
'' Papa,'' ucap triplet kompak bersamaan. Triplet langsung berdiri begitu tahu yang datang adalah Jason. Mereka terkejut karena Jason menemui mereka di sekolah.
'' Duduk dulu! '' ucap Jason menahan triplet yang hendak kabur.
'' Kita masih ada pelajaran, Tuan Jason'' balas Matt yang kembali tidak ingin memanggil Jason dengan sebutan papa.
'' Cukup, berhentilah kalian memanggil diriku dengan panggilan lain selain papa. Itu sangat tidak sopan,'' tukas Jason kepada anak-anaknya.
'' Tidak mau, '' sahut Max keras kepala.
Jason menatap tajam ketiga anaknya. Triplet yang ditatap seperti itu tidak menujukkan rasa takutnya sama sekali. Justru mereka memandang Jason dengan tatapan tajam juga. Jason menghela nafas ternyata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu memang benar adanya.
Padahal dulu Jason sempat menyangkal pepatah itu, pikir Jason buah jatuh bisa saja mendarat di genteng lalu menggelinding jauh sehingga jatuh buah itu tidak tepat di bawah pohonnya. Sifat dan karakter anak tidak tergantung orang tuanya saja melainkan juga dunia lingkungan luar yang mendukungnya. Namun sekarang Jason harus mngenyahkan pikiran itu, triplet benar-benar duplikatnya.
'' Kalian masih marah sama papa itu tidak masalah. Tapi kalian jangan hapus akses papa buat ketemu kalian sama mama kalian,'' ucap Jason sembari duduk.
Triplet diam saja ketika Jason mengajak mereka berbicara lagi. Mereka justru mengabaikan Jason yang ingin membuka obrolan baru. Karena tidak mendapat sahutan dari triplet, Jason jadi merasa geram. Ingin rasanya Jason melempar satu persatu anak-anaknya itu keluar angkasa, agar ia bisa membuat anak baru lagi dengan Lala. Dasar ayah laknat!!! pikir Jason tidak serius.
'' Cukup sudah kalian mengabaikan papa. Sekarang papa mau lihat apa kalian masih bisa mengabaikan papa lagi atau tidak setelah melihat berkas ini, “ ucap Jason sembari memberikan triplet sebuah rekening bank.
Triplet melotot bagaimana Jason bisa memiliki copyan rekening bank milik mereka. Triplet saling pandang seolah bertanya apakah diantara mereka bertiga ada yang memberitahu Jason atau tidak. Tentu mereka saling menyangkal karena mereka tidak pernah menceritakan tentang ini kepada siapapun termasuk Lala.
'' Kalau kalian bertanya papa bisa dapat dari mana, papa akan kasih tahu nanti setelah kalian berjanji satu hal,'' ucap Jason tersenyum smirk.
__ADS_1
'' Tidak mau,'' bantah Oliver.
''Tidak masalah, papa juga tidak keberatan. Tapi nanti jangan salahkan papa jika mama kalian tahu tentang masalah ini,'' ucap Jason.
'' Tuan mengancam kita buat kasih tahu mama tentang rekening ini?'' tanya Oliver.
Jason mengangguk mendengar pertanyaan Oliver. Ia sudah memikirkan rencan ini matang-matang. Sebenarnya Jason memiliki copyan rekening tabungan triplet karena ia tidak sengaja menemukannya di kamar triplet ketika ia bermain bersama triplet dulu. Saat melihat itu Jason langsung berinisiatif untuk memotretnya.
Diam-diam Jason telah menyelidiki tentang rekening bank milik anak-anaknya yang ternyata menggunakan bank internasional. Bagaimana bisa triplet memiliki tabungan seperti ini? Jason ingin bertanya kepada Lala tetapi Jason rasa Lala juga tidak mengetahuinya. Terbukti setelah Jason secara tidak sengaja melihat rekening tabungan milik triplet, mereka langsung menyembunyikannya seolah tidak boleh ada yang melihat selain mereka bertiga.
Waktu itu Jason memang mengamati gerak-gerik triplet tanpa triplet sadari, saat Jason secara sengaja mengintip kamar triplet sayup-sayup ia mendengar tentang rahasia triplet. Triplet saling berbicara satu sama lain membahas sesuatu hal dan yang didengar Jason secara jelas adalah pembicaraan mereka yang tidak boleh diketahui siapapun termasuk Lala.
'' Silahkan saja tuan memberitahu mama, kita tidak takut. Toh mama juga masih marah sama tuan, pasti mama tidak akan percaya sama omongan tuan. Lagian tuan baru datang saja pasti sudah diusir oleh mama,'' ucap Matt.
