Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
45. Bincang sahabat


__ADS_3

Lala mendapat ijin dari Jason untuk makan siang berdua bersama Niki. Tadinya Jason memaksa ikut namun Lala meyakinkan Jason bahwa makan siang dirinya kali ini hanya untuk perempuan saja. Jason pun memaklumi Lala yang ingin bercerita dengan Niki. Jason akan makan siang sendiri di ruangan kerjanya.


Niki berterima kasih kepada Jason karena ikut diijinkan makan berdua bersama Lala. Lala dan Niki memilih restoran yang tidak terlalu jauh dari area kantor. Untuk sesaat mereka langsung akrab, tidak ada rasa canggung sama sekali apalagi karena tidak bertemu lama. Kemudian Niki dan Lala mengambil tempat duduk yang paling nyaman di restoran itu agar suasana mendukung untuk mereka mengobrol.


'' Aku enggak nyangka ternyata kamu menjadi wanita karir yang sukses Nik. Sebagai sahabat aku ikut bangga melihat keberhasilan kamu,'' ucap Lala dengan raut wajah bahagia melihat kesuksesan Niki. Lala dan Niki memesan menu spesial yang ada di restoran itu. Sambil menunggu makanan datang, Lala sudah terlebih dahulu mencecar Niki dengan berbagai pertanyaan dan pujian melihat kesuksesan Niki.


Niki yang dulu kini bereinkarnasi menjadi Niki yang hebat. Niki dulunya adalah seorang anak yang hanya hidup berdua bersama neneknya. Kedua orang tuanya telah resmi bercerai sejak Niki kecil dan sekarang mereka sudah memiliki keluarga masing-masing. Kedua orang tua Niki tidak ingin membawa Niki ikut bersama keluarga baru mereka. Alhasil Niki hanya tinggal berdua bersama neneknya.


Nenek Niki sudah sangat tua dan renta. Niki remaja pun kehilangan neneknya ketika ia masih menginjak masa junior high school tingkat akhir. Lala ikut berbela sungkawa kala Niki harus kehilangan orang yang paling ia sayangi. Semalaman Lala menjaga Niki untuk memberikan kekuatan agar lebih tegar dalam menjalani hidup.


Selepas kehilangan neneknya, Niki hanya hidup sendiri. Ia tinggal di rumah sederhana yang diwariskan oleh neneknya. Untung saja nenek Niki meninggalkan banyak tabungan sehingga Niki remaja tidak perlu bersusah payah bekerja untuk menghidupi kehidupannya. Lala dulu juga sering mendapatkan bantuan pinjaman uang dari tabungan yang ditinggalkan nenek Niki.


'' Iya La. Aku cukup bersyukur dengan kehidupan ku sekarang. Kamu sendiri bagaimana?''


" Aku baik Nik," jawab Lala.


" Lalu bagaimana dengan anak yang kamu kandung? Apakah dia sudah besar? " tanya Niki lagi namun dengan suara tertahan. Niki merasa tidak enak kepada Lala karena secara tiba-tiba menanyakan hal privasi Lala. Namun dasar mulut perempuan yang selalu spontan berbicara ketika bertemu dengan teman yang dianggap nyaman untuk berinteraksi, Niki tidak bisa mengendalikan itu.


" Mereka sudah besar. Usia mereka bahkan sudah menginjak enam tahun," jelas Lala.


" Benarkah? Aku jadi ingin bertemu mereka. Tapi tunggu dulu,,, Kamu bilang mereka? Apakah anak kamu ada banyak?" tanya Niki merasa bingung dengan ucapan Lala.

__ADS_1


" Mereka kembar tiga," jawab Lala sontak membuat Niki memekik senang. Niki tidak menyangka jika Lala dikaruniai anak tidak cuma satu melainkan tiga sekaligus.


" Wah hebat kamu La. Sekali bikin langsung dapat tiga," ucap Niki memuji Lala.


Niki dan Lala larut dalam percakapan banyak hal. Bahkan waktu selama enam tahun mereka berpisah kini mereka kupas habis dalam sesi pertemuan awal mereka. Sahabat kalau sudah cocok ya begitu, hal pribadi pun tak luput dari obrolan masing-masing.


" Aku enggak nyangka ternyata sekarang kamu menjalin kasih dengan Bryant. Bryant Davidson loh ini? Gila aja kamu Nik? Ternyata sahabat juga bisa menjadi pacar ya?" ucap Lala terkejut karena Niki menceritakan tentang kehidupan asmaranya.


" Ya mau gimana lagi. Jodoh enggak ada yang tahu La. Aku sama Bryant awalnya cuma dekat karena kuliah kita yang sama-sama di Jepang. Terus pertemuan kita yang intens apalagi kita sama-sama berasal dari negara yang sama. Ya udah deh mengalir gitu aja,'' jelas Niki.


