
Dini hari Jason terbangun kala dering ponselnya berbunyi. Dering ponsel milik Jason berbunyi beberapa kali dan sangat memekakkan telinga Jason. Dengan sangat terpaksa Jason terbangun kemudian mengangkat ponselnya.
Mulut Jason terkatup rapat setelah mendengar apa yang terjadi. Ponsel langsung ia matikan kemudian dirinya bergegas menuju almari untuk berganti baju. Ia harus pergi sekarang karena berita yang barusan ia terima. Jason berlari dengan terburu-buru menuju lift. Di dalam lift Jason menekan tombol tujuan basement untuk menuju parkiran mobil. Ia harus segera sampai untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
Jason mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Tidak perduli ini pukul berapa sekarang, yang pasti ia harus segera sampai di tempat tujuannya.
Jason membuka pintu mobilnya usai memarkirkan mobil itu sembarangan. Sudah dikatakan Jason tidak perduli hal apapun selain sampai di tempat tujuan. Bahkan saat ini Jason hanya mengenakan kaos putih polos dengan paduan celana bahan berwarna hitam serta sandal jepit rumahan miliknya.
Mulut Jason menganga melihat sebuah bangunan dilalap habis oleh si jago merah. Bangunan yang merupakan kedai milik Lala saat ini sudah berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Walaupun belum seluruhnya, sebagian kedai itu sudah rata dengan tanah.
Jason benar-benar terkejut ketika mendengar kabar dari Fernando yang tadi sempat meneleponnya. Fernando mengatakan jika telah terjadi kebakaran di kedai Lala. Fernando mendapat informasi ini ketika salah satu stasiun TV sedang menayangkan acara berita malam.
Kondisi kedai sudah habis terbakar. Tidak ada yang tersisa kecuali api-api kecil yang sesekali memercik karena belum padam. Sekitar area ramai warga, pemadam kebakaran, polisi dan juga beberapa awak media yang mencari bahan berita.
Jason mulai mendekati kedai itu yang sudah di garis kuning oleh polisi. Tidak ada korban dari kedai namun kondisinya sudah tidak layak disebut sebagai bangunan lagi. Jason berjalan menemui polisi dan petugas pemadam kebakaran yang sedang membereskan banyak kekacauan.
" Bagaimana kejadian ini bisa terjadi,pak?" tanya Jason kepada polisi yang sedang bertugas.
" Kami belum bisa memastikan sepenuhnya. Ada beberapa warga yang bilang jika api muncul dari kios kedai yang ini," jelas polisi itu sembari menunjuk kios kedai Lala.
Jason mengangguk paham. Selepas polisi yang ia tanyai pergi, Jason mengambil ponsel di sakunya untuk menghubungi Fernando. Jason menelepon Fernando untuk melakukan penyelidikan sendiri. Jason belum bisa memastikan jika kejadian ini ada sangkut pautnya dengan orang yang ingin mengusiknya atau tidak.
__ADS_1
'' Halo Fer, bagaimana?'' tanya Jason yang berada di dalam panggilannya bersama Fernando.
'' Tuan, anak buah sedang melakukan penyelidikan,'' jawab Fernando.
'' Segera berikan laporan padaku sebelum pagi hari nanti! Menunggu polisi terlalu lama,'' ucap Jason.
Jason mengakhiri teleponnya bersama Fernando. Fernando dengan sigap menjalankan tugas dari Jason.
'' Apa ini ulah wanita itu?'' batin Jason menerka-nerka.
Jason memutuskan untuk meninggalkan tempat itu untuk menemui seseorang. Jason yakin orang itu ada sangkut pautnya dengan masalah yang terjadi dengan kedai Lala.
Mobil Jason melaju pesat menuju sebuah rumah mewah yang berada di cluster perumahan. Rumah mewah bergaya modern dengan hiasan bonsai di depannya ini adalah rumah milik Karen. Jason sudah sering kesini namun sangat jarang masuk. Ia akan kesini jika kebetulan mengantarkan Karen sehabis pergi bersama.
