
'' Kamu sudah bangun? " tanya Jason.
Semalam Jason dan Lala tidur bersama di kamar milik Jason. Tidur dalam artian yang sebenarnya, Jason tidak akan berani berbuat lebih terhadap Lala. Sekalipun Jason sangat menginginkan hal itu, ia akan menahannya sampai waktu berkata untuk mengijinkan.
Lala mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Jason. Sebenernya Lala merasa malu karena sekarang ia baru saja terbangun dari tidur dengan Jason yang berada di sampingnya. Semalaman detak jantung Lala tidak pernah berhenti berpacu karena Jason memeluknya begitu erat.
Lala memutuskan untuk bangun agar Jason tidak terus-menerus menggoda dirinya. Semalam Jason sempat mendengar detak jantung Lala yang begitu keras, alhasil Jason menggoda Lala hingga wanita itu menjadi blushing.
'' Kok bangun? Masih pagi, kamu bisa tidur lagi,'' ucap Jason yang melihat Lala bergerak dari ranjang. Jason menepuk-nepuk bagian ranjang yang kosong di sampingnya bermaksud agar Lala mau rebahan lagi bersamanya.
'' Aku mau mandi. Setelah ini kita harus menjemput triplet,'' ucap Lala kini berdiri di sisi ranjang.
'' Baiklah, kamu bisa mandi terlebih dahulu. Aku akan menyiapkan sarapan dan juga baju ganti yang pas untuk mu,'' ucap Jason yang juga ikut berdiri di depan Lala. Jason mengecup kening Lala sekilas usai berkata barusan. Lala yang mendapat perlakuan seperti itu langsung berlari ke kamar mandi untuk menetralkan perasaannya.
Jason keluar kamar usai Lala masuk ke dalam kamar mandi. Jason akan menelpon seseorang untuk membawakan Lala baju baru sekaligus sarapan untuk Jason sendiri dan juga Lala.
Kurang lebih dua puluh menit, Lala telah rapi dengan baju yang diberikan oleh Jason. Dress berwarna lilac dengan aksen kerutan yang berada di perut sangat terlihat pas di tubuh Lala. Lala sangat cocok dengan dress ini terlebih warna lilac merupakan salah satu warna favoritnya.
Untuk mengusir kebosanan, Lala menyalakan TV yang berada di ruang TV apartemen Jason. Sembari menunggu Jason yang mandi di kamarnya, Lala menonton TV untuk melihat perkembangan dunia.
Lala sangat menyimak acara yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan kabar terbaru dari seorang model. Model yang disebutkan mendadak keluar dari agensi dan dunia entertainment. Tidak ada alasan khusus dari model itu mengapa ia memutuskan keluar dari dunia yang sudah membesarkan namanya.
__ADS_1
Rencana pernikahan yang akan ia laksanakan juga dikabarkan batal begitu saja. Putusnya model dan sang kekasih dikarenakan karena tidak ada kecocokan masing-masing, seperti itulah kira-kira pernyataan terakhir yang diungkapkan sang model. Banyak rumor yang menduga jika putusnya model itu dengan sang kekasih karena hadirnya orang ketiga namun secara tegas model itu mengatakan tidak atas jawabannya.
" Jangan menonton gosip murahan seperti itu!" ucap Jason kini memeluk Lala dari belakang. Lala yang tadinya duduk bersandar di sofa merasa terkejut akan kedatangan Jason yang secara tiba-tiba.
" Memang kenapa?" tanya Lala kini mendongak menatap wajah Jason yang kini sangat dekat dengan wajahnya.
" Aku takut kamu terpengaruh. Nanti sia-sia usaha ku semalam buat meyakinkan kamu," jawab Jason yang masih mendekap Lala. Walaupun terhalang sofa, posisi itu cukup memudahkannya menghirup aroma wangi tubuh Lala yang sama dengannya. Jason yakin jika Lala memakai sabun yang setiap hari Jason pakai bukan sabun yang ia berikan tadi pagi.
