
Keesokan harinya Lala menggantikan Jennie yang menjaga Jason semalaman. Hari ini Lala sudah terlihat lebih fresh dari kemarin-kemarin. Dengan memakai dress berwarna mustard Lala tampil anggun dengan riasan sederhana.
Lala mengambil tempat duduk yang berada di samping Jason. Sebenarnya di ruangan rawat inap Jason disediakan sofa besar yang berada di dekat jendela namun karena Lala orangnya keras kepala jadi ia lebih memilih kursi yang dekat dengan Jason. Pikir Lala jika ia duduk di kursi, Lala bisa memantau Jason dengan jarak dekat.
Hampir setengah hari Lala berjaga di ruangan Jason namun tidak ada tanda-tanda dari Jason yang akan siuman. Lala juga tidak henti-hentinya bertanya kondisi Jason kepada perawat dan dokter yang setiap kali visit.
'' Bangunlah, apa kamu tidak lelah tidur terus?'' ucap Lala menggenggam tangan Jason.
'' Sebenarnya lelah sih,'' ucap suara yang sangat dikenali oleh Lala.
Lala membelalakkan mata begitu melihat Jason yang berusaha membuka matanya. Jelas dari wajah laki-laki itu yang meringis menahan sakit. Lala langsung memencet bel agar dokter segera datang.
Dokter datang dan memeriksa Jason. Lala yang sedang menunggu Jason diperiksa, ia langsung menghubungi Jennie. Terdengar jika Jennie dan triplet yang berada di rumah merasa senang. Triplet kegirangan karena mendapat kabar jika Jason sudah membaik. Triplet seketika langsung merengek kepada Jennie untuk mengajak mereka menemui Jason. Lala tersenyum mendengar perdebatan anak-anaknya bersama Jennie.
Usai bertelepon dengan Jennie, Lala masuk ke dalam ruangan dimana Jason dirawat. Dokter bilang jika kondisi Jason sudah membaik, tinggal menunggu beberapa waktu untuk melihat perkembangan Jason.
Dokter berpamitan usai menjelaskan informasi kepada Lala secara panjang lebar. Lala mengucapkan terima kasih kepada dokter yang telah menolong kesembuhan Jason.
'' Apa kamu butuh sesuatu?'' tanya Lala yang melihat Jason terdiam di tempat tidur.
Lala mendekat ke arah Jason begitu laki-laki itu mengangguk atas pertanyaan yang ia lontarkan. Lala menggenggam tangan Jason, sembari menatap tidak percaya jika sekarang Jason sudah sadar. Melihat Lala yang mendekat Jason berinisiatif untuk duduk bersandar pada brankar. Lala yang melihat itu dengan sigap langsung membantunya.
__ADS_1
'' Kamu butuh apa? Seharusnya jika butuh sesuatu kamu tinggal bilang atau kasih kode ke aku. Jangan langsung duduk bersandar seperti ini. Kamu baru saja siuman dan kondisi kamu masih lemah. Sebaiknya kamu jangan banyak bergerak,'' ucap Lala setelah membantu Jason bersandar. Jason sempat meringis kala punggung bagian atas sebelah kirinya ia gunakan untuk bersandar.
Jason diam saja kala Lala menceramahi dirinya yang baru bangun. Dengan cekatan Jason langsung menarik pinggang Lala kemudian tangan yang satunya ia gunakan untuk membawa tengkuk Lala agar berada tepat di depannya.
Jason langsung meraih bibir yang sedari tadi mengomeli dirinya. Lala yang tidak tahu akan sikap Jason masih berdiam diri begitu bibir Jason mulai aktif bergerak di bibirnya.
Jason melepaskan tautan mereka begitu pasokan oksigen di antara mereka menipis. Jason mengusap bibir Lala yang belepotan dengan saliva mereka berdua.
'' Aku cuma butuh kamu,'' jawab Jason singkat.
'' Kamu itu ya. Baru sadar langsung main nyosor aja. Gimana kalau luka kamu tambah parah ha? Apa kamu tidak memikirkan yang lain? Yang lain saja memikirkan kamu setengah mati tapi kamu nya malah kayak gini,'' cerocos Lala memarahi Jason.
'' Aku tidak apa-apa. Lukanya tidak parah. Lihat punggungku!!! Aku bahkan bisa berbaring tanpa merasa kesakitan,'' jawab Jason.
