
Hari kedua Jason dirawat di rumah sakit tampak kondisinya sudah lebih membaik. Hari ini seperti biasa juga Lala berkunjung menemani Jason. Di ruangan Jason Lala sedang mengupas jeruk yang ia bawa tadi sebelum berangkat ke rumah sakit. Dengan telaten Lala mengupas jeruk kemudian menyuapkannya ke mulut Jason.
Jason tampak menikmati suapan jeruk yang diberikan oleh Lala. Tadinya Jason sangat tidak menyukai jeruk namun karena orang yang menyuapinya semanis Lala, Jason pasti tidak akan menolak.
Tak berselang lama pintu ruangan rawat inap Jason dibuka paksa oleh seseorang. Ternyata yang datang adalah triplet bersama Jennie. Triplet langsung berlari menuju brangkar Jason dimana papa mereka sedang beristirahat.
'' Papa,'' teriak triplet bersamaan. Untung ruangan Jason kedap suara jadi meskipun triplet berteriak-teriak pasien yang lain tidak merasa terganggu.
'' Kakak, Lala aku pusing!!! Triplet merengek sejak tadi. Mereka ingin melihat Kak Jason jadi dengan terpaksa aku membawa mereka kesini,'' keluh Jennie setelah meletakkan tas yang ia bawa. Tampak dari gadis itu merasa lelah karena semalaman berjaga menggantikan Lala.
'' Berisitirahat lah biarkan triplet bersama kakak,'' ucap Jason.
'' Terima kasih sudah menjaga triplet,'' sambung Lala.
'' Biarkan saja.. Hitung-hitung dia belajar mengurus anak,'' timpal Jason.
Jennie mendengus mendengar kata-kata kakaknya. Jennie memang lelah karena mengurus triplet yang aktif, namun dirinya juga senang karena bagaimanapun triplet adalah keponakannya. Jennie sangat menyayangi triplet melebihi apapun. Maka dari itu sebagai tante yang baik sebisa mungkin Jennie selalu berusaha memenuhi keinginan triplet.
Triplet naik ke atas brankar untuk memeluk Jason. Lala sempat melarang karena mengingat luka Jason yang belum sembuh total namun karena Jason yang mengijinkan jadi Lala tidak bisa menolak. Triplet memeluk Jason secara bersamaan. Mereka sangat merindukan papa mereka.
Akhirnya Lala melanjutkan kegiatannya untuk mengupas jeruk. Sekarang bukan hanya Jason yang Lala suapi melainkan ketiga anaknya juga.
Sementara di sofa yang tak jauh dari mereka ada Jennie yang memilih bersender merebahkan tubuhnya di sofa. Cuaca di luar sangat panas. Tadi Jennie sempat kepanasan di mobil karena jalanan yang macet.
__ADS_1
'' Jennie apa kamu mau jeruk?'' ucap Lala menawarkan satu jeruk yang sudah dikupas.
Jennie hanya menggelengkan kepala untuk menjawab tawaran Lala. Untuk saat ini Jennie hanya ingin menikmati udara dingin yang dipancarkan dari AC yang tepat berada di atasnya.
Jason dan triplet berceloteh tentang apapun. Triplet menanyakan banyak hal bagaimana kronologi Jason bisa menyelamatkan Lala. Dengan senang hati ayah tiga anak itu menjelaskan kronologinya kepada triplet.
Detik berikutnya pintu ruangan Jason diketuk oleh seseorang. Tampak yang datang menemui Jason adalah Dion dan Ranti. Lala menyambut ramah Dion dan Ranti yang merupakan teman satu angkatannya dulu. Walaupun tidak saling mengenal dulunya, tetapi Lala cukup tahu jika mereka adalah salah satu murid SMA Davies.
'' Selamat siang semua, kita berdua kesini karena ingin menjenguk Tuan Jason,'' ucap Dion mengawali pembicaraan.
'' Kita kesini ingin meminta maaf kepada semua yang ada disini terutama kamu Jennie,'' sambung Ranti selanjutnya.
'' Iya benar. Aku terpaksa melakukan kesalahan kemarin - kemarin karena Niki mengancam kami berdua. Niki bilang jika dia akan melenyapkan nyawa Ranti,'' jelas Dion.
'' Aku dulu memang berteman sama Niki. Dan sekarang aku menyesal. Niki telah banyak menjerumuskan aku ke tindak kejahatan,'' ucap Ranti.
