Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
64. Menolong Jennie


__ADS_3

'' Astaga Jennie!! Apa yang terjadi? " tanya Lala melihat tangan Jennie yang dipegang erat oleh seorang laki-laki.


'' Bukan urusan lo. Sebaiknya lo pergi dari sini, cepat. Sebelum gue habisin nih perempuan,'' ucap laki-laki yang bersama Jennie.


'' Dion brengsek!!!! Cepat lepasin gue!!! '' ucap Jennie meronta dari cekalan seorang laki-laki yang diketahui bernama Dion.


'' Lepasin dia,'' kini Marvel yang bersuara.


Jennie bernafas lega ketika melihat Lala dan Marvel yang menghampirinya. Dion brengsek!!! begitulah batin Jennie tak henti-hentinya mengumpati Dion.


'' Lepasin dia atau saya panggil polisi! '' ucap Lala mengancam Dion.


Dion menggeram karena melihat dua orang yang ikut campur dengan urusannya bersama Jennie. Dion kemudian menghempas kasar tubuh Jennie hingga tubuh wanita itu jatuh tersungkur ke tanah. Lala yang melihat itu langsung menolong Jennie yang terjatuh.


Marvel meninju wajah Dion. Sesama laki-laki memang biasanya menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Tidak hanya memukul, Marvel juga menendang perut Dion. Tak sampai disitu, Marvel masih memberikan bogeman mentah yang mendarat di hidung milik Dion.


'' Lo siapa Jennie ha?'' tanya Marvel setelah berhasil membuat tubuh Dion tersungkur ke bawah. Sepertinya Dion memang tidak pandai berkelahi.


'' Gue cowoknya,'' jawab Dion.


'' Cowok macam apa yang menarik-narik pacarnya sendiri? Bego lo!!!! Pengecut!!! Pergi aja lo sana,'' ucap Marvel mengusir Dion.


'' Urusan kita belum selesai,'' ucap Dion setelah itu masuk ke dalam mobil miliknya meninggalkan Jennie dan yang lain.


'' Pengecut lo,'' teriak Marvel melihat Dion yang pergi begitu saja.


Marvel menghampiri Jennie yang berada di dekapan Lala. Tampak berantakan penampilan diri Jennie. Sepertinya sempat terjadi pertengkaran diantara Jennie dan Dion melihat sudut bibir Jennie yang berdarah dan pipi yang sedikit lebam.


'' Jennie. Apa kamu tidak apa-apa?'' tanya Marvel melihat raut wajah Jennie yang masih sedikit ada rasa takut.

__ADS_1


'' Tidak apa-apa. Terima kasih kak Marvel karena telah menolong Jennie,'' jawab Jennie.


'' Kita langsung ke kontrakan saja Vel. Bawa Jennie sekalian. Aku yakin dia masih takut. Setidaknya di kontrakan dia bisa menenangkan diri,'' ucap Lala.


Jennie memandang Lala sekilas. Terlihat wanita itu tampak khawatir akan dirinya. Jennie pun masuk ke dalam mobil Marvel. Marvel berada di kursi kemudi dan Lala yang dibelakang menemani Jennie. Lala memberikan jaket yang ia pakai untuk menutupi tubuh Jennie yang beberapa bagian bajunya ada yang robek.


Benar hanya setelah melewati beberapa belokan mobil Marvel berhenti di kontrakan rumah Lala. Lala membawa Jennie masuk ke dalam kontrakannya. Marvel mengikuti Jennie dan Lala yang sudah masuk terlebih dahulu.


Jennie duduk di kursi sederhana yang terletak di ruang tamu kontrakan milik Lala. Lala langsung ke dapur untuk membuatkan Jennie minuman. Sedangkan Marvel mengambil tempat duduk di samping Jennie.


'' Kamu tadi kenapa Jen? Untung ada kakak sama Lala yang lewat tadi,'' tanya Marvel.


Jennie diam saja ketika Marvel menanyakan tentang kejadiannya. Ia masih bungkam tidak ingin menceritakan kepada siapapun. Belum ada jawaban dari Jennie, datang Lala dengan dua gelas teh hangat. Lala memberikan kedua teh itu kepada Jennie dan Marvel.


'' Terima kasih, La'' ucap Marvel dan Lala mengangguk.


'' Ya sudah kalau kamu belum mau bicara. Sebaiknya kamu beristirahat dulu,'' ucap Lala setelah itu.


Mendengar ada kegaduhan di ruang tamu kontrakan mereka, triplet keluar untuk melihat siapa yang datang. Tadinya mereka tahu jika Lala datang karena mendengar deru suara mobil Marvel namun triplet belum keluar kamar sebab mereka harus membereskan buku-buku milik mereka yang berserakan. Usai buku mereka tertata rapi, setelah itu mereka pergi keluar kamar untuk menemui Lala.