" Aku mempercayai mu. Mulai sekarang aku akan belajar menerima kamu. Hitung-hitung aku juga harus menuntut pertanggungjawaban kamu karena telah membuat ku hamil di usia muda,"
Mendengar jawaban Lala, Jason mengecup pipi wanita itu. Jason sangat gemas, tekstur pipi Lala seperti squishy mainan yang biasa dimainkan oleh triplet.
" Berarti usia kamu sama dengan Jennie?" tanya Jason.
" Pantas," celetuk Jason.
" Pantas apa?" tanya Lala dengan mengerutkan kening.
" Labil," jawab Jason kemudian melepas pelukan itu.
Lala mengejar Jason yang menuju ruang makan. Di sana sudah tersedia banyak makanan sehat yang terlihat menggiurkan di lidah Lala.
__ADS_1
" Apa kamu tidak kasihan sama dia? Dia seorang model terkenal dan sekarang ia keluar dari dunia permodelan gara-gara kamu," ucap Lala setelah mengambil tempat duduk. Lala membicarakan acara tayangan TV tadi yang menayangkan kabar berita tentang Karen. Ternyata model yang diberitakan tadi adalah Karen Ramsey.
" I don't care," jawab Jason acuh kemudian menyantap sarapannya. Jason lebih dulu makan daripada Lala yang masih sibuk menuangkan segelas susu.
" Tapi aku merasa bersalah," ucap Lala masih mengingat Karen yang tiba-tiba keluar dari dunia model.
" Itu memang pilihan dia. Kamu tidak usah memikirkan. Sekarang fokus kamu cuma buat aku sama anak-anak," jawab Jason.
Lala mengangguk kemudian menyusul Jason mengunyah sarapan yang sudah tersaji.
" Habis ini kita ke rumah untuk ketemu anak-anak. Kata Jennie, mereka sudah merindukan kamu," ucap Jason dengan mulut yang penuh dengan makanan. Jika seperti itu Jason tidak terlihat seperti CEO yang berwibawa, namun lebih ke arah seseorang yang tidak pernah makan selama beberapa hari.
" Jason, apa kamu bisa pelan-pelan makan nya? Tidak akan ada yang mengambil makanan mu," ucap Lala sembari mengelap sudut bibir Jason yang belepotan makanan.
" Aku tidak pernah selapar ini sebelumnya. Mungkin ini efek karena aku tidak jadi memakan kamu semalam," ucap Jason ngasal.
...****************...
Lala masuk ke dalam rumah yang dulu pernah ia datangi. Jika dulu ia kesini untuk menemui Jennie dengan alasan permusuhan tetapi sekarang berbeda. Ia kesini untuk menjalin hubungan baik dengan Jennie yang merupakan tante kandung dari triplet.
Di dalam rumah Lala disambut oleh beberapa pekerja rumah Jennie. Mereka berjajar dengan rapi untuk memberikan salam hormat kepada Lala dan Jason yang baru datang. Jason kemudian menggandeng tangan Lala untuk ia ajak menemui triplet yang sedang berada di taman belakang. Lala mengikuti Jason yang membawanya ke belakang rumah.
__ADS_1
Lala sangat terkejut begitu melihat sebuah taman yang dihiasi banyak balon dan dekorasi sederhana namun terkesan mewah. Lala tidak tahu disini ada acara apa yang pasti di taman belakang itu sudah ramai dengan banyak orang. Ada triplet, Jennie yang selalu menampilkan senyum manis, Fernando dengan wajah datarnya, Niki dan Bryant sang kekasih kemudian tidak lupa ada Marvel yang berdiri sembari memegang sebuket bunga.
Mereka berdiri berjajar rapi dengan senyum yang tercipta manis di wajah mereka. Jason menggenggam tangan Lala untuk ia ajak mendekat ke arah mereka yang sedang berkumpul. Tampak raut wajah kebingungan muncul di wajah Lala. Jason tidak memberitahunya jika di rumah milik keluarganya sedang berlangsung acara terlebih tamunya adalah orang terdekat Lala.