Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
39. Kejadian 2


__ADS_3

Lala terkejut mendengar apa yang barusan dikatakan oleh OG wanita yang sudah berlalu membawa karyawan itu ke mobil ambulans. Lala terdiam masih mencerna keadaan yang terjadi. Kemudian Lala melangkah, hendak keluar kantor untuk mencari tahu lebih lanjut namun cekalan tangan seseorang menariknya masuk kembali ke dalam lift.


" Jason," ucap Lala lirih ketika melihat Jason lah yang membawanya masuk ke dalam lift. Jason menekan tombol lantai dasar sebagai tujuannya.


Jason menggenggam tangan Lala dengan erat. Dirinya baru saja pulang meeting dari luar. Namun ketika baru sampai, Jason mendapat kabar jika terjadi kekacauan di perusahaannya. Jason langsung masuk ke kantor mencari Lala yang saat ingin ia tuju. Jason tahu masalah ini terjadi dan Lala terlibat di dalamnya. Jason belum bisa menyimpulkan kejadian ini karena ada kesengajaan ataupun keteledoran semata.


Jason melihat Lala masih sibuk dengan pikirannya. Jason paham mungkin Lala memikirkan kata-kata OG yang menyalahkan Lala atas kejadian ini. Jason bisa tahu karena dirinya tidak sengaja mendengar ketika akan menemui Lala tadi.


" Jangan takut! Biar aku yang mengurusnya," ucap Jason menenangkan Lala.


'' Apakah kamu sudah mendengarnya? Apa kamu percaya sama aku? Aku bukan penyebab kejadian ini," ucap Lala dengan raut wajah sedih.


" Tenang lah, aku akan mengantarkan kamu pulang sekarang," balas Jason kemudian membawa Lala keluar dari lift.


Jason menggandeng tangan Lala melewati pintu darurat bagian belakang kantor. Pintu itu menghubungkan lantai dasar kantor dengan parkiran belakang.


Lala mengikuti Jason kemana pun dia menariknya. Jason membawa Lala menuju ke arah mobil yang ia parkir di bagian paling ujung. Parkiran belakang digunakan khusus untuk mobil-mobil milik petinggi perusahaan ataupun klien. Jason membuka pintu mobilnya namun suara seseorang menghentikan gerakan itu.


" Lala," panggil Marvel yang kebetulan bersebelahan parkir dengan Jason.


" Kenapa? " suara Jason yang menjawab.


" Sejak kapan nama lo berubah menjadi Lala," balas Marvel yang kini sudah menghampiri keduanya.


" Kamu mau kemana La? " tanya Marvel lagi.


" Bukan urusan lo. Sebaiknya lo pulang saja. Bukankah meeting kita sudah selesai?"

__ADS_1


" Kenapa lo terus yang ngejawab sih? Kan gue tanya nya ke Lala? Bukan ke lo," ucap Marvel sedikit geram dengan kelakuan sahabatnya.


" Aku hanya ingin pulang Vel," akhirnya suara Lala keluar menjawab pertanyaan Marvel.


" Yaudah bareng aku aja, sekalian mampir jemput anak-anak. Bukannya ini jam mereka pulang? " jawab Marvel semangat.


" Hei, babi! Gue duluan yang anter dia bego. Kenapa lo main serobot aja?" sahut Jason tidak terima.


Marvel memutar bola matanya. Ternyata dirinya keduluan oleh Jason. Memang diantara mereka berdua yang mengenal Lala terlebih dahulu adalah Jason dan Marvel yang mengenal Lala juga melalui Jason. Terlepas dari semua itu bukankah Marvel berhak mendekati Lala? Toh Jason sendiri juga sudah mempunyai tunangan.


Jason menarik paksa Lala untuk masuk ke dalam mobilnya. Lala tidak sempat berpamitan kepada Marvel karena pintu mobil sudah ditutup oleh Jason.


Setelah membuat Lala masuk ke dalam mobil, Jason menghampiri Marvel. Ia ingin mengucapkan sepatah kata agar Marvel tidak menggangu rencananya.


" She is mine. Stay away from her," bisik Jason di telinga Marvel.


" Lo udah mau married. Tentu gue masih ada peluang buat dekat sama dia," balas Marvel.


Marvel lalu masuk ke dalam mobilnya sendiri. Untuk apa dirinya berdiri berlama-lama di parkiran. Mobil Marvel melaju setelah Marvel menancap gas. Ia akan kembali ke kantornya sendiri untuk melanjutkan pekerjaan. Mengenai kejadian yang terjadi di kantor Jason, Marvel tidak ingin ikut campur karena itu bukanlah perusahaannya. Ia lebih memilih melanjutkan pekerjaan untuk mencari pundi-pundi uang yang banyak.