'' Wah, kapan-kapan kita jalan bareng. Udah lama enggak reunian sama kalian,''


'' Bener banget La. Aku bisa ajak Bryant nanti kamu ajak Tuan Jason juga,'' ucap Niki bersemangat.


'' Ngapain ngajak dia? Enggak usah cukup kita bertiga aja kayak dulu,'' tolak Lala tidak ingin mengajak Jason.


'' Bukankah dia kekasih kamu?'' tanya Niki memastikan.


Lala menggeleng tegas untuk praduga Niki tentang hubungannya dengan Jason. Ingatkan Lala tentang statusnya yang hanya sebagai partner Jason untuk membesarkan triplet. Hubungan mereka hanya sebatas itu dan tidak lebih.


Usai menyantap makan siang Lala dan Niki kembali ke kantor perusahaan Davies. Karena jam makan mereka sudah habis jadi Niki mengajak Lala kembali bekerja untuk penyesuaian lagi bagi Niki yang masih baru di perusahaan Davies.

__ADS_1


Lala berpamitan kepada Niki setelah Niki kembali ke meja kerjanya. Niki akan melanjutkan kembali tugasnya dan Lala yang akan masuk kembali ke ruangan Jason. Entahlah Jason belum menyuruhnya pulang jadi dia tidak bisa main tinggal pergi gitu aja.


Lala mengetuk pintu ruangan Jason namun tidak ada sahutan. Akhirnya Lala mencoba masuk saja karena ia harus mengambil ponselnya yang ketinggalan di sofa. Mungkin ponsel itu terjatuh atau terselip di sofa, karena Lala sendiri juga lupa bagaimana dirinya bisa kehilangan ponsel. Untung saja Lala sudah menyimpan nomor Niki tadi, jadi dia tidak susah-susah lagi untuk menghubungi sahabatnya.


Lala melihat sekeliling ruangan Jason memastikan ada pemiliknya atau tidak. Belum sempat Lala mengetahui Jason ada di ruangannya, Lala sudah terlebih dahulu melihat Jason namun tidak sendiri. Di kursi kerjanya Jason tengah duduk sembari bercumbu dengan seorang wanita. Jelas Lala tahu siapa wanita itu. Siapa lagi yang berhak dekat dengan Jason kecuali tunangannya yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.


Sontak Jason melepaskan Karen yang sedang mencoba mencium bibirnya. Jason membulatkan mata melihat Lala yang memergoki dirinya dengan Karen. Siapa yang menjadi tunangan entahlah Jason merasa seperti ketahuan selingkuh. Nyatanya kejadian ini tidak seperti ekspektasi yang ada di dalam pikiran Lala. Karen dengan Jason tidak bercumbu namun Karen yang memaksa untuk melakukan kegiatan itu. Jason sudah menolak hanya saja dirinya laki-laki normal yang akan merespon ketika digoda oleh wanita seksi seperti Karen.


Sebelum membuat Lala salah paham, Jason mendorong Karen untuk menyingkirkan tubuhnya. Tubuh Karen oleng dan seketika terjatuh di hadapan Jason. Jason tentu mengabaikan itu. Jason lebih memilih mengejar Lala yang sudah berlalu setelah mengambil ponselnya yang terletak di atas meja tempat ia membaca buku tadi. Sebelum pergi Lala hanya mengatakan ingin mengambil ponselnya yang ketinggalan serta kata maaf karena telah menganggu aktivitas mereka.


Jason mengejar Lala mengabaikan panggilan Karen yang menahannya untuk tetap berada di ruangan. Jason keluar dari ruangannya dan bertemu dengan Niki yang siap membawa beberapa dokumen.


'' Dimana Lala?'' tanya Jason kepada Niki.


'' Tadi Lala bilang jika dirinya harus pulang karena ada urusan penting,'' jawab Niki.


Sial, Jason menggeram marah. Jason tidak akan membiarkan Lala pergi dengan spekulasi negatif tentang dirinya.


'' Tuan akan ada meeting sebentar lagi. Tuan Fernando bilang jika meeting kali ini diadakan di luar. Kliennya dari Amerika dan mereka menginginkan tuan hadir sebagai perwakilan khusus,'' ucap Niki mengingatkan Jason tentang pertemuan meeting dengan klien hari ini.


Jason tidak bisa mengejar Lala untuk sementara ini. Ia akan menunggu waktu nanti saja selepas pulang kerja agar waktunya lebih santai. Jason kembali ke ruangannya namun hanya sebentar. Setelah itu dirinya pergi meninggalkan Karen yang menatap nyalang pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2