'' Mama, Om Marvel'' seru triplet melihat ada tiga orang yang berkumpul di ruang tamu mereka.


Jennie yang semula tadi hanya diam saja kini merasa terkejut setelah melihat tiga bocah yang wajahnya sangat mirip dengan wajah kakak nya ketika kecil. Jennie terus mengamati wajah tiga bocah itu tanpa berkedip.


Triplet berdiri di depan Jennie yang memang berada di dekat Lala. Jennie dan triplet saling pandang seolah bertanya kamu itu siapa.


'' Mama tante ini teman mama ya?'' tanya Oliver mendongak menatap Lala.


Lala baru tersadar jika triplet baru saja bertemu dengan Jennie yang merupakan adik Jason. Dirinya bingung ingin menjawab apa. Apa Jennie mengenali triplet? Seperti itulah isi kepala Lala saat ini.

__ADS_1


'' Anak kakak mu,'' ucap Marvel menggantikan Lala yang seharusnya menjawab.


'' Apa,'' pekik Jennie terkejut. Jennie spontan menatap Lala sedangkan Lala menatap Marvel. Bagaimana Marvel bisa tahu? Sejak kapan Marvel tahu tentang triplet? Bukankah selama ini dia belum memberi tahu Marvel?


Pandangan Jennie masih menatap Lala untuk meminta jawaban. Ia ingin memastikan apakah yang dikatakan Marvel adalah benar.


'' Lala sudah katakan saja. Aku tahu triplet anak Jason karena wajah mereka yang mirip. Emang dasar si Jason saja yang brengsek. Suka tabur benih tapi tidak bertanggung jawab,'' ucap Marvel.


'' Marvel,'' tegur Lala karena ucapan Marvel yang tidak di filter terlebih dahulu. Lala memperingati Marvel agar tidak berbicara kasar di depan triplet.


'' Hehehe maaf, aku hanya sedang kesal dengan kakak mu itu Jen,''


'' Mama apa tante ini adiknya papa?'' belum sempat Lala ingin menjelaskan namun suara Max membuatnya menghela nafas. Mungkin memang sekarang saatnya ia harus menjelaskan kepada Jennie dan triplet mengenai hubungan mereka masing-masing. Di saat kondisi seperti ini, Lala tidak mungkin mengucapkan kebohongan demi menutupi suatu fakta.


...****************...


Pagi hari Jennie terbangun di sebuah kamar sederhana yang luasnya tidak lebih dari luas kamar mandi miliknya. Pandangan Jennie mengedar ke sekeliling ruangan ini. Tidak ada yang istimewa seperti benda berharga ataupun fasilitas mewah. Ruangan itu hanya berisi satu tempat tidur dan juga kipas angin yang sedari malam selalu menyala.


Jennie memutuskan keluar kamar. Badannya masih sedikit terasa sakit karena kemarin Dion menyakiti tubuhnya cukup keras sehingga wajah dan beberapa tubuh Jennie timbul lebam.


" Kamu sudah bangun Jen? " tanya Lala melihat Jennie keluar dari kamarnya. Semalam Jennie memang menginap di kontrakan rumah Lala. Sebelumnya Marvel memang berniat mengantarkan Jennie pulang ke rumah ataupun ke apartemen milik Jason, namun Jennie menolak karena di rumah ia sendirian dan juga Jason yang pergi ke luar kota.


Lala berinisiatif menawarkan tumpangan Jennie untuk menginap dan akhirnya Jennie setuju. Memikirkan hal itu Jennie sebenarnya sedikit merasa tidak enak kepada Lala karena sudah menolongnya disaat dulu ia sangat membenci perempuan itu. Dulu Jennie sangat sering menyakiti Lala dan sekarang dirinya malah ditolong oleh perempuan yang pernah ia sakiti. Sepertinya Jennie akan memikirkan untuk mengatakan kata maaf dan terima kasih kepada Lala karena masih mau berbuat baik kepadanya.


" Hem, aku sudah bangun. Dimana anak-anak? " tanya Jennie menanyakan triplet.


Mengenai triplet, Jennie sudah tahu kronologi bagaimana Lala bisa mengandung anak kakaknya. Semalam Lala menceritakan secara detail kejadian awal mula dirinya bisa mengenal Jason hingga saat ini. Marvel ikut mendengarkan karena memang dirinya berinisiatif menjaga dua wanita itu hingga larut malam.


" Mereka sedang mandi sebentar lagi mereka akan kesini untuk sarapan. Mari duduk dulu! Aku akan menyiapkan sarapan kita,"

__ADS_1


__ADS_2