar aku tidak terlibat di dalamnya kan? Kamu juga sudah melaporkan mereka yang berbuat curang tanpa nama ku yang sebagai pemimpin perusahaan agar nama ku tetap terlindungi,'' ucap Marvel. Marvel memang tahu jika Jason tidak benar-benar menjatuhkannya, justru Jason lah yang menolong Marvel.
Jason sengaja meringkus bawahan Marvel tanpa melibatkan dirinya agar nama Marvel tidak tercemar. Marvel memeluk Jason setelah laki-laki itu sempat memberikan penolakan. Kata Jason laki-laki pantang berpelukan sesama jenis, takut timbul rasa suka satu sama lain. Sungguh pemikiran yang aneh!!
Akhirnya Marvel pulang setelah berpamitan kepada triplet juga. Triplet tampak sedih ketika Marvel bilang tidak akan bisa menemui mereka untuk waktu yang lama. Namun Marvel menjanjikan akan menemui triplet jika ada waktu yang memungkinkan.
Sebelum pergi Marvel sempat berkata sesuatu kepada Lala. Lala yang mendengarnya pun tersenyum bahagia mendengar pernyataan dari Marvel itu.
'' Tadi dia bilang apa?'' tanya Jason ingin tahu apa yang dibicarakan Marvel dengan Lala.
'' Tidak ada,'' ucap Lala sengaja membuat Jason penasaran.
Flashback...
'' Tolong setelah ini kamu terima Jason dan jangan pernah ada niatan untuk meninggalkan dia. Aku tahu dia memang cukup gila dan tidak waras namun aku sangat yakin jika dia benar-benar mencintai kamu. Aku sudah lama mengenal dia dan aku sangat yakin jika kamu wanita pertama yang berhasil mencuri hatinya,'' ucap Marvel.
'' Oh ya kalau mengenai perasaan ku, sebenernya aku suka sama kamu. Tapi kamu tenang aja, rasa suka ku sama kamu masih dalam tahap wajar. Sejak awal aku juga paham kalau kamu sudah di klaim sama si Jason. Cuman aku suka aja menggoda Jason yang sebenarnya cemburu namun ia sulit mengungkapkannya,'' ucap Marvel lagi.
END...
Lala tersenyum mendengar penjelasan dari Marvel. Lala tidak menyangka jika Marvel akan dengan sukarela memberikan ulasan baik tentang Jason. Lala sudah mengucapkan banyak berterima kasih kepada Marvel yang sudah berkontribusi terhadap hubungannya bersama Jason.
__ADS_1