
" Kakak terima kasih sudah mau menginap di rumah," ucap Jennie setelah pulang dari kontrakan rumah Lala dan kini ia sudah berada di dalam rumah milik keluarganya. Jason juga ikut Jennie pulang. Ia mengikuti adiknya dan sengaja tidak pulang ke apartemen.
" Iya, sekarang masuklah ke kamar mu dan berisitirahat. Kakak juga akan pergi ke kamar kakak," jawab Jason.
" Kakak, apa kakak tidak berniat menikahi Lala? Aku sih setuju saja jika kakak menikah dengan Lala daripada dengan nenek lampir itu," ucap Jennie belum mengindahkan perintah Jason untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Jangan bahas sekarang! Sebaiknya kamu beristirahat, bukankah dari kemarin kamu habis diculik?" ucap Jason yang sudah mendengar cerita Jennie.
" Ishh kakak, ayo lah jawab dulu pertanyaan ku. Apa kakak berencana untuk menikahi Lala? Dia perempuan yang baik terus kalian juga sudah punya anak. Apa tidak sebaiknya kalian menikah?"
" Kamu ini kenapa? Apa karena sudah mendapatkan karma diculik kemarin kamu jadi bersikap baik kepada Lala. Bahkan sekarang kamu dengan getol menanyakan kakak mengenai pernikahan, padahal dulu-dulu kamu sangat menentangnya," ucap Jason.
" Ya itu kan karena aku belum tahu kalau kalian sudah punya anak. Terus aku juga merasa bersalah sama Lala karena udah jahat sama dia selama ini, padahal dia orangnya baik. Intinya kalau kakak mau menikah sama Lala, Jennie setuju seratus persen,"
" Untuk saat ini kakak belum bisa menikahi Lala,''
'' Hah? Kenapa?'' tanya Jennie penasaran.
'' Apa alasan kakak tidak mau menikahi Lala? Apa karena Kak Marvel yang menyukai Lala jadi Kak Jason enggak mau bersaing sama sahabat sendiri?'' tanya Jennie lagi dan Jason menggeleng sebagai jawabannya.
'' Kemarin sempat ada salah paham. Lala marah sama kakak,'' akhirnya Jason mengungkapkannya.
'' Kok bisa?''
Dan berlanjut lah percakapan kedua kakak beradik itu. Jason menjelaskan secara detail mengapa Lala menjauhinya. Berawal dari peristiwa kebakaran kemarin hingga sekarang Jason yang masih belum bisa mendapatkan perhatian dari Lala. Jennie mengangguk paham dengan apa yang terjadi.
'' Kakak itu bagaimana sih? Perempuan itu butuh bukti kak, bukan janji,'' ucap Jennie setelah Jason mengakhiri ceritanya.
'' Kakak mana paham masalah begitu. Kamu tahu kan? Kalau kakak kamu ini seorang casanova, mana pernah kakak mengejar seorang wanita. Selalu wanita itu yang datang terlebih dahulu untuk mendekati kakak,'' jelas Jason.
__ADS_1
'' Ya kalau begitu, minta maaf adalah jalan satu-satunya. Dan pembuktian keseriusan kakak itu yang paling wajib,'' saran dari Jennie.
'' Jadi begitu?''
'' Iya dong. Lagian kakak kenapa sih sempat-sempatnya tunangan sama tuh nenek lampir, jadi kena masalah kan sekarang. Gara-gara dia, kakak jadi jauh sama anak-anak kakak sendiri,'' ucap Jennie sebal mengingat hubungan Jason dengan Karen.
Jason kembali menjelaskan alasannya mengapa ia memiliki hubungan dengan Karen walaupun ia tidak menyukai wanita itu. Jason sudah lama ingin memutuskan Karen namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya Jason bertahan dengan Karen sekalipun ia dekat dengan Lala. Tujuan utama dari hubungan Jason dengan Karen adalah Jason yang memanfaatkan Karen agar publik fokus menyorot hubungan mereka bukan kehidupan pribadi Jason.
Jason hanya tidak ingin keberadaan Lala dan triplet diketahui oleh publik. Bukan karena Jason malu karena telah memiliki Lala dan triplet, hanya saja Jason tidak ingin hidup Lala diganggu oleh wartawan yang meliput kehidupan pribadi mereka bersama Jason. Jason tidak ingin Lala dan triplet terlibat skandal berita yang bersangkutan dengan Jason.
...****************...
'' Lala,'' teriak Jennie di depan kontrakan Lala.