Sesampainya di rumah Lala, Jason ikut masuk ke dalam rumah. Rumah masih tampak sepi karena triplet sedang dalam perjalanan pulang. Tentu saja mereka bertiga dijemput oleh supir pribadi Jason. Jason menemani Lala yang kini duduk di ruang tamunya.


'' Minumlah,'' ucap Jason menyodorkan segelas air putih. Entah siapa yang menjadi tuan rumah karena telah menyuguhkan minuman, Lala tidak memikirkan. Toh Jason juga seenaknya sendiri ketika di rumahnya.


Lala meminum air putih yang diberikan oleh Jason. Dirinya sudah lebih lega karena Jason ada bersamanya. Beberapa menit kemudian ponsel Jason berdering. Nama Fernando menjadi tokoh si penelepon. Jason segera mengangkat telepon dari sang asisten pribadi.


'' Bagaimana?'' tanya Jason kepada Fernando yang sedang menangani masalah di kantor.

__ADS_1


'' Tuan saya ingin melaporkan bahwa semua karyawan sudah berhasil di tangani. Total ada 50 karyawan yang menjalani perawatan rawat inap. Tidak ada yang kritis hanya saja banyak yang masih mengeluhkan pusing,'' jelas Fernando.


'' Lalu? Apa sudah menemukan bukti pelaku sebenarnya?'' tanya Jason kembali.


'' Anak buah masih dalam proses pencarian tuan. Saya sudah mengamankan kasus ini. Kejadian ini masih terahasiakan dari publik dan juga polisi belum mendengar kabar tentang masalah yang terjadi,''


'' Aku tunggu kabar secepatnya. Pastikan karyawan tidak ada yang melapor ke pihak berwajib karena itu hanya akan menambah masalah. Berikan saja mereka tunjangan lebih sebagai bentuk ganti rugi,'' perintah dari Jason kemudian telepon pun berakhir.


Jason menangani masalah ini dengan menyuruh anak buahnya yang bergerak. Dirinya tidak ingin melibatkan kepolisian karena ada nama Lala yang tersangkut. Jangan sampai nama Lala yang Jason yakini tidak bersalah malah terseret menjadi terdakwa. Jason akan menghukum siapa saja yang berani mengacau di kantornya.


Selepas Jason menutup telepon dirinya mendengar suara deru mobil dari arah pekarangan rumah Lala. Selang beberapa menit suara triplet mengalun begitu keras. Mereka berteriak memanggil Lala sambil berlarian masuk ke dalam rumah.


'' Mama,'' teriak triplet ralat hanya Max dan Oliver saja yang berteriak-teriak.


'' Sayang, kalian sudah pulang?'' tanya Lala yang melihat triplet menghampirinya.


'' Mama apa ada masalah? Kenapa mama tidak menjemput kami?'' tanya Oliver kepada Lala.


'' Mama kalian kecapekan. Sekarang mama kalian lagi ingin istirahat. Jadi saat ini papa minta kalian untuk tidak menyusahkan mama kalian dulu,'' sahut Jason yang sejak tadi sudah berdiri di belakang triplet.


'' Papa disini?'' tanya Max yang baru sadar melihat Jason.


Lala menyuruh triplet untuk berganti baju dan makan siang. Jason membantu triplet melaksanakan ritual mereka sehabis pulang sekolah. Jason menyuruh Lala untuk ke kamar agar bisa beristirahat. Jason menjanjikan akan mengurus triplet dengan baik. Kata Lala triplet sebenarnya sudah bisa mandiri hanya saja terkadang mode manja mereka suka kambuh. Sehingga hanya berganti pakaian saja harus dibantu.


Lala mulai merebahkan dirinya di atas ranjang miliknya. Sungguh ia merasa tidak bertanggung jawab karena telah lari dari masalah. Tetapi tadi saat dirinya ingin mencoba mencari tahu, Jason malah menariknya menjauh lalu membawanya ke rumah. Kejadian janggal hari ini berhasil membuat Lala sedikit down.


Dering telepon dari ponsel Lala membuat Lala kembali bangkit setelah mencoba memejamkan mata. Lala mengangkat telepon yang ternyata dari pegawainya.

__ADS_1


'' Halo, kenapa Dew?'' tanya Lala kepada karyawannya yang bernama Dewi.


'' Mbak Lala dimana? Disini ada pihak kepolisian yang mengaku sedang mencari Mbak Lala. Mereka mengatakan ingin bertemu Mbak Lala terkait masalah yang terjadi di kantor perusahaan Davies,'' jelas pegawai itu.


__ADS_2