Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
71. Pindah rumah


__ADS_3

" Selamat datang, Lala" ucap Jennie heboh. Jennie menyalakan confetti party popper yang membuat acara semakin riuh. Triplet bersorak senang melihat Lala datang bersama Jason. Triplet berlari untuk memeluk kedua orang tua mereka.


" Mama, papa" ucap triplet juga tak kalah heboh dengan Jennie.


" Bagaimana kak? Apakah sukses untuk acara kemarin? Apa kakak berhasil investasi saham untuk membuat adik triplet?" tanya Jennie dengan kata-kata yang tidak disaring.


" Oh aku sangat cemburu melihat kalian berdua sudah baikan," ucap Marvel kepada Lala dan Jason. Jason hanya memutar bola matanya mendengar kalimat alay dari Marvel.


" Lala, Tuan Jason selamat kalian sudah baikan," ucap Niki dan Bryant.


" Sebenarnya ini ada acara apa?" tanya Lala masih bingung dengan maksud acara yang digelar.


" Hari ini kamu sama triplet resmi pindah ke rumah keluarga Davies," ucap Jennie menjelaskan dan Lala yang melotot sempurna mendengar itu.


" Apa? Kenapa aku sama anak-anak? Pindah ke rumah ini? Tidak...tidak aku tidak mau," ucap Lala langsung menolak.


" Kemarin semua barang-barang kamu sama triplet sudah dipindahkan kesini, La. Kamu juga sudah disiapkan kamar di rumah ini," ucap Jennie menjelaskan.


" Kamu tidak bisa menolaknya sayang," ucap Jason sembari menyingkirkan anak rambut yang jatuh mengenai mata Lala.


" Tidak bisa, aku tidak mau. Pokoknya kalian berdua tidak boleh seenaknya saja mengatur hidup ku," ucap Lala kekeh menolak.


" Lala, sayang coba dengarkan aku," ucap Jason kemudian memutar tubuh Lala agar melihatnya.


" Aku sudah meresmikan kamu sebagai calon pendamping ku kelak. Aku bukan orang biasa yang memiliki kehidupan normal, hampir separuh kehidupan ku selalu dilirik oleh orang lain. Mereka selalu berusaha mencari informasi tentang kehidupan ku, hidup ku tidak pernah terlepas dari yang namanya paparazi. Maka dari itu, demi menjaga keamanan kamu dan anak-anak, aku ingin kamu tinggal di sini. Di sini akan ada banyak yang menjaga kamu, ada Jennie dan juga orang-orang ku yang akan menjaga kalian. Kamu tenang saja, selama kita belum menikah aku akan tetap berada di apartemen dan akan berkunjung sesering mungkin," ucap Jason menjelaskan.


" Ayolah, La!!! Mau ya tinggal di sini. Selama ini aku selalu sendirian, setidaknya rumah ini akan menjadi ramai jika ada kamu," timpal Jennie ingin mempengaruhi Lala.

__ADS_1


" Kalau mama tidak mengijinkan, Matt tidak mau tinggal di sini," sahut Matt sebagai anak tertua walaupun hanya beda beberapa menit dengan Max dan Oliver.


Jason memandang Lala penuh harap. Ia hanya ingin melindungi Lala dan anak-anaknya secara nyata. Jika dulu Jason masih menyembunyikan keberadaan Lala dan triplet kini ia akan secara terang-terangan mengakui keberadaan mereka.


" Jason, Jennie mengapa kalian itu sama saja. Sama-sama pemaksa, berlaku seenaknya dan selalu buat aku pusing,"


" Namanya juga adik kakak, La. Bagaimana kamu mau kan? " tanya Jennie lagi.


Akhirnya setelah berbagai bujuk rayu diterima oleh Lala, dengan sangat terpaksa ia harus menerimanya. Niki dan Bryant ikut mendukung keputusan Jason, jadi mau tidak mau Lala juga mempertimbangkan permintaan sahabatnya. Lala mau tinggal di rumah keluarga Davies asalkan dia tidak diperlakukan istimewa, Lala akan ikut membantu pekerja lain untuk mengurus rumah. Walaupun Jason sempat melarang, namun apalah dia yang sudah menjadi budak cinta nya Lala. Apapun yang diinginkan wanita itu selagi masih bisa ditolerir oleh Jason pasti akan Jason lakukan.


Setelah Lala menyetujuinya, pesta kecil-kecilan pun digelar. Ada banyak makanan yang sudah tersaji. Lala tidak menyangka ternyata kemarin triplet yang membantu Jennie untuk menyiapkan semua ini. Lala merasa senang karena triplet terlihat bahagia tak terkecuali Matt yang selalu tersenyum. Senyum yang selalu jarang Matt tunjukkan kepada orang lain termasuk Lala. Untuk sekarang senyum manis Matt benar-benar hadir untuk hari ini. Momen yang sangat langka untuk Lala lewatkan.


