Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
87. Akhirnya menikah


__ADS_3

Di hotel Vias sedang diadakan pesta pernikahan yang sangat mewah. Hotel Vias yang merupakan hotel termewah di kota tersebut menjadi saksi pernikahan termegah yang menjadi sejarah di kota itu.


" Apa kamu bahagia hari ini? Masih ingatkan? Hotel ini yang menjadi saksi kita waktu membuat triplet dulu," ucap Jason berbisik kepada Lala. Lala langsung memelototi Jason usai berucap barusan.


Setelah satu minggu yang lalu Jason menginginkan Lala untuk menjadi istrinya akhirnya tepat hari ini terwujud juga. Setelah tadi pagi melangsungkan acara akad pernikahan, sorenya mereka menggelar pesta yang sangat megah. Semua tamu yang hadir baik dari kalangan atas hingga kalangan menengah. Ada beberapa tetangga Lala yang dari kampung datang, beberapa mantan karyawannya juga turut hadir dan yang tidak kalah penting ada teman-teman Lala dan Jennie semasa SMA dulu.


Hari ini Lala mengenakan baju pengantin mahal buatan dari desainer ternama yang membuat Lala semakin cantik. Jason juga mengenakan tuxedo limited yang ia rancang sendiri. Lala dan Jason bak raja dan ratu bagi para tamu. Semua ikut memuji keserasian Lala dan Jason.


Mengingat triplet, mereka kompak mengenakan tuxedo yang sama dengan Jason. Bedanya versi triplet berukuran kecil sesuai postur tubuh mereka. Jennie dan mamanya memakai gaun yang indah senada warnanya dengan Lala. Jennie tampil cantik sesuai kesehariannya yang memang selalu cantik.


" Akhirnya maha karya ku jadi juga. Pokoknya Lala dan Kak Jason harus membayar aku mahal. Lihat!! Dengan waktu satu minggu aku berhasil membuat pesta semegah ini," ucap Jennie menyusul Lala dan Jason yang berada di pelaminan. Jennie saat ini sedang membanggakan dirinya yang berhasil mengatur acara pernikahan Jason hingga sesukses ini.


" Iya terima kasih Jennie. Aku sangat berhutang budi sama kamu," jawab Lala.


" Sama-sama kakak ipar. Jangan lupa sebagai imbalannya, kalian harus kasih aku keponakan cewek yang cantik dan imutnya kayak aku," jawab Jennie menggoda Lala. Lala pun tersipu mendengarnya.


Beberapa tamu masih ada yang memberikan ucapan selamat kepada Lala dan Jason. Walaupun sudah ada 1000 tamu lebih yang berdatangan tetapi tamu itu seolah tidak ada habis-habisnya untuk memberikan selamat.


" Mama, papa, onti" panggil triplet menyusul Jennie.


Triplet datang bersama Sonia. Sonia tampil cantik dengan gaun yang ia kenakan. Sonia tampak menawan dan awet muda hingga perawakannya tidak menunjukkan tanda-tanda jika wanita paruh baya itu sudah memiliki tiga cucu.


" Triplet hati-hati nak. Jangan sampai jatuh," ucap Sonia khawatir ketika cucu-cucunya menyusul orang tua mereka.


Lala tersenyum menyambut kedatangan triplet dan mama mertuanya. Selama satu minggu ini Lala cukup mengenal Sonia. Sonia begitu baik dan sangat menyayanginya. Sonia memperlakukan Lala seperti perlakuannya kepada Jennie. Karakternya sama persis dengan Jennie yang cerewet dan Lala sangat menyukai hal itu.


" Selamat buat anak-anak mama. Semoga kalian langgeng sampai tua nanti. Oh ya Lala, nanti kalau suatu saat Jason menyakiti kamu, kamu bisa tebas kepalanya sampai putus. Mama 100% mendukung kamu pokoknya," ucap Sonia dan Lala tertawa renyah begitu mendengarnya.

__ADS_1


" Terima kasih mama," ucap Lala kemudian memeluk Sonia erat. Dekat dengan Sonia membuat Lala merasakan apa itu kasih sayang seorang ibu.


" Selamat nak," ucap Pak Gani yang baru datang. Beliau sangat sibuk menemui banyak tamunya yang berasal dari desa.


" Terima kasih yah," ucap Lala disusul oleh Jason.


Semua yang hadir tampak bahagia. Para tamu juga sangat menikmati jamuan yang disediakan. Bukan hanya tamu saja yang memeriahkan acara mereka tetapi ada banyak wartawan yang juga hadir. Mereka tidak mungkin akan melewatkan bahan berita yang akan menjadi trending topik nantinya.


Kemudian yang lain meninggalkan Jason dan Lala yang masih menyalami beberapa tamu lagi. Triplet dibawa Jennie untuk turun. Pak Gani dan Sonia turut menjamu tamu mereka satu persatu.


" Saya tidak menyangka bisa berbesanan dengan Pak Gani. Semoga kedepannya hubungan keluarga ini tetap harmonis ya pak," ucap Sonia kepada Pak Gani.