'' Iya itu memang benar. Aku sama Niki memang berteman karena kita sama-sama pernah menjadi simpanan om-om tua di usia kita yang masih muda. Dulu kondisi aku sangat kesulitan jadi dengan sangat terpaksa aku mengikuti jejak Niki untuk menjadi wanita simpanan,'' jelas Ranti.
'' Tapi semenjak aku kenal Dion semua itu berubah. Aku sudah lama meninggalkan pekerjaan itu. Namun disini Niki menahan ku agar tetap menjadi temannya. Niki menjadi kan aku sama Dion sebagai suruhan untuk memata-matai keluarga Davies,'' jelas Ranti.
'' Jennie maafkan aku. Soal masalah kita yang kemarin aku terpaksa melakukan itu karena ancaman dari Niki,'' jelas Dion.
'' Tidak masalah. Kakak ku sudah membereskan kalian jadi aku tidak ingin ikut campur lagi,'' jawab Jennie.
__ADS_1
Jason menyipitkan mata mendengar pernyataan adiknya. Jason memang sudah membereskan Dion dan Ranti karena mereka yang menjadi pelaku atas penculikan adiknya. Namun berhubung Jason tahu jika Dion dan Ranti adalah suruhan Niki, jadi Jason memberikan kesempatan kepada mereka berdua agar berpihak kepada Jason.
Jason pikir Jennie akan menyuruhnya untuk membuat Dion dan Ranti lebih menderita tetapi ternyata semua itu salah. Ekspektasi Jason tidak sesuai kenyataan. Jennie tampak tenang dan tidak merasa marah atas perlakuan Dion dan Ranti.
'' Aku tahu kalian melakukan itu karena dendam akan sikap ku dulu. Jadi disini kita impas,'' sambung Jennie lagi.
'' Terima kasih Jen,'' ucap Dion dan Ranti bersamaan.
'' Oh ya La. Aku juga mau minta maaf sama kamu. Sebenarnya semasa SMA aku yang udah fitnah kamu. Aku juga yang adu domba kamu sama Jennie. Aku beneran minta maaf, aku masih labil waktu itu. Aku bekerja sama dengan Niki untuk mengerjai kamu,'' ucap Ranti menunduk.
Lala melangkah mendekati Ranti. Lala memang tidak terlalu mengenal Ranti. Tetapi ternyata Ranti juga terlibat bersama Niki untuk mengerjai dirinya.
'' Lupakan saja. Kemarin kamu sudah menolong aku. Jadi jangan diungkit lagi masa-masa SMA kita dulu,'' ucap Lala menepuk-nepuk bahu Ranti pelan.
Ranti dan Dion mengucapkan terima kasih kepada Jason dan yang lainnya. Mereka berdua berjanji setelah ini mereka akan memulai hidup baru tanpa ada rasa dendam dari masa lalu. Biarlah semua menjadi pembelajaran agar kita menjadi lebih baik di masa depan nanti.
Selepas Dion dan Ranti pergi, Jennie memeluk Lala turut meminta maaf juga. Walaupun kemarin-kemarin Jennie sudah meminta maaf namun dirinya ingin meminta maaf lagi. Sudah banyak perbuatan yang ia anggap memalukan seumur hidupnya.
'' Tidak apa-apa lupakan aja. Jadi sekarang kita berteman?'' tanya Lala sembari menangkup wajah Jennie. Lala mengamati wajah yang sebelumnya tidak pernah Lala bayangkan jika ia bisa berteman akrab dengan Jennie. Padahal dulu-dulu jika melihat Jennie, Lala selalu memiliki rasa ketakutan tersendiri.
'' Tidak, aku tidak mau berteman dengan mu,'' jawab Jennie dan membuat Lala mengernyitkan dahinya.
'' Aku maunya kamu jadi kakak ipar ku. Aku janji setelah ini aku akan mendesak kakak ku untuk menikahi kamu. Terus nanti kalau Kak Jason jahat sama kamu, kamu harus lapor ke aku. Biar nanti aku yang akan menghajar kakak ku,'' ucap Jennie dan Lala tertawa setelah mendengarnya.
__ADS_1
'' Onti sama mama kok pelukan gitu sih pa?'' bisik Oliver kepada Jason.
Jason hanya mengedikkan bahu untuk menjawab pertanyaan dari Oliver. Jason tahu semua masalah yang dialami adik dan wanitanya sudah kelar. Semoga setelah ini tidak ada salah paham lagi diantara mereka, seperti itu lah harapan Jason.