" Lala, selamat kamu sudah bersatu dengan papa anak-anak," ucap Niki kepada Lala.


Saat ini Lala dan para orang dewasa sedang berkumpul duduk di salah satu alas karpet. Mereka duduk berdekatan sembari menikmati makanan yang mereka sukai. Sedangkan triplet asyik bermain di sekitar taman yang dihiasi banyak mainan. Pantas Max dan Oliver ikut memaksa Lala untuk tinggal disini, rupanya kedua bocah itu begitu menikmati fasilitas yang diberikan oleh Jason.


" Hei, Bryant aku tidak menyangka ternyata sekarang pacar kamu adalah Niki. Padahal dulu waktu aku masih bucin sama kamu, aku berebutannya sama Lala bukan sama Niki," ucap Jennie.


" Mana ada. Bryant memang mantan Jennie, tetapi aku tidak pernah berebut atau bahkan merebut Bryant dari Jennie. Itu hanya salah paham. Bisalah itu terjadi di jaman putih abu-abu kayak kita dulu," jelas Lala.


" Maklumlah aku dulu diperebutkan, secara dulu aku adalah laki-laki paling tampan di sekolah," ucap Bryant bangga. Jennie yang mendengarnya langsung menoyor kepala Bryant dan yang lain sontak tertawa. Niki juga ikut tertawa melihat kekasihnya dinistakan.


" Oh ya kalian kok bisa berada disini? Apa kalian juga sengaja ikut menyiapkan pesta kejutan ini?" tanya Lala.


" Kita diundang Tuan Jason, La" jawab Niki.


Lala menatap Jason seolah bertanya apa yang dikatakan Niki adalah benar. Jason mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


" Aku memang sengaja mengundang Niki dan pacarnya. Aku juga mengundang Fernando karena dia asisten kesayangan ku. Tapi satu yang tidak aku undang namun dengan percaya dirinya orang itu malah datang," ucap Jason kemudian menunjuk Marvel yang dia maksud. Sontak semua orang melihat ke arah Marvel yang sibuk mencicipi hidangan yang disajikan. Melihat semua orang memperhatikannya, Marvel meletakkan makanan yang ia makan.


" Max yang mengundang ku," ujar Marvel memberitahu.


'' Max?'' ucap Jason memastikan.


'' Kenapa papa? Apa papa memanggil Max?'' tanya Max yang mendengar namanya dipanggil Jason. Max memang berada di dekat Jason, jadi dia langsung mendengar ketika namanya dibicarakan oleh Jason.


'' Tidak ada apa-apa,'' jawab Jason dengan tersenyum manis.


'' Om Marvel ayo kita main,'' ajak Max kemudian.


'' Boleh,'' jawab Marvel.


'' Papa juga ikutan Max,'' sahut Jason juga ikut bergabung dengan anak-anaknya.


'' Fernando?'' tanya Lala yang melihat Fernando diam saja dari tadi. Tidak terlihat raut wajah senang maupun raut wajah tidak suka ketika Fernando menikmati acara.


'' Jangan tanya dia,La. Dia itu kulkas enggak mau ngomong kalau enggak sama Kak Jason. Kamu harus hati-hati sama dia, siapa tahu dia belok terus suka sama Kak Jason kan kita enggak ada yang tahu,'' ucap Jennie mengejek dan Fernando yang tidak merespon hal itu. Jangankan untuk merespon, berekspresi pun tidak.


Fernando memang seperti itu. Ia akan berbicara jika itu dirasa penting menurutnya. Fernando hanya melihat para wanita yang sedang bercerita tanpa ingin ikut menimpali. Fernando juga enggan menyusul Jason yang sedang bermain bersama anak-anaknya. Fernando hanya diam hingga ponsel miliknya berbunyi singkat pertanda ada pesan. Fernando mengambil ponsel miliknya yang berada di saku kemudian membaca pesan itu.


Jason...


Mulai sekarang perketat pengawasan rumah. Jaga semua anggota keluarga ku. Aku sangat yakin musuh kita yang sebenarnya sedang menyusun strategi. Kita harus berjaga-jaga jika suatu saat secara tiba-tiba mereka mengusik keluarga ku...


^^^Fernando^^^

__ADS_1


^^^Baik tuan...^^^


Jason menutup ponselnya usai memberikan perintah kepada Fernando. Sekarang Jason sudah berhasil membuat Lala tinggal di rumahnya. Setidaknya dengan ini, ia bisa melindungi Lala dan triplet bukan dari paparazi saja melainkan juga dengan musuh yang selama ini belum ia ketahui identitasnya.


__ADS_2