Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
48. Ancaman Karen


__ADS_3

Usai menemui Lala tadi, kini Karen menghampiri sebuah mobil yang terparkir di halaman parkir mall tersebut. Karen masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada seseorang yang menunggu.


'' Bagaimana?'' tanya orang yang tadi menunggu Karen di dalam mobil.


'' Aku hanya sedikit memberinya pelajaran,'' jawab Karen.


'' Bagus kalau begitu,'' jawab orang itu.


'' Btw, terima kasih ya om. Karena om, Karen jadi tahu informasi mengenai wanita catering itu. Karen enggak nyangka ternyata dia pernah hamil di luar nikah,'' ucap Karen yang sudah mendapatkan informasi mengenai Lala dari orang di sampingnya ini. Karen tahu Lala memiliki anak namun ia tidak tahu siapa ayah kandung anak Lala. Pria tua paruh baya yang ia sebut om ini belum menemukan informasi sampai sedetail itu.


'' Tidak masalah. Bayaran dari kamu juga buat om puas,'' jawab pria paruh baya itu dengan tersenyum penuh arti.


Karen hanya memandangnya sekilas. Setiap kali Karen membutuhkan bantuan dirinya selalu meminta bantuan kepada laki-laki yang selalu setia padanya ini.


Mobil pria paruh baya itu melaju meninggalkan area mall. Mereka akan ke tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu bersama.


...****************...


Lala mandi usai pulang dari mall. Marvel tidak mampir karena masih ada urusan yang ia urus. Lala merapikan barang belanjaan triplet yang berserakan di ruang tamu.


Lala menebak pasti triplet hanya melihat barang belanjaannya tanpa merapikan kembali. Kebiasaan mereka memang tidak berubah.


" Jas, siapa ini? " suara seseorang menghentikan aktivitas Lala merapikan belanjaan triplet. Di depan Lala kini ada Jason yang memegang sebuah jas milik Marvel yang dipinjamkan untuk Lala.


" Kembalikan," balas Lala ingin meminta jas Marvel yang ia tinggalkan di ruang tamu tadi. Lala lupa meletakkan jas Marvel di tempat cucian. Ternyata kebiasaan triplet yang meletakkan barang dengan sembarangan menurun darinya.


Jason menarik jas itu tidak ingin memberikannya kepada Lala. Jason memicingkan mata mulai berpikiran melayang bagaimana bisa ada jas laki-laki di rumah Lala. Walaupun Jason juga sering meletakkan jas secara sembarangan di rumah Lala namun Jason jelas yakin jika jas ini bukan miliknya.


" Bukan urusan kamu. Kamu tidak perlu tahu," jawab Lala mencoba meraih jas milik Marvel. Jason menyembunyikan jas Marvel di belakang tubuhnya. Lala menyerah karena tidak bisa mendapatkan jas Marvel kembali.


" Mau kamu apa, Jas? Cepat kembalikan jas itu karena aku akan mencucinya," ucap Lala mulai geregetan.


Jason masih belum menyerah untuk mengembalikan jas Marvel kepada Lala. Jason memperhatikan Lala seksama kemudian Jason bertanya-tanya dalam pikirannya karena rambut Lala yang tampak basah. Jason sudah membayangkan pikiran yang tidak-tidak tentang Lala.


" Kamu habis mandi keramas?" tanya Jason menatap Lala menuntut meminta penjelasan. Jangan sampai Jason mendengar Lala telah melakukan sesuatu yang tidak-tidak. Lala adalah wanita baik-baik, Jason harus mengenyahkan pikiran itu.

__ADS_1


Lala tidak menjawab pertanyaan Jason. Lala masih kesal dengan sikap Jason yang selalu semaunya sendiri. Jason menahan marah karena Lala malah mendiamkannya. Bukannya memberikan penjelasan Lala malah pergi menuju ke dapur. Lala mengabaikan Jason yang mencoba mengejarnya.


Tak berselang lama interaksi kedua manusia yaitu Lala dan Jason yang berada di dapur diganggu akan kedatangan triplet. Triplet sudah rapi dengan pakaian yang bersih. Ternyata triplet juga mandi mengikuti Lala sehabis pulang dari mall tadi.


" Papa," seru triplet berhamburan memeluk Jason.


" Papa sangat jarang menghubungi kita ya kan Matt, Max?" tanya Oliver yang sudah berada di gendongan Jason.


" Maafkan papa mu ya nak. Perkejaan membuat papa mu ini sangat sibuk. Tapi sebisa mungkin papa luangkan waktu buat kalian walaupun hanya mengantar ke sekolah," jelas Jason dan triplet mengangguk.


Lala masih sibuk membuka kulkas mengeluarkan beberapa bahan makanan. Rupanya Lala ingin memasak makan malam.


Jason mengajak triplet ke ruang tamu. Jason ingin memberikan ruang bagi Lala agar lebih leluasa dalam memasak. Triplet senang mereka akan menunjukkan belanjaan mereka kepada Jason.


Oliver menarik tangan Jason dan mendudukkannya di sofa rumahnya. Jason duduk sembari mengikuti perintah anak-anaknya.


Triplet menunjukkan belanjaan mereka satu persatu kepada Jason. Jason tersenyum melihat triplet antusias dengan barang belanjaan mereka.


" Kalian habis berbelanja rupanya ya," ucap Jason manis. Sangat manis berbeda ketika berbicara dengan bawahan kantornya.