Pagi-pagi Jennie sudah datang ke kontrakan Lala. Hari ini Jennie ijin untuk tidak mengikuti Fernando. Ia akan beristirahat sejenak dari pengalaman bisnis yang baru ia dalami. Jennie sengaja ke kontrakan Lala untuk menemui triplet. Begitu Jennie mengenal triplet, perempuan itu langsung menyayangi keponakannya. Seperti ada ikatan batin, Jennie pula dapat merasakan perasaan itu.
'' Tidak perlu repot-repot, biar aku saja yang mengantar mereka sekaligus aku berangkat kerja,'' tolak Lala.
'' Ishh, biar aku saja. Kamu langsung berangkat kerja biar enggak bolak-balik,'' ucap Jennie kekeh ingin mengantar triplet. Hari ini Jennie sangat bersemangat untuk menemani kegiatan keponakannya.
Lala terdiam, ia bimbang bagaimana caranya ia bisa menolak Jennie. Pasalnya Lala masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan Jennie. Ia takut Jennie akan berbuat macam-macam selama dirinya tidak bersama triplet.
'' Baiklah aku tahu keraguan mu,'' ucap Jennie kemudian menggenggam tangan Lala. Jennie memandang Lala dengan intens. Sebelum melanjutkan ucapannya Jennie menarik nafas dalam-dalam.
'' Lala aku minta maaf sama kamu atas sikap aku selama ini,'' ucap Jennie cepat dengan tangan yang tak lepas untuk menggenggam tangan Lala. Jennie bahkan mengatakan itu sambil dirinya bersimpuh di depan Lala dengan kedua mata yang tertutup. Jennie merasa sangat malu untuk mengakui kesalahannya selama ini. Namun Jennie juga tidak ingin Lala terus berprasangka buruk akan dirinya. Kalau boleh dikatakan, Jennie sudah tobat sekarang.
Lala terkejut karena Jennie yang tiba-tiba bersimpuh di depannya. Ia langsung menarik tubuh Jennie agar perempuan itu mau berdiri.
'' Jennie. Tidak usah seperti ini. Baiklah aku akan memaafkan mu,'' ucap Lala tulus.
__ADS_1
'' Benarkah? Kamu mau memaafkan ku?'' tanya Jennie memastikan. Jennie memeluk Lala begitu ia mendengar jika Lala telah tulus mau memaafkannya.
'' Tapi tunggu? Kamu baik sama aku bukan berarti setelah ini kamu akan mengambil triplet dariku bukan?'' tanya Lala menyelidik.
'' Iya enggak lah. Justru aku dan Kak Jason malah mau mengambil triplet sama kamu sekalian,'' jawab Jennie.
'' Maksudnya?''
'' Nanti kamu juga akan tahu,'' balas Jennie kemudian masuk ke dalam kamar triplet. Ia tidak sabar ingin menemui ketiga bocah yang menggemaskan itu.
'' Halo, keponakan onti'' sapa Jennie bersuara nyaring.
'' Wah, rupanya kalian sudah tampan-tampan,'' ucap Jennie begitu melihat triplet yang sudah rapi dengan seragam sekolah mereka.
'' Onti. Apa papa ikut ke sini?'' tanya Oliver menghampiri Jennie.
'' Tidak, onti cuma sendiri yang kesini''
Oliver tampak kecewa mendengar Jason yang tidak ikut datang menemuinya. Semenjak Lala marah kepada Jason, laki-laki itu sangat jarang berinteraksi dengan triplet. Jason hanya akan menemui triplet secara sembunyi-sembunyi saja agar tidak ketahuan oleh Lala. Selama Lala masih marah kepada Jason, triplet juga tidak berani berdekatan dengan Jason. Triplet takut hal itu akan membuat Lala semakin sedih, jadi sebisa mungkin ayah dan anak itu bertemu untuk melepas rindu tanpa sepengetahuan Lala.
'' Jangan sedih begitu lah,'' hibur Jennie.
'' Matt, Max dan Oliver buruan berkemasnya, hari ini biar onti yang akan mengantar kalian,'' ucap Jennie mengalihkan topik.
'' Mama?'' tanya Matt. Matt takut Lala tidak mengijinkan mereka berangkat bersama Jennie. Setahu Matt, Jason dan Lala masih perang dingin.
'' Mama mengijinkan sayang. Hari ini kalian bisa berangkat bareng sama Tante Jennie. Ayo cepat itu dirapikan tasnya!! Jangan sampai kalian telat ke sekolah,'' sahut Lala yang baru bergabung dengan Jennie dan triplet.
'' Tuh, buruan'' ucap Jennie agar triplet bergegas menyelesaikan persiapan mereka sebelum berangkat ke sekolah.
__ADS_1