'' Benar banget,'' timpal Max.
Jason rasanya benar-benar ingin mewujudkan keinginannya untuk melempar triplet ke angkasa. Setelah mendengar ancamannya tidak ditakuti oleh triplet ia memikirkan cara baru.
'' Mama kalian mungkin tidak akan percaya omongan papa tentang kalian yang memiliki tabungan sendiri dengan jumlah nominal yang sangat banyak, tapi papa punya satu bukti yang akan membuat kalian berpikir dua kali akan hal itu. Mama kalian pasti pernah berpikir mengapa selama ini kalian selalu susah bangun pagi. Dan yang menjadi penyebab kalian selalu kesiangan adalah karena kebiasaan kalian yang selalu begadang setiap malam untuk bisnis gelap yang kalian jalankan. Papa tahu jika selama ini kalian meretas data perusahaan besar untuk kalian jual kembali ke perusahaan lain sehingga kalian bisa mendapatkan untung dari hasil penjualan itu, '' ungkap Jason.
Melihat triplet yang masih diam Jason kembali melanjutkan perkataannya. Ia yakin ketiga putranya pasti sudah terpengaruh akan ucapannya. Gotcha,,, ultimatumnya berhasil. Jason bersorak senang.
'' Papa tidak tahu bagaimaana reaksi mama kalian jika mengetahui anak-anaknya adalah seorang black hat hacker. Papa sendiri juga tidak menyangka ternyata kalian sehebat ini. Ternyata selama ini anak-anak papa sendiri lah yang menjadi biang masalah dan selalu meresahkan perusahaan-perusahaan besar termasuk perusahaan papa sendiri,'' sambung Jason lagi.
__ADS_1
'' Mama tidak akan mengerti dengan dunia bisnis gelap seperti itu. Mama itu polos, mama tidak akan semudah itu untuk percaya sama papa,'' bantah Matt.
'' Ternyata kalian tidak segampang yang papa kira ya. Baiklah mungkin Fernando asisten papa bisa mengatasinya. Fernando sudah mengantongi banyak bukti tentang informasi kalian, tentu itu juga atas campur tangan papa. Sekarang Fernando dalam perjalanan menuju ke kontrakan kalian yang baru, dia yang akan memberitahukan ini kepada mama kalian,'' ucap Jason.
'' Kalian mungkin benar, jika papa yang menjelaskan kepada mama kalian pasti mama kalian tidak akan percaya. Jadi papa menyuruh Fernando saja yang bertindak. Mama kalian tidak marah denagn Fernando jadi pasti dengan mudah Feranndo akan mendapat kepercayaan dari mama kalian,” sambung Jason kemudian.
'' Jadi apa mau papa sebenarnya? '' ucap Matt kembali memanggil Jason dengan sebutan papa lagi. Jason yang mendengarnya tersenyum puas. Akhirnya triplet berhasil ia luluhkan juga.
'' Gampang saja,'' jawab Jason layaknya orang yang berhasil memenangkan pertandingan debat.
'' Apa itu?'' tanya Matt lagi.
Jason tersenyum, inilah yang dia mau. Triplet kembali dalam genggamannya kembali. Walaupun harus dengan mengancam anak-anaknya, Jason tidak merasa masalah. Selagi itu demi kebaikan anak-anaknya. Ralat mungkin demi kebaikan Jason sendiri yang egois sebagai orang tua. Tapi Jason melakukan ini karena ia sangat menyayangi triplet. Walaupun sepenuhnya ia belum mengerti peran ayah, sebisa mungkin ia akan belajar tentang hal itu.
'' Berhenti ngambek dan mau memaafkan papa. Gampang kan?'' balas Jason.
Triplet akhirnya mengangguk. Mereka masih sayang nyawa tidak ingin Lala memarahinya nanti. Kalau saja Lala sampai tahu mengapa mereka kesiangan setiap pagi, Lala pasti akan memarahi mereka untuk waktu yang lama.
Melihat triplet yang mengangguk, Jason menyuruh ketiga putranya untuk mendekat. Jason langsung memeluk triplet. Jujur saja selama beberapa hari ini tidak berkomunikasi dengan mereka, timbul rasa rindu yang mendalam bagi Jason.
Jason tersenyum dalam pelukannya bersama triplet, akhirnya ia bisa merasakan kehadiran anak-anaknya kembali. Dalam pelukannya bersama triplet, Jason teringat satu hal.
'' Bantuin papa buat dekat sama mama kalian lagi ya,'' ucap Jason sembari mengurai pelukannya.
__ADS_1