'' Hehehe aku bohong sama kamu. Aku sebenernya baik-baik saja. Kemarin aku cuma tidur,'' ucap Jason sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.
Jason menjelaskan kepada Lala jika kemarin ia membohongi Lala dan yang lain. Jason menyuruh dokter untuk tidak membeberkan kondisinya yang memang baik-baik saja. Peluru yang menembus punggung Jason tidak lah terlalu dalam. Jason sendiri bahkan ikut menikmati ketika para tenaga medis membersihkan lukanya. Jason memang sepenuhnya sadar kala itu.
Jason menarik tubuh Lala agar mendekat kepadanya. Jason menyuruh Lala agar duduk di sisi brankar yang kosong. Lala sempat menolaknya namun kedua tangan Jason memaksa Lala untuk tetap bertahan di posisi itu.
'' Jangan marah! Baiklah aku minta maaf. Ok?'' ucap Jason sembari menggenggam tangan Lala.
__ADS_1
'' Bisa-bisanya kamu ngerjain kita semua,'' ucap Lala setengah ketus. Perasaan Lala bercampur aduk antara bahagia karena kondisi Jason yang baik dan juga kesal karena Jason membuatnya khawatir kemarin-kemarin.
'' Aku cuma mau lihat perasaan kamu yang sebenarnya. Selama ini aku merasa kalau kamu selalu berusaha menjaga jarak sama aku. Aku pikir diantara hubungan kita hanya aku yang mencintai tetapi ternyata semua itu salah, aku yakin kalau kamu juga mencintai aku,'' ucap Jason menatap Lala dalam.
'' Maaf aku hanya belum terbiasa menjalin hubungan serius dengan laki-laki. Kamu yang pertama jadi aku masih amatir dalam hal cinta maupun hubungan yang serius,'' balas Lala.
'' Aku mencintai kamu Jason,'' ucap Lala setelah itu memeluk Jason. Lala kemudian menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Jason. Terasa hangat dan nyaman pikir Lala. Lala sebenarnya merasa malu karena telah memeluk Jason duluan, namun usapan lembut di punggungnya pertanda jika Jason mengijinkannya untuk memeluk erat laki-laki itu.
Lala dan Jason terus berpelukan untuk cukup waktu yang lama. Jason dan Lala sama-sama mencari kenyamanan diantara pelukan mereka. Lala terhanyut dalam perasaanya sendiri. Perasaan bahagia yang membuncah hingga Lala sendiri sulit untuk mengibaratkannya.
'' Kenapa Fer?'' tanya Jason kepada Fernando. Lala menjauhkan tubuhnya begitu ia mendengar suara Jason yang memanggil asistennya.
Lala membalikkan tubuhnya melihat ke arah pintu dimana ada Fernando yang berdiri di sana. Tampak laki-laki itu masih mengenakan baju pasien sama seperti Jason.
Lala yang melihat Fernando datang seketika pipinya bersemu merah. Pasalnya Lala tidak menyadari kedatangan Fernando karena saking nyamannya berada di dada Jason. Kenyamanan yang Jason berikan membuat Lala sulit mengabaikannya.
'' Saya hanya ingin memastikan kondisi Tuan Jason,'' jawab Fernando. Tadinya Fernando ingin mengetuk pintu terlebih dahulu namun demi kenyamanan Jason ia lebih memilih masuk dan malah mendapati adegan live bosnya yang sedang berpelukan.
Fernando masih berdiri di tengah-tengah pintu sebelum ada seorang perawat yang meminta ijin masuk. Fernando menyingkirkan tubuhnya mempersilahkan perawat itu untuk menemui Jason.
Lala juga ikut menyingkir dari brangkar karena merasa kurang pantas jika harus menunjukkan kemesraan di depan orang lain. Perawat itu memberikan obat yang sudah diresepkan oleh dokter agar di minum oleh Jason.
__ADS_1
'' Berikan obat itu kepada istri saya sus. Dia yang bertanggung jawab untuk mengurus saya,'' ucap Jason menunjuk Lala dengan dagunya. Pipi Lala bersemu mendengar godaan dari Jason. Benar kata Jason jika laki-laki itu sudah sembuh. Buktinya Jason sudah bisa menggoda Lala dengan candaannya.