Jason sering melihat pria tua di depannya ini bersama Karen. Namun ia baru tahu jika dia juga tinggal bersama di rumah Karen. Pria itu belum mengucapkan kalimat apapun sampai Karen datang bergabung menyambut Jason.
" Siapa yang bertamu, om ?" tanya Karen yang baru menyusul. Karen terlihat bangun tidur sama seperti pria yang dipanggil om oleh Karen.
Karen melotot melihat Jason bertamu ke rumahnya dini hari. Mengabaikan rasa kantuk, Karen mempersilahkan Jason masuk. Jason sendiri mengabaikan pria paruh baya yang berpamitan pergi tidak ingin menganggu waktu Jason dan Karen.
'' Ada apa Jas? Tumben kamu kesini jam segini?'' ucap Karen mengawali pembicaraan. Karen duduk di sofa ruang tamu rumahnya dengan Jason yang masih berdiri. Karen sedikit membenarkan gaun tidurnya yang terbuka. Gaun tidur dengan tali spaghetti berwarna cream sangat senada dengan warna kulit Karen.
__ADS_1
'' Apa yang sudah kamu lakukan kepada Lala? Kemarin kamu mengorek informasi tentang dia dan anaknya. Sekarang kamu membuatnya celaka, apa itu benar?'' ucap Jason to the points langsung menyorot Karen.
'' Aku tidak mengerti arah pembicaraan kamu. Maksud kamu apa?'' tanya Karen tidak mengerti dengan maksud Jason.
'' Sampai aku tahu kamu berbuat buruk pada Lala, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kehidupan mu,'' ancam Jason.
'' Jason aku benar-benar tidak mengerti dengan arah pembicaraan kamu. Duduk lah dan jelaskan apa yang kamu inginkan,'' ucap Karen tenang tidak perduli jika ia sedang diancam Jason.
'' Aku ingin mengakhiri hubungan kita yang sedari awal tidak pernah aku inginkan. Terima kasih sudah menemani ku selama dua tahun ini. Satu hal yang harus kamu tahu aku tidak pernah tertarik dengan mu sekalipun,''
'' Kita sama-sama mendapatkan keuntungan dari hubungan ini. Aku terhindar dari desakan menikah oleh publik dan kamu mendapatkan popularitas mu. Sekarang aku hanya ingin mengakhiri semua ini. Aku sudah menemukan sosok yang terbaik untuk ku dan yang jelas bukan kamu,''
'' Jason kamu tidak bisa seenaknya memutuskan aku. Aku tidak terima kamu lebih memilih wanita catering itu daripada aku. Bukankah aku lebih cantik, lebih sukses intinya lebih dari segalanya. Aku bahkan mau melakukan apapun untuk mu. Pernikahan sudah di depan mata. Aku tidak ingin putus dari kamu. Jika kamu memaksa putus, aku bakal nekad buat mencelakai wanita itu dan anaknya,'' ucap Karen tidak terima.
'' Aku sendiri yang akan melindungi mereka,'' balas Jason setelah itu pergi tanpa berpamitan kepada Karen.
Karen membanting vas bunga yang ada di depannya begitu Jason pergi. Suara itu begitu gaduh sehingga pria paruh baya yang tadi datang kembali.
'' Apa-apaan kamu Karen! Main banting vas bunga sembarangan,'' omel sang pria paruh baya.
'' Jason memutuskan hubungan ku sama dia, om'' jawab Karen.
__ADS_1
'' Laki-laki brengsek itu memang sudah keterlaluan. Bertamu dini hari hanya untuk marah-marah tidak jelas dan memutuskan hubungan kalian. Lebih baik kamu menyerah saja. Biarkan dia pergi. Mungkin dia memang bukan jodoh mu,'' jawab pria paruh baya.
'' Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lihat saja Jason, aku akan membuat hidup mu tidak bahagia karena telah mencampakkan aku,'' geram Karen.