" Iya pa. Tadi pulang sekolah kita jalan-jalan ke mall," jawab Oliver.


" Kita belanjanya enggak berempat kok, pa. Kita belanja berlima sama Om Marvel," jawab Oliver.


" Om Marvel juga yang membelikan ini semua," sahut Max.


Jason terdiam ternyata Marvel tidak hanya mendekati Lala melainkan juga anak-anaknya.


" Apa kalian tadi hanya belanja? Lalu jas ini milik siapa?" tanya Jason kepada putra-putranya.


" Milik Om Marvel, pa. Tadi Om Marvel yang kasih waktu baju mama basah,"


Terjawab sudah pertanyaan Jason. Jason mengepalkan tangannya erat terasa seperti ada perasaan yang mengganjal. Jason tidak akan membiarkan siapapun mengambil Lala darinya. Benak terdalamnya berdecih. Sampai segitunya kah dirinya menginginkan Lala? Entahlah Jason sendiri juga masih gamang dengan perasaannya.


Jason menemani anak-anaknya bermain dan belajar hingga pukul delapan. Jason memutuskan pulang usai menerima tawaran makan malam dari Lala. Pada saat acara makan, Lala sedikit mengabaikannya. Jason lebih sering berinteraksi dengan triplet untuk mengusir rasa canggung.

__ADS_1


Sebelum pergi Lala mengejar Jason yang sudah sampai di dekat mobilnya. Lala menahan Jason sebentar untuk menanyakan satu hal yang ganjil.


" Dimana kamu meletakkan jas tadi?" tanya Lala.


" Aku membuangnya. Tidak usah khawatir untuk mengganti karena aku sendiri yang akan menggantinya," jawab Jason santai.


Lala membulatkan matanya. Ia ingin melayangkan protes tetapi Jason sudah terlebih dulu masuk ke dalam mobil kemudian menancap gas dan melaju meninggalkan pelataran rumah Lala.


Lala menggerutu kesal. Bagaimana ia akan menjelaskan kepada Marvel nanti. Lala akan mencari perhitungan kepada Jason untuk benar- benar mengganti kerugian jas milik Marvel.


Jason sampai rumahnya agak larut karena jalanan cukup macet. Setelah sampai di apartemen, Jason mengerutkan kening karena ada seseorang yang menunggunya di depan pintu. Jason mencoba mendekati orang itu yang ternyata adalah Karen. Untuk apa wanita ini datang kesini? Karen sangat jarang datang ke apartemen Jason itupun hanya sampai pintu masuk tidak sampai masuk ke dalam apartemen. Karena setiap kali mereka ingin bertemu selalu saja di luar. Baik itu acara kencan mereka atau hanya sekedar menghadiri pesta kolega.


" Sedang apa malam-malam kesini?" tanya Jason kemudian membuka pintu apartemennya.


" Aku hanya ingin menemui tunangan ku. Apa tidak boleh? " balas Karen membantu membukakan jas yang dipakai Jason.


" Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di apartemen kamu. Apakah kamu sering membawa wanita lain kesini? " tanya Karen.


" Hanya ada satu," jawab Jason singkat.


Karen mengepalkan tangannya tidak terima. Apa wanita yang dimaksud adalah Lala? Wanita catering yang mencoba mengusik hubungan pertunangannya dengan Jason. Di tengah keheningan apartemen yang dihuni mereka berdua, Karen mulai membuka obrolan lagi.


" Jason aku ingin memiliki mu. Bisakah kita mempercepat pernikahan kita?" tanya Karen dan membuat Jason terdiam sejenak.


" Pergilah, aku lelah karena pekerjaan ku hari ini sangat banyak," balas Jason mengalihkan pembicaraan.


" Lelah karena habis menemui wanita itu. Jason dengar! Kalau kamu berani selangkah memilih dia daripada aku, aku pastikan dia dan anak-anaknya tidak akan selamat," ucap Karen dengan nada mengancam. Karen sudah muak dengan sikap Jason yang selalu menghindar jika membahas tentang pernikahan.


" Jangan berani sentuh mereka sedikit pun. Mereka tidak ada sangkut pautnya dengan ini,"


" Pelet apa yang wanita itu berikan sampai kamu membelanya seperti ini. Apa kamu tidak malu menjalin hubungan dengan wanita yang memiliki anak di luar nikah," ucap Karen dengan menyorot tajam Jason.


" Berani kamu mengusik mereka maka karir mu selama ini akan hancur. Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu memanfaatkan aku sebagai pendongkrak popularitas mu, ha? Pikir itu *****. Aku tidak segan-segan untuk menghabisi mu secara langsung," ucap Jason dengan kemarahan meluap. Jason sangat marah ketika Karen mengatakan akan mengusik Lala terutama anak-anaknya.


" Aku tidak takut dengan ancaman mu, sayang. Daaa aku harus pergi karena masih ada urusan. Lihat saja nanti apa yang akan terjadi jika kamu masih memilih wanita itu daripada aku," ucap Karen kemudian pergi meninggalkan Jason.

__ADS_1


Selepas Karen pergi, Jason merogoh sakunya untuk menelepon seseorang. Dia ingin orang itu mengawasi segala gerak gerik yang dilakukan oleh Karen.


" Hari yang melelahkan. Aku harus segera beristirahat," gumam Jason setelah menutup panggilannya kemudian ia masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2