" Saya yang merasa sangat tersanjung karena bisa menjalin hubungan baik dengan keluarga Nyonya Sonia. Nyonya Sonia sangat baik. Saya dulu sering melihat nyonya bersama almarhum suami nyonya waktu menghadiri acara-acara amal," balas Pak Gani.


" Oh ya benarkah? Sekarang saya bahkan lupa kapan saya pergi ke tempat-tempat seperti itu. Semenjak ayah Jason meninggal saya dan Jason sangat sibuk mengurus perusahaan menggantikan ayah mereka. Sejak muda Jason sudah sibuk belajar dan mengurus bisnis. Saya sebenarnya kasihan dengan anak itu. Namun mau bagaimana lagi dia kan anak laki-laki satu-satunya di keluarga kami jadi mau tidak mau Jason harus terlibat,"


" Stop jangan panggil saya nyonya. Panggil saya besan saja Pak Gani,"


" Ah iya besan. Saya juga memaklumi. Sejak pertama kali saya melihat nak Jason, saya merasa jika nak Jason adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Walaupun dia orang berada dan berkuasa tetapi dia tidak malu untuk merendah dan meminta maaf kepada saya," balas Pak Gani.


" Iya pak. Saya harap semoga pernikahan mereka berjalan hingga akhir nanti,"


" Iya besan saya juga berharap seperti itu. Mari besan kita sambut para tamu yang lain,"


Sonia mengikuti Pak Gani untuk menyambut beberapa tamu yang datang. Sonia juga turut menyapa tamu Pak Gani yang berasal dari desa.


Di sudut lain ada Jennie yang tengah menjaga triplet. Perempuan itu meminta tolong Fernando untuk bersama dirinya dalam mengawasi triplet.

__ADS_1


" Fernando, ngobrol sama siapa kamu?" cecar Jennie begitu melihat Fernando selesai berbicara dengan seorang wanita seksi.


" Bukan siapa-siapa" jawab Fernando.


" Mending kamu bantuin aku jaga triplet. Awasi mereka jangan sampai hilang dari pandangan. Mereka sangat aktif, aku takut mereka hilang di balik kerumunan banyak orang,"


Fernando memandang Jennie lama, tampak dari gadis itu yang sekarang sudah berubah. Jennie yang manja berubah menjadi perempuan yang sangat keibuan dan mandiri. Jennie seperti menjadi sosok ibu yang sempurna ketika menjaga triplet. Hal yang sangat jarang Fernando lihat selama ia hidup di dekat Jennie.


" Fernando, itu kamu kejar Oliver yang lari. Aku yakin dia pasti sedang mencari gadis-gadis cantik seusianya. Aduh jangan sampai keponakan ku menjadi playboy sama seperti papanya," keluh Jennie dan sontak membuat Fernando tertawa.


" Hei malah ketawa!! Buruan itu dikejar anaknya," ucap Jennie lagi sambil melotot ke arah Fernando.


Akhirnya Fernando mengejar Oliver. Benar perkataan Jennie jika saat ini Oliver sedang berinteraksi dengan seorang anak perempuan seusianya.


" Oliver," panggil Fernando tanpa embel-embel tuan muda. Lala yang melarang Fernando memanggil anak-anaknya dengan sebutan tuan. Jason juga setuju akan hal itu. Jason menyetujui opini Lala untuk tidak terlalu memanjakan triplet dengan fasilitas yang berlebihan.


'' Iya Om Fer,'' sahut Oliver.


'' Onti Jennie sudah menunggu kamu di sana,'' ucap Fernando kemudian. Oliver mengangguk kepada Fernando. Setelah itu Oliver berpamitan dengan gadis yang baru saja ditemuinya.


'' Daaa cantik, semoga kita bertemu lagi,'' ucap Oliver melambaikan tangan kepada gadis cilik seusianya. Fernando lalu menggandeng tangan Oliver agar anak itu tidak hilang lagi. Fernando geleng-geleng kepala melihat tingkah Oliver yang sudah agresif terhadap perempuan di usianya yang masih kecil.


'' Oliver kamu darimana saja. Onti pusing nyari kamu. Ayo sini gabung sama kakak-kakak kamu. Lihat tuh mereka sudah menghabiskan banyak makanan kesukaan kalian,'' ucap Jennie menghampiri Fernando dan Oliver.


Oliver berlari menyusul kedua saudaranya yang sibuk menghabiskan makanan ditemani oma dan kakeknya. Oliver tidak akan membiarkan makanan habis di tangan Matt dan Max. Anak itu langsung merengek kepada kakeknya agar diambilkan makanan sama seperti yang kedua saudaranya makan.


Sekarang hanya tinggal Fernando dan juga Jennie. Fernando masih diam saja usai mengantar triplet tadi. Laki-laki itu tidak menunjukkan reaksi apapun ketika beberapa tamu menyorot mereka

__ADS_1


'' Hei, Fernando mending kita juga ikut makan. Lihat muka kulkas kamu jadi bikin lapar,'' ucap Jennie seraya menarik tangan Jason untuk ia bawa ke tempat stand makanan yang tersaji berbagai jenis makanan.